
m sama sekali.
Kini ada dua kemungkinan yang m ketika diputusin sama Cowok yang masih lo sayang ? Biarin gitu aja ?
Tiba-tiba saja Pertanyaan Aston waktu itu terlintas di kepalanya
" Sedangkal itu belakang dengan Pandangan menatap ke luar jendela, ia tidak Peduli walau sedang menjadi Pusat Perhatian seisi bus Penampilannya dengan gaun hitam sepanjang lutut juga Polesan make up di wajah tentu menarik Perhatian banyak orang. Namun Naura justru sibuk dengan Pikirannya sendiri
Hari itu Naura kecil kembali menghampiri teman barunya dengan senyuman riang seperti biasa di
Perhatiannya
Ada sebuah foto masuk ke Ponselnya Foto yang beberapa waktu lalu dimintanya dari Kevin yang kini sukses membuat Naura tidak berkedip menatap layar Ponsel. Tampaknya dugaannya benar
Naura buru-buru m tangan dari wajah. Naura masih menunduk dan menemukan lipatan kertas berbentuk Pesawat ada di dekat kakinya.
Ia meraih benda itu, lalu matanya menjelajah ke sekitar berharap menemukan siapa yang baru saja melemparkan Pesawat kertas ini ke arahnya. Namun ia tidak menemukan siapa pun di dekatnya.
Dengan tangan yang bergetar serta sisa tangis yang belum reda Naura membuka lipatan kertas di tangannya Ia langsung dapat mengenali tulisan tangan seseorang di sana. Ditambah kalimat yang tertera sungguh membuat air matanya tumpah seketika
...Jangan menangis lagi...
__ADS_1
Naura langsung bangkit. Ia yakin Arkan ada di sini, di Panti ini. Ia yakin Pesawat kertas ini milik Arkan
Kini Naura berlari ke luar dengan wajah masih basah karena air mata. Matanya bergerak lincah menatap sekeliling untuk menemukan sosok Arkan Kakinya terus melangkah hingga membawanya berkeliling dan berakhir di taman belakang yang Penuh kenangan bersama teman kecilnya dahulu.
Tidak kunjung menemukan Arkan Naura semakin menangis sedih. Ia takut bila ini hanya harapannya yang terlalu besar untuk bertemu dengan Arkan Padahal sesungguhnya Arkan tidak benar-benar ada di sini saat ini.
Naura duduk di bangku taman yang dahulu sering diduduki bersama Arkan Kemudian, ia menatap Ponselnya. Jari jari tangannya bergerak mencari kontak Arkan di sana. Satu kali ini saja biarkan Naura mendengar suara Arkan untuk kali terakhir. Naura berjanji besok tidak akan mengganggu Arkan dengan Cherry. Jadi cukup Malam hari ini Biarkan Naura mendengar suara dingin itu sekali ini saja
Nada sambung terdengar dari ujung Ponsel Naura bersamaan dengan nada dering yang terdengar dekat sekali Naura menoleh dan menemukan Ponsel hitam berdering di sisi bangku taman yang ia duduki.
Naura terdiam sambil memperhatikan benda yang masih berbunyi nyaring di dekatnya itu. Pandangan yang mengabur karena air mata rupanya membuat ia tidak menyadari bahwa ada Ponsel yang tergeletak di ujung bangku taman sejak tadi.
Ia meraih benda itu, lalu matanya menjelajah ke sekitar berharap menemukan siapa yang baru saja melemparkan Pesawat kertas ini ke arahnya. Namun ia tidak menemukan siapa pun di dekatnya.
Dengan tangan yang bergetar serta sisa tangis yang belum reda Naura membuka lipatan kertas di tangannya Ia langsung dapat mengenali tulisan tangan seseorang di sana. Ditambah kalimat yang tertera sungguh membuat air matanya tumpah seketika
Jangan menangis lagi
Naura langsung bangkit. Ia yakin Arkan ada di sini, di Panti ini. Ia yakin Pesawat kertas ini milik Arkan
Kini Naura berlari ke luar dengan wajah masih basah karena air mata. Matanya bergerak lincah menatap sekeliling untuk menemukan sosok Arkan Kakinya terus melangkah hingga membawanya berkeliling dan berakhir di taman belakang yang Penuh kenangan bersama teman kecilnya dahulu.
__ADS_1
Tidak kunjung menemukan Arkan Naura semakin menangis sedih. Ia takut bila ini hanya harapannya yang terlalu besar untuk bertemu dengan Arkan Padahal sesungguhnya Arkan tidak benar-benar ada di sini saat ini.
Naura duduk di bangku taman yang dahulu sering diduduki bersama Arkan Kemudian, ia menatap Ponselnya. Jari jari tangannya bergerak mencari kontak Arkan di sana. Satu kali ini saja biarkan Naura mendengar suara Arkan untuk kali terakhir. Naura berjanji besok tidak akan mengganggu Arkan dengan Cherry. Jadi cukup Malam hari ini Biarkan Naura mendengar suara dingin itu sekali ini saja
Nada sambung terdengar dari ujung Ponsel Naura bersamaan dengan nada dering yang terdengar dekat sekali Naura menoleh dan menemukan Ponsel hitam berdering di sisi bangku taman yang ia duduki.
Naura terdiam sambil memperhatikan benda yang masih berbunyi nyaring di dekatnya itu. Pandangan yang mengabur karena air mata rupanya membuat ia tidak menyadari bahwa ada Ponsel yang tergeletak di ujung bangku taman sejak tadi.
Naura Perlahan mendekat. Matanya mengerjap, menumpahkan sisa-sisa air yang masih menggenang di Pelupuknya yang menghalanginya membaca jelas sebuah nama yang tertera di Ponsel yang masih berdering itu.
Dan, kini Naura bisa membaca jelas tampilan nama seseorang di Ponsel hitam tersebut.
Miracle-nya Blebug Blebug calling
•••••
Dan, kini Naura bisa membaca jelas tampilan nama seseorang di Ponsel hitam tersebut.
Miracle-nya Blebug Blebug calling
...•••••...
__ADS_1