
Sore itu, Nina melangkahkan kakinya dengan cepat meninggalkan rumah sakit. Ia mengambil ponselnya dan menghubungi seseorang.
“Selamat sore, Mr. Lusiana. Jadi kita bertemu hari ini?” Nina berbicara sambil duduk di jok kemudi mobilnya, meletakkan tasnya di jok penumpang di sampingnya.
"…................"
“Baik Pak. Alpha Café Hotel Mirage.” Mobil di-starter.
"…......….........."
“Sampai bertemu, Pak.” Klik. Nina menutup teleponnya dan langsung menggerakkan menuju hotel yang telah ia dan Daniel Lusiana sepakati.
Setibanya di café itu, Nina melihat Daniel sudah duduk dengan secangkir kopi di hadapannya. Daniel tersenyum saat Nina memasuki café.
“Selamat sore, Nona.” Daniel menyapa Nina sambil menarikkan kursi untuk Nina duduk. Nina tersenyum sambil duduk di kursi yang disiapkan oleh Daniel.
“Ini suratnya, Pak.” Nina menyodorkan surat kuasa yang telah ditandatangani oleh Alex, yang menyatakan tentang penyerahan Midas dibawah kendalinya.
Daniel melihat surat tersebut dan tersenyum tipis. Ia meletakkan surat itu diatas meja.
“Well done. Next, apa yang kau inginkan?”
“Pengalihan harta Midas Corp. ke Crystal Inc.” Ujar Nina tenang.
__ADS_1
Daniel tersenyum tipis.
“Accepted. Upahku?” Tanyanya dengan senyum menggoda.
Nina tersenyum manis, namun jantungnya berdebar. Ya Tuhan, apakah aku harus kembali melakukan ini?
“Malam ini?” Tanya Nina, telapak tangannya mulai dingin.
Daniel tersenyum.
“Room 601.” Ujarnya pelan, senyum kembali menghiasi bibirnya.
Mereka berdua menuju kamar yang sudah di-booking oleh Daniel. Selama perjalanan menuju kamar, Daniel merangkul pinggang Nina dengan posesif.
“Kau sudah siap?” Bisiknya sambil menempelkan passcard di pintu kamar. Nina hanya tersenyum gugup melihat betapa bersemangatnya Daniel.
Daniel mulai menangkap bibir Nina saat passcard sudah terpasang di tempatnya didalam kamar, membuat lampu kamar berpendar temaram. Tangannya menjelajah, mendesak Nina ke arah tempat tidur.
Waktu terus berjalan, pergulatan yang sudah dimulai sejak Nina terbaring di ranjang, semakin lama semakin memanas. *******, lenguhan dan pekikan memantul lembut di dinding kamar. Mungkin inilah sebabnya mengapa Daniel mengambil kamar yang paling pojok dan tersembunyi. Kamar 601.
Nina meremas keras rambut Daniel saat ia tiba di puncak gairahnya. Hujaman Daniel yang semakin dalam, membuat Nina melenguh. “Perlahan,” bisiknya lemah, “Bayiku. Kandunganku.”
__ADS_1
Daniel terkejut, ia melembutkan sentuhannya ke tubuh Nina. Hingga akhirnya ia berhasil menuntaskan hasratnya namun menahan nafsunya untuk segera mencapai kenikmatan dunia.
Daniel segera melepaskan diri setelah mereka berdua telah mencapai puncak nirwana.
“Kau hamil. Anak Alex?” Ucapnya sambil mengenakan bathrobe-nya.
Nina mengangguk sambil menggulung tubuhnya dengan selimut.
“Aku sudah mengabulkan permintaanmu. Selanjutnya, bantu aku untuk kembali menghidupkan Crystal Inc.” Ujar Nina pelan, namun di matanya Daniel dapat melihat tekadnya yang kuat untuk mewujudkan impiannya.
Daniel tersenyum, ia kembali membaringkan tubuhnya di tempat tidur, di samping Nina. Diraihnya perempuan itu dan dimasukkannya ke dekapannya, menyandarkan kepala Nina di dadanya.
“Tentu saja, kau sudah membayarku dengan harga yang sangat mahal.” Ucapnya sambil mengecup kepala Nina.
Nina berbaring dengan nyaman dalam pelukan Daniel. Ia lelah namun puas, satu persatu keinginannya mulai terwujud. Walaupun ia harus membayar dengan harga dirinya.
🌹🗡️🌹
Beberapa hari kemudian, kegemparan terjadi di Midas Corp. Pemindahan dana secara besar-besaran terjadi dari Midas ke kartel mafia dimana Alex menjadi anggotanya, dan pengalihan asset juga terjadi karena Midas dinilai tidak mampu membayar penalty atas kegagalan proyek impor Clarissa, Blackie dan Goliath.
Midas Corp berada di ambang kehancuran karena kehilangan liquid money dan asset. Dan disaat yang sama, terdapat suntikan dana besar-besaran ke rekening Crystal Inc, sebuah perusahaan kecil di bawah Midas Corp yang selama ini terkesan ‘hidup segan mati tak mau’. Perusahaan itu adalah perusahaan milik keluarga Clementine di masa lalu.
Nina tersenyum lebar. Dua keinginannya terwujud, menenggelamkan Midas dan membangkitkan Crystal. Membangkitkan kembali nyawa ayahnya.
__ADS_1