My Secret Admirer

My Secret Admirer
BAB 17 MENGUPAYAKAN SEGALA CARA


__ADS_3

.


...••••...


Motor yang dikendarai Arkan memasuki Pekarangan yang tampak sangat asri dan sejuk. Ia kemudian memarkirkannya di sebelah beberapa motor di sana.


Karena meminta Haris dan Jerry untuk membantu menyingkirkan Gina dan Cherry untuk sementara Arkan dan Haris bertukar kendaraan.


Naura baru saja turun dari boncengan Arkan Ia kehilangan kata-kata ketika menyadari sedang berada di mana saat ini.


Pekarangan ini masih sejuk seperti dahulu. Hanya luasnya yang sedikit berkurang karena sebagian lahan sudah dipenuhi Permainan anak seperti ayunan, Perosotan dan jungkat-jungkit


Lalu bangunan di hadapannya saat ini membuat rasa rindunya muncul kembali. Bangunan sederhana dengan dinding berwarna Putih itu membuat Naura seolah Pulang ke rumah Diperhatikannya Papan nama yang tidak jauh dari Posisinya Panti Asuhan Kasih Anugerah. Papan nama itu sudah tidak menggunakan Papan kayu seperti dahulu. Kini sudah dibuat sangat bagus dengan besi yang kukuh. Bayangkan sudah berapa lama Naura tidak datang lagi ke tempat tinggal lamanya ini ?


Naura tidak akan lupa saat ia harus menunggu giliran mandi karena kamar mandi yang hanya ada empat di tempat yang menampung banyak anak ini Juga, ketika ia menyapa teman kecilnya di taman belakang Naura bahkan tidak sabar untuk ke sana.


Naura merasakan ada yang meraih tangannya ketika ia hendak masuk ke rumah lamanya.


Arkan memutar tubuh Naura hingga menghadap kepadanya. Tangannya bergerak membantu Naura yang lupa melepas helm di kepala sejak turun dari motor.


" Lo Mau ngejarah Panti asuhan ? Mau masuk tapi helm Nggak dilepas.” Nada suara Arkan terdengar lunak, begitu juga tatapan matanya membuat Naura mendadak gugup tanpa sebab yang jelas.


" Makasih " balas Naura ketika Arkan sudah melepaskan helm dari kepalanya.


" Ra lama banget Tadi nyasar, ya," Kevin keluar dari bangunan Putih itu Berdiri di depan Pintu utama sambil memberi kode kepada Naura untuk segera masuk.


" Anak-anak udah Pada nungguin lo di dalam.”


" iya, Kak " sahut Naura kemudian kembali menghadap Arkan


" Kak Makasih udah nganterin aku Utang Permintaannya udah lunas, ya.”


" Kata siapa udah Lunas,"


" Eh "


" Permintaan gue itu Lo Pulang bareng gue Emangnya ini rumah lo,"


Naura terdiam beberapa saat Ada ya Permintaan aneh begitu ? Pikirnya


" Tapi aku bakalan lama di sini Kak Masih mau latihan drama sama anak-anak Panti.”


Arkan meletakkan helm Naura di spion motor Haris di dekatnya, kemudian berkata dengan sangat tenang.


" Gue tungguin lo sampai selesai latihan,"


" Beneran, Kak "


" Naura ayo " Kevin sudah mendekat dan kembali memberi kode untuk segera menghampiri.


Naura mengangguk kepada Kevin, lalu mengucapkan sesuatu kepada Arkan sebelum benar-benar masuk


" Kalo kelamaan nunggunya balik duluan juga Nggak apa-apa, Kak.” Galen menatap kepergian Naura hingga sosok itu memasuki bangunan Putih di depannya.


" Perlu berapa lama lagi gue nunggu lo,"


...•••••...


Setelah sejenak berkeliling Panti menyapa ramah setiap orang di sekitar Galen duduk di salah satu sudut ruangan. Dari tempatnya, ia memperhatikan Naura sedang mendongeng kisah Putri Salju kepada sekumpulan anak Panti.


Naura bercerita dengan sangat lancar seolah cerita itu sudah ia hafal di luar kepala. Jelas saja. Ia tidak mungkin lupa cerita yang selalu dibacakan untuk Luna kecil setiap malam.

__ADS_1


" Kakak jadi Putri Salju nya, aku jadi Pangeran nya,” kata bocah Laki-laki yang baru saja kehilangan gigi susu pertamanya beberapa hari lalu Senyumnya manis sekali. Ada lesung Pipit di sudut bibirnya.


" Oke " sahut Naura antusias.


" Aku juga mau jadi Pangeran nya.” Satu lagi bocah laki-laki bermata minimalis menyahut.


" Aku juga mau.”


" Aku juga "


" iya semua bisa jadi Pangeran," jawab Naura menengahi sambil mencolek satu Persatu hidung bocah laki laki di sekitarnya. " Dan semua bisa jadi Putri Salju,” lanjutnya sambil mengelus sayang kepala anak-anak Perempuan


Arkan memperhatikan dengan senyuman kecil. Sepertinya ia semakin jatuh cinta kepada sosok itu Naura Anastasya.


Naura mengakhiri cerita dongengnya ketika Ela dan tim meminta anak-anak Panti berlatih menyanyi. Dalam acara Pentas seni nanti, mereka akan menyanyikan lagu Jangan Menyerah yang dipopulerkan d’Masiv.


Naura duduk di salah satu kursi. Sambil memperhatikan anak Panti bernyanyi ia membuka grup ChitChat di Ponsel. Ia tidak sabar untuk mencari tahu hasil kerja Nadin dan Fira. Terlebih, ia sudah tidak sabar bertemu dengan Miracle.


Tanpa sapaan Pembuka Naura langsung menanyakan hal yang ingin diketahuinya. Beruntung Nadin dan Fira sedang online sehingga Pesan balasan masuk tidak lama kemudian


...anastasyaNaura...


...Gimana Nadin Fira fotonya udah dapet...


...Therealrealnadin...


...Gara-gara Fira, tuh, Ra...


...therealrealnadin...


...Ambyarrr, deh....


...FiraCantik...


...therealrealnadin...


...Kalo lo gak teriak-teriak di kuping gue juga gak bakal jatoh HP gue...


...FiraCantik...


...Enak aja Lo lebih heboh sampe garuk-garuk Pohon...


...therealrealnadin...


...Terus gimana lo yg tadi ngais2 tanah?...


...therealrealnadin...


...🫢...


...anastasyaNaura...


...Nad, Fir, tadi gimana ? Dpt fotonya...


...anastasyaNaura...


...JADI FOTONYA GIMANA...


...Therealrealnadin...


...Gagal deh...

__ADS_1


Naura menahan kesal di tempatnya Momen langka tadi rupanya tidak berhasil dimanfaatkan dengan baik oleh teman temannya. Bila begini bagaimana ia bisa bertemu dengan Miracle nya ?


" Ra, ke sini sebentar, deh.”


Naura meletakkan Ponsel di kursi kemudian bangkit menghampiri Kevin yang meminta bantuannya untuk menata barisan anak Panti. Bersamaan dengan itu, Arkan baru tiba di kursi yang ditinggalkan Naura. Diliriknya layar Ponsel Naura yang masih menyala, Arkan duduk di dekatnya kemudian meraih benda itu dengan Penasaran.


Ponsel dengan layar tampilan bergambar Pesawat mainan dari kertas itu membuat Arkan terpaku sesaat Sebuah Pop up Pesan yang muncul di sana menarik rasa ingin tahunya.


Sebuah Pesan masuk dari


...Miracle...


...Two weeks remaining....


Arkan terpaku cukup lama membaca Pesan itu. Dan, sebelum layar ponsel itu meredup dan terkunci, jari tangan Galen bergerak untuk mencari tahu lebih jauh siapa sosok di balik nama Miracle. Arkan membuka ruang obrolan Arkan dengan Miracle, menggeser isi Percakapan keduanya terus hingga atas dan berhenti tepat Pada sebuah misi yang diberikan Miracle untuk Naura lebih dari dua bulan lalu.


Ternyata benar dugaannya Naura sedang dikendalikan seseorang. Karena tidak mungkin tanpa alasan, Naura tiba-tiba saja ingin menarik Perhatiannya.


Arkan butuh waktu ekstra untuk menebak siapa sosok Miracle itu Namun, semua digagalkan oleh sebuah tangan yang merebut Ponsel di genggamannya dengan gerakan sangat cepat.


Naura Panik bukan main ketika mengetahui Arkan sedang meneliti Ponselnya. Apa Arkan membaca Percakapannya dengan Nadin dan Fira Apa Arkan sudah tahu bahwa selama ini ia hanya dimanfaatkan Naura untuk bertemu dengan Miracle nya ?


" Kakak Ngapain " Naura Panik sambil menatap layar Ponselnya yang kembali menampilkan gambar Pesawat terbang dari kertas. Jari tangannya tidak sengaja menyentuh tombol home ketika merebut Ponselnya tadi.


Arkan sebisa mungkin menguasai diri. ia melirik Naura datar kemudian berkata dengan nada yang sangat tenang.


" Lo Nggak Pakai autocorrect "


" Eh " Naura kebingungan.


" Berarti typo waktu itu memang disengaja,"


" Yang mana "


" Lo emang niat mau ngejek gue, kan,"


" Eh itu ... itu beneran Nggak sengaja, Kak.”


" Kenapa Nggak ngetik Kang Dingin aja sekalian ? Kalo mau ngejek jangan nanggung-nanggung.”


Naura kehabisan alasan untuk membela diri. Padahal ia kira Arkan sudah benar benar menganggap typo waktu itu hanya kesalahan yang tidak disengaja.


Beruntung sorak-sorai anak-anak menarik Perhatian keduanya. Baik Salsa maupun Arkan kini memperhatikan anak Panti yang tampak riang ketika Kevin memilih satu Persatu anak untuk memerankan kurcaci dalam drama Putri Salju


Baru enam yang terpilih dan Arkan langsung mendekat sebelum Kevin menunjuk satu anak lagi.


" Satu lagi biar Ken yang Peranin,"


Semua mata menoleh kepada Arkan


Kevin mengangkat alisnya tidak mengerti.


" Lo mau kamera lo diganti, kan,” kata Arkan kepada Kevin. " Kalo Ken dibiarin main, otomatis Mamanya bakal datang buat nonton. Saat itu, lo bisa minta ganti rugi kamera lo yang rusak langsung sama mamanya,"


" Yang harus ganti itu lo. Lo yang harus tanggung jawab,” sahut Kevin


" Ya, nanti gue bantu ngomong, yang bisa ganti cuma Mamanya Ken,"


Arkan menanti Persetujuan Kevin dengan tidak sabar.


Bila tidak bisa menjadi Pangeran-nya Naura di Pentas Putri Salju, Arkan akan mengupayakan segala cara untuk menggagalkan kemungkinan tentang ciuman kejutan sampai terjadi. Sekalipun harus mengumpankan Ken untuk kali kesekian.

__ADS_1


...••••••...


__ADS_2