
" Pantas tenaga lo cepat banget habis Kebanyakan ngomong lo,”
Naura melepaskan tangan Arkan dari mulutnya kemudian tersenyum Senyum yang seketika membuat Arkan memilih untuk berhenti berlari
Naura ikut berhenti kemudian menoleh heran kepada Arkan
Putaran terakhir
" Nggak usah lari lagi. Kita jalan aja "
Naura menghela napas lega mendengar kalimat Arkan. Ia menghirup udara banyak banyak sambil berjalan santai di sebelah Arkan yang hampir melewatinya.
" Jadi tipe Cewek ... yang Kakak suka ... seperti apa,”
" Astaga " Arkan mengusap kasar wajahnya menghadapi Naura. Cewek di sebelahnya itu masih saja tidak bisa diam. Ia menoleh kesal. Namun, tidak bisa marah karena lagi lagi Naura memperlihatkan senyum manis ikan buru-buru mengalihkan Pandangan. Tinggal setengah Putaran Dan, ia tidak akan Punya alasan lagi untuk membuat Naura sedekat ini dengannya.
Memperlambat langkah pun sepertinya Percuma. Sebab, dengan kurang ajarnya, Kevin berhasil membuat Naura bersemangat menyelesaikan Putaran terakhir secepat mungkin. Naura mengangkat sebotol air mineral kepada Naura sambil berseru,
" Ayo tinggal sedikit lagi,”
Dengan refleks tangan Arkan bergerak menangkap sebelah tangan Naura yang hampir berjalan mendahuluinya. Arkan melakukannya tanpa sadar. Ia bahkan belum mempersiapkan alasan yang harus dilontarkan ketika Naura menoleh kepadanya dengan alis bertaut. Seperti saat ini.
Kini mereka berdua berdiri saling berhadapan dengan kedua mata saling tatap. Naura menunggu sesuatu yang akan dilontarkan Arkan sebentar lagi
" Sekarang giliran gue ... tanya satu hal sama lo,” ucap Arkan bernada tegas Sorot matanya yang serius sukses membuat Naura Penasaran.
Naura menaikkan kedua alisnya karena cukup lama Arkan tidak juga bersuara.
" Mau tanya apa, Kak,” desak Naura tak sabar.
" Tipe cowok yang lo suka seperti apa,"
Naura membuka mulutnya tanpa sadar. ia tidak menyangka Pertanyaan itu yang akan dilontarkan Arkan Dan kini, tidak Perlu ditanya lagi, Naura senang bukan main. Karena menurutnya, seseorang tidak akan bertanya menjurus seperti itu kepada lawan jenis apabila tidak Punya Perasaan apa-apa Naura merasa misinya segera tercapai. Penantiannya untuk bertemu sang Miracle akan terwujud. Arkan mulai menyukainya.
" Yang ramah " jawab Naura sambil tersenyum. Seketika, ia meralat ucapannya ketika melihat Perubahan ekspresi Arkan.
__ADS_1
" Bukan, bukan. Yang murah senyum Eh—” Naura menutup mulutnya sendiri kemudian mencoba membenarkan kalimatnya.
" Yang Pintar "
Naura menghela napas lega sesaat. Ia hampir saja kelepasan melontarkan semua sifat Kevin. Untung saja otaknya bekerja cepat Pada saat genting sebelum Arkan merasa tersinggung.
" Apa-apaan, nih "
Arkan dan Naura kompak menoleh ke sumber suara. Ada Regina di dekat mereka, sedang melipat tangannya di dada sambil menatap keduanya bergantian. Tatapan cewek itu lalu beralih ke tangan Arkan yang menggenggam tangan Naura
" ih, lepas, lepas " Regina melerai tangan itu dengan tidak suka. la langsung menuding Salsa di sebelahnya.
" Jadi cewek jangan kecentilan, ya, lo,”
" Heh, situ Nggak mau ngaca,” Naura kelepasan membalas. Sedetik kemudian, ia merapatkan kembali mulutnya ketika menyadari bagaimana seharusnya bersikap di depan Arkan
" Berani ngelawan lo, ya Arkan ini Pacar gue," seru Regina sambil menunjuk-nunjuk wajah Naura
Baru saja Arkan hendak menjauhkan Naura dari amukan Regina, seseorang sudah lebih dahulu menarik cewek itu hingga berpindah ke sebelahnya.
Setelah mencibir kesal, Perhatian Regina kini beralih ke Arkan yang terlihat sangat lelah.
" Sayang kamu keringetan Sini aku lap.” Regina mendekatkan tisu yang dibawanya sejak tadi ke wajah Arkan Namun, Arkan menepisnya. Matanya tidak sedetik Pun beralih menatap punggung Naura yang semakin menjauh. Hatinya tiba-tiba Panas Apalagi melihat Kevin masih saja menuntun Naura
" Gue bukan Pacar lo,” tegas Arkan kepada Regina.
" Jadi berhenti Panggil gue Sayang,”
" Sayang kamu kenapa," tanya Regina sambil menyusul Arkan yang berbalik Pergi. Ia memeluk sebelah lengan Arkan, tapi langsung ditepis cowok itu.
Arkan berhenti sambil menahan kesal.
" Gin, jangan bikin gue marah," ucapnya Penuh Penekanan.
Regina akhirnya membiarkan Arkan menjauh seorang diri walau kesal setengah mati diabaikan seperti itu
__ADS_1
...••••...
Arkan membasuh wajahnya di wastafel untuk menyegarkan kembali diri dan Pikirannya. Dengan kedua tangan bertumpu di masing-masing sisi wastafel, Arkan memandangi Pantulan dirinya di cermin besar di hadapannya
Ia bingung Pada dirinya sendiri Selama ini, Galen merasa baik-baik saja ketika Naura bahkan tidak mengenalinya lagi untuk waktu yang sangat lama. Dan, ia baik-baik saja ketika hanya bisa memperhatikan cewek itu dari jauh walau keinginan untuk menyapa menghantuinya tiap kali mereka berpapasan. Namun, mengapa kini Arkan tidak merasa baik-baik saja ketika menyadari Naura selalu berusaha mencari Perhatiannya ?
Ada dua hal yang dicemaskan Arkan dengan keadaan ini. Yang Pertama, ia menyadari dirinya tidak baik-baik saja melihat kedekatan Naura dengan Kevin Ia merasa tidak tenang. la tidak suka cara Naura tersenyum kepada cowok selain dirinya. Ia cemburu Arkan mengakui itu.
Dan yang kedua yang Paling Arkan cemaskan, ia takut Naura hanya berpura-pura tertarik kepadanya dan akan Pergi menjauh ketika Arkan menyambutnya. Sebab, ia kenal betul bahwa Salsa bukan tipe cewek agresif
Arkan menegakkan Punggungnya Setelah membuang napas berat beberapa kali, ia keluar dari toilet dengan Perasaan yang masih sulit diredakan.
" Lo serius Nggak sih, Ra Target lo itu Kak Arkan. Bukan Kak Kevin Kenapa lo terus-terusan sama Kak Kevin, sih,"
Arkan buru-buru merapatkan Punggung ke dinding tepat di samping Pintu toilet Perempuan ketika tanpa sengaja mendengar Percakapan yang menarik Perhatiannya.
" Habis gimana, Nad, gue nggak bisa menghindar kalo Kak Kevin deketin gue.” itu suara Naura. Arkan yakin
" Tahan dulu, lah. Gue tahu lo sukanya sama Kak Kevin. Tapi, Please waktu lo udah nggak banyak lagi. Inget misi lo Ra,"
Arkan tercenung ketika mendengar bahwa Naura menyukai Kevin Sialan Terlebih lagi ketika ia mendengar kata Misi ikut disebut sebut. Misi apa ?
" Lo bisa bebas jalan sama Kak Kevin kalo Kak Arkan udah bilang suka sama lo.” Informasi ini membuat Arkan terkejut bukan main. Jadi, benar dugaannya bahwa Naura sedang menjalankan misi yang berkaitan dengannya?.
" Tapi kayaknya Kak Arkan udah mulai suka sama gue.” Itu suara Salsa lagi.
" Tahu dari mana lo ? Dia udah bilang suka sama lo,”
" Belum, sih. Tapi, tadi dia tanya tipe cowok yang gue suka seperti apa. Itu artinya dia tertarik sama gue, kan,”
" Ge er, Lo Selama Kak Arkan belum terang-terangan bilang suka artinya misi lo belum berhasil.” .
" iya, Ra Inget, ya, lo harus buat Kak Arkan bilang suka sama lo,”
Arkan menggeram kesal. Misi macam apa itu Siapa orang di balik misi sialan itu?
__ADS_1
...••••...