
Pagi hari Rakana bangun terlebih dahulu, ia melihat istrinya yang tengah terlelap cantik di sana, Rakana tersenyum bahagia apalagi mengingat semalaman mereka menghabiskan malam penuh membara.
"Kamu pasti lelah." Bisik Rakana seraya mengusap rambut istrinya itu, tak ada pergerakan, berarti memang Rayna begitu lelap dalam tidurnya.
Rakana meraih handphone nya lalu mengaktifkan nya, ia akan menghubungi seseorang.
Memencet nomor yang biasa ia gunakan jasa nya, seseorang yang sudah bekerja sebagai mata-matanya. Rakana melihat ke arah Rayna untuk memastikan istrinya itu masih tertidur.
Rakana berjalan ke arah balkon, lalu memencet sebuah nomor yang langsung di jawab oleh pemilik nomor itu.
"Cari tahu tentang laki-laki bernama Yoga, dia mantan kekasih istri ku Rayna." Ucap Rakana.
"Cari kesalahan dia sekecil apapun itu, buat dia di pecat dari pekerjaannya, dan buat dia memiliki urusan dengan rentenir dan kehidupannya perlahan hancur, aku ingin dia merasakan bagaimana hidup menderita seperti istri ku dulu!" Titah Rakana dengan dingin.
"Baik tuan." Jawabnya di seberang sana.
Panggilan pun terputus, Rakana menatap ke arah depan dengan tatapan dingin nya.
"Aku akan membalaskan dendam istri ku pada laki-laki itu, dia sudah berani menyakiti perasaan Rayna dan menghancurkan hidupnya. Walaupun aku terlambat mengetahui hal ini, tapi sekarang pembalasan itu akan segera di mulai." Batin Rakana penuh geram, ia akan membuat Yoga hancur tanpa sepengetahuan Rayna.
Kembali ke dalam kamar, Rakana melihat Rayna yang masih terlelap, ia tersenyum lalu melangkah mendekati Rayna.
Kecup-kecup Rakana mencium kepala Rayna.
"Hei putri tidur, apa tidak akan bangun?" Tatap Rakana dengan senyuman bahagia.
Rayna tak bergerak sedikit pun. "Ya ampun ternyata istriku ini kebo ya." Goda Rakana menoel-noel hidung kecil istrinya.
Rayna menggeliat pelan karena merasa terganggu ia pun mengusap-usap pada hidung yang terasa gatal, Rayna belum sadar jika Rakana suaminya yang mengganggunya.
"Hemmm sepertinya aku harus membangunkan istri ku ini dengan cara lain." Gumam Rakana dengan senyum jahil nya.
Rakana menyibak sedikit selimut yang menutupi tubuh Rayna yang tidak menggunakan sehelai benangpun, saat terbuka ia langsung melihat sebuah pemandangan yang semalam ia nikmati.
Tanpa menunggu lama, Rakana mengecup-ngecup buah segar itu dengan bibirnya, Rayna kembali menggeliat sedikit namun masih belum sepenuhnya sadar. Rakana mengulum biji buah Rayna dengan bibirnya dan menghisap dengan pelan, namun ternyata tubuh nya langsung bereaksi seperti saat malam. Rakana yang tadi hanya ingin membangunkan Rayna dengan menggodanya malah membangunkan sesuatu yang ada pada dirinya terbangun dengan tinggi.
Rakana semakin menikmati biji buah itu seakan ia kehausan. Selain biji buah ia kulum, buah satunya lagi ia remas dengan sangat lembut.
"Ehhh." Rayna mengeluh dan menggeliat karena ia merasa ada yang tengah memainkan dua buah segar nya.
Rayna langsung membuka kedua matanya yang langsung melihat pemandangan kepala suaminya yang tengah asyik memainkan buahnya.
"Pak Rakan..." Desis Rayna, mencoba menjauhi kepala suaminya itu, namun ia akui jika dirinya sedikit panas karena ulah Rakana itu.
Rakana tetap melanjutkan aksinya itu. "Ah sudah pak Rakan." Ucap Rayna dengan suara geli dan tawa nya karena suaminya itu malah sengaja membuat ia kegelian dan tentunya membuat ia menjadi semakin terasa panas.
__ADS_1
"Aku mau mandi." Kilah Rayna mencoba melepaskan Rakana agar tidak berlanjut.
Rakana melepaskan bibirnya dari buah istrinya itu lalu menatap wajah istrinya dari bawah dagu Rayna.
Cup. Rakana mengecup buah segar milik istrinya yang ada di dekatnya itu.
"Masih sakit?" Tanya Rakana menatap istrinya kembali dengan suaranya yang parau dan berat.
"Apa?" Rayna tak mengerti.
Rakana langsung mengusap bagian bawah Rayna dengan lembut Rayna terkejut dan sedikit malu.
"Apa ini masih sakit?" Kembali Rakana bertanya dengan tangan yang masih mengusap lembut.
Semburat merah merona terpancar dari wajah Rayna. "Pak Rakan!" Protes Rayna dengan malu.
"Hemmm panggil aku sayang, sekarang aku adalah suami mu bukan bos mu lagi." Pintanya menatap sang istri.
Rayna mengangguk patuh, ia bagai terhipnotis oleh tatapan suaminya itu.
"Bolehkah kita melanjutkan yang semalam?" Ijin Rakana memintanya.
"Aku menginginkannya lagi sekarang." Parau Rakana dengan terus mengecup dua buah segar yang ada di hadapannya.
Sebenarnya Rayna ingin menolak karena merasa bagian bawahnya masih terasa panas dan sakit, namun suaminya terlihat sangat menginginkannya, ia tak tega dan tak mau membuat suaminya itu merasa kecewa.
***
Tiga bulan kemudian, Rayna menjalani pernikahannya dengan Rakana begitu bahagia. Selain hutang nya selama ini pada Rakana mantan bos nya itu lunas ia pun menjadi istri yang paling bahagia saat ini.
"Sayang, sarapan paginya sudah siap?" Teriak Rayna memberi tahukan suaminya yang masih berada di dalam kamar. Mereka sengaja tinggal di sebuah apartemen berdua saja, pelayan yang ada di rumah besarnya hanya datang sesekali jika Rakana membutuhkannya. Selebihnya Rayna lah yang mengurusi kebutuhan Rakana selama ini.
"Sayang." Rayna membuka pintu kamarnya karena tak mendengar jawaban dari Rakana.
"Sebentar lagi aku selesai." Jawab Rakana tengah sibuk dengan dandanan nya. Ia tengah menyemprotkan parfum mahal nya.
Rayna mendekat ke arah Rakana melihat penampilan sang suami yang santai namun terkesan mahal dan membuat suaminya itu selalu terlihat tampan dan keren.
"Kenapa?" Rakana berbisik seraya menengok ke arah samping, dimana istrinya berada tengah menatap penampilan nya di cermin.
Rayna memeluk tubuh tinggi Rakana dari belakang secara tiba-tiba, membuat Rakana tersenyum melihat pantulan tubuh mereka di cermin.
"Kenapa suami ku tampan sekali sih!" Sebal Rayna di belakang tubuh Rakana memeluk erat tubuh laki-laki itu.
"Karena Daddy dan momiku pasangan berkualitas." Jawab Rakana dengan senyum menggoda nya.
__ADS_1
"Bisa tidak suamiku itu jelek sedikit saja." Rayna memberenggut.
"Penampilan itu nomor satu. Lagi pula kalau sudah tampan seperti ini sulit untuk menjadi jelek." Jawab Rakana dengan narsis membuat Rayna sebal.
"Kesal kan jadinya." Kesal Rayna dengan cemberut namun pelukannya semakin erat pada tubuh suaminya itu.
Rakana menarik kedua tangan istrinya yang berada di perut nya agar pelukan padanya semakin erat, ia pun mengusap-usap tangan itu dengan lembut.
"Kamu takut aku berpaling pada perempuan lain?" Tanya Rakana yang mengerti kekhawatiran istrinya, Rayna mengangguk di punggung Rakana.
"Aku tidak akan melakukan hal itu sayang. Untuk apa aku tertarik pada perempuan lain, sedangkan istri ku saja sudah memenuhi segala kebutuhan ku." Rakana mencoba membuat istrinya percaya.
"Tapi perempuan di luar sana pasti menggoda iman." Jawab Rayna.
Rakana tersenyum. "Ya memang. Tapi aku tidak tertarik."
"Awww." Rakana mengaduh karena Rayna mencubit nya dengan ukuran sangat kecil namun dengan tenaga super kuat.
Rakana menarik tangan Rayna untuk ia bawa ke hadapan nya.
"Berani ya kamu?" Tatap Rakana dengan gemas.
"Nyubit gak termasuk kdrt kan." Kilah Rayna dengan wajahnya yang lucu di mata Rakana.
"Tapi kenapa aku di cubit, aku kan tidak melakukan kesalahan." Rakana berpura-pura tak terima.
"Jangan bicara tidak tertarik pada perempuan lain di depanku, tapi di belakang malah macam-macam." Sebal Rayna dengan memberenggut.
"Aku kan memang tidak macam-macam." Jawab Rakana santai dia memang laki-laki setia.
Rayna memicingkan kedua matanya menatap kejujuran Rakana.
"Awas saja kalau macam-macam, aku sunat kamu dua kali." Ancam Rayna, Rakana bukannya marah dengan ancaman istrinya itu dia malah tergelak melihat cemberut nya wajah Rayna.
Rakana menarik tubuh istrinya yang tengah dalam mood buruk sangka. Ia memeluk erat tubuh kecil Rayna.
"Istri ku terlalu banyak menonton drama perselingkuhan." Gumam Rakana yang tahu sekali jika istrinya selalu mengisi waktu senggangnya dengan menonton drama. Rayna menepuk bagian belakang tubuh Rakana sebagai protes nya.
"Aku tidak akan berpaling dengan siapapun, kamu istriku satu-satunya." Ucap Rakana dengan sangat yakin. "Dan jika menonton drama jangan terlalu dalam, itu semua hanya sebuah cerita." Lanjut Rakana.
"Tapi kan itu cerita yang di angkat dari sebuah kisah nyata." Jawab Rayna.
"Iya ada yang nyata tapi kisah itu bukan kisah cinta kita, kisah cinta kita itu kisah yang romantis dan penuh cinta." Jawab Rakana mengeratkan pelukannya.
Rayna tersenyum di dalam pelukan suaminya itu, ia bahagia benar-benar bahagia, dan semoga kebahagiaan mereka selalu seperti itu sampai tua nanti.
__ADS_1
Rayna merenggangkan pelukannya lalu menatap Rakana. "Janji?"
"Aku tidak mau berjanji untuk hal seperti itu, tapi aku akan berusaha menepati janji suci pernikahan ku untuk membahagiakan kamu." Jawab Rakana dengan tatapan penuh cinta nya, membuat Rayna tersenyum malu.