Nina Sang Sekretaris Pengkhianat

Nina Sang Sekretaris Pengkhianat
Terkuaknya Rahasia Nina


__ADS_3

Sudah beberapa hari ini Nina tidak mengunjungi Alex. Alex menunggu dengan gelisah di rumah sakit, karena selain Nina tidak ada yang mengunjunginya. Tidak juga Tuan Stephen dan Nyonya Brigitte.


 


Ting! Sebuah pesan masuk ke ponsel Nina yang saat itu sedang berada di kantor Crystal Inc.


 


[Selamat pagi, Bu. Saya Perawat Nur dari RS. Medica Miracle. Ada pesan dari Pak Alex, minta Ibu mampir ke rumah sakit.] Bunyi pesan itu terbaca oleh Nina.


 


Nina menimbang-nimbang, perlukah mengunjungi Alex lagi? Alex sudah tidak berguna lagi untuknya. Kekuasaan Midas sudah ditangannya.


 


[Saya belum sempat, tolong infokan ke Pak Alex. Kalau ada waktu, saya akan mampir.] Nina mengirimkan pesan itu kepada perawat rumah sakit. Setelah itu, ia kembali bekerja. Begitu banyak yang harus diselesaikannya, untuk kembali memulihkan Crystal Inc. dan memantapkan posisinya seperti dulu saat Crystal Inc. masih dibawah kendali papa Nina.


 


🌹🗡️🌹


 


Alex mengamuk ketika mendapatkan jawaban Nina melalui perawat yang dimintainya tolong untuk menghubungi Nina. Namun karena fisiknya yang belum banyak perubahan, Alex hanya bisa menggeram dan kemarahan itu terpancar dari matanya. Membuat takut para staff medis yang bertugas merawatnya.


 


Sedang apa perempuan itu? Kenapa ia mulai tidak peduli lagi padanya? Jangankan bermanja-manja lagi seperti dulu, datang mengunjunginya saja tidak.


 


Hingga suatu ketika, sang direktur keuangan menyambangi Alex di rumah sakit. Alex melihatnya dengan heran, sejak ia masuk penjara saat penangkapan pertama baru kali ini karyawannya selain William dan Nina menjenguknya.


 


Mata Alex melebar mendengar penuturan direkturnya. Giginya bergemeletuk menahan emosi. Sekali lagi, ia memanggil Nina, kali ini melalui direktur keuangan itu. Ia ingin meminta penjelasan Nina, apa yang sebenarnya terjadi, mengapa Nina membuat keputusan yang membahayakan Midas.


 


Lagi-lagi Nina tidak menggubris panggilan Alex. Kemarahan Alex semakin berkobar. Ia ingin meminta tolong perawat itu lagi untuk memanggil papanya, namun ia memikirkan kondisi Tuan Stephen yang sudah tua. Alex jadi mengurungkan niatnya.


 


Akhirnya Alex meminta si perawat untuk memanggilkan kepala rumah sakit. Ia memutuskan untuk mengikuti rehabilitasi medis, Alex ingin sembuh seperti semula untuk kembali menguasai Midas Corp.


 


🌹🗡️🌹


 


Dari hari ke hari, kondisi Midas Corp semakin memburuk. Perusahaan dililit hutang yang cukup besar karena kegiatan operasionalnya tidak terawasi. Para pemegang saham mulai menuntut pertanggungjawaban Direksi atas kerugian yang muncul, bahkan beberapa diantara mereka ada yang ingin menarik sahamnya.

__ADS_1


 


Nina tetap fokus memperbaiki dan mengembangkan Crystal. Ia sudah sepenuhnya tidak peduli pada Midas. Panggilan-panggilan di ponselnya yang berasal dari Midas diacuhkannya.


 


Tidak tahan dengan keadaan ini, sang direktur keuangan kembali membuat pergerakan. Kali ini ia melaporkan situasi genting Midas Corp kepada Tuan Stephen.


 


Tuan Stephen bergerak cepat. Ia menyambangi Nina di kantor Crystal Inc.


 


“Maaf, Bu. Tuan Stephen menunggu anda di ruang meeting.” Asisten Nina di Crystal Inc, Rosa, mengabarinya saat Nina tiba di kantor Crystal.


 


Nina terkesiap. Setelah menguatkan hatinya, Nina memasuki ruang meeting untuk menghadapi Tuan Stephen.


 


Tuan Stephen memandangi Nina yang berjalan masuk ke ruang meeting. Ia merasa ada yang berubah dari tubuh Nina. Dia sedikit lebih gemuk, gumamnya. Lalu pandangannya turun ke perut Nina yang sedikit membuncit. Perempuan ini, jangan-jangan dia…


 


“Kau hamil?” Tanya Tuan Stephen ragu-ragu.  


 


 


Wajah Tuan Stephen memucat, bola matanya membesar.


 


“Apakah itu… Anak Alex?” Ucapnya lagi, jantungnya berdebar keras.


 


Nina tersenyum dan mengelus perutnya. “Sudah jalan empat bulan.” Jawabnya pelan, tapi seperti bunyi geledek di telinga Tuan Stephen.


 


Tuan Stephen sontak berdiri. Ia lupa dengan tujuan utamanya mendatangi Nina di kantor ini.


 


“Kau tidak memberitahuku? Kau sedang mengandung cucuku, tapi kau tidak datang kepadaku?” Teriaknya, tak mampu menahan emosi.


 


“Untuk apa?” Potong Nina. “Alex sendiri tidak memberitahukanmu, kan? Alex sudah tahu anak ini ada. Bahkan ia sudah memberikan Midas padaku sebagai imbalan atas hadirnya anak ini.” Ucap Nina sambil tersenyum sambil meletakkan surat kuasa yang ditandatangani oleh Alex.

__ADS_1


 


Tuan Stephen segera merampas surat itu, membacanya cepat dan merobek-robeknya. Nina tertawa melihatnya.


 


“Aku bisa menyediakan seribu surat seperti itu, Tuan, kau bisa merobek-robeknya sepuas hati. Surat itu hanya salinan, untuk surat aslinya sudah dipegang oleh pengacaraku.” Nina tersenyum manis, membuat Tuan Stephen semakin marah.


 


“Kau… Kau! Kenapa kau bertindak seperti ini? Alex begitu sayang padamu. Dia sampai mengorbankan Mia demi kau! Kenapa kau malah menghancurkan Midas?” Teriak Tuan Stephen murka.


 


“Sayang? Dia tidak sayang padaku! Dia menggauliku hanya untuk memenuhi nafsunya, menyuruhku melahirkan anak ini hanya untuk mewujudkan ambisinya untuk punya penerus baru. Semuanya bukan karena cinta!“ Teriak Nina lantang dihadapan Tuan Stephen. Ia tidak lagi menahan emosinya. Apa yang selama ini dirasakannya, mulai diumbar di hadapan Tuan Stephen.


 


“Dan Midas, memang harus hancur!” Desis Nina penuh dendam. Ia berjalan mendekati Tuan Stephen yang terpaku, tidak percaya dengan mata dan telinganya. Nina yang selama ini dilihatnya begitu lemah lembut, seketika berubah menjadi iblis jahat.


 


“Kau tidak mengenaliku, Tuan?” Bisiknya lembut namun terasa begitu mengancam. “Aku, Karenina Crystal Clementine. Apakah namaku berarti sesuatu untukmu?”


 


Tuan Stephen terdiam. Dia merasa pernah mendengar nama itu.


 


“Thomas Clements adalah ayahku.” Sambung Nina.


 


Deg! Jantung Tuan Stephen seperti berhenti berdetak. Ia menatap penuh horror pada Nina yang kini tersenyum sinis.


 


“Ah, kau sudah ingat rupanya.” Nina menyandarkan bokongnya di meja meeting sambil tangannya bersedekap didepan dadanya. “Crystal Inc. adalah milik ayahku. Kau merebutnya dengan cara licikmu lalu membunuh ayahku. Karena kau, ibuku tidak tahan dan meninggal karena tekanan batin. Kakakku menderita gangguan jiwa karena rasa bersalah akibat hilangnya Crystal. Tapi setelah di tanganmu, seperti seorang vampir kau menyedot kekayaan Crystal untuk membesarkan Midas Corp. Jadi, adilkan bila sekarang aku menyedot kekayaan Midas untuk kembali membesarkan Crystal?” Ucap Nina lantang.


 


Tuan Stephen jatuh terduduk. Bagaimana ia dan orang-orangnya tidak mengenali Nina selama ini? Ia hanya mengetahui sepak terjang Nina sebagai perempuan simpanan Alex, tidak menyadari betapa berbahayanya perempuan itu sebenarnya.


 


“Dan satu lagi, Tuan Stephen yang terhormat.” Nina kembali berjalan mendekati Tuan Stephen, yang kembali menatapnya dengan tatapan penuh kemarahan. Wajahnya sudah memerah dan tangannya berkeringat dan bergetar.


 


“Sharon,” bisik Nina pelan, “Aku yang membuat Sharon mabuk sampai dia kecelakaan di tengah jalan. Sharon adalah nyawa pengganti untuk nyawa ayahku!”


 

__ADS_1


Deg! Jantung Tuan Stephen kembali berdetak kencang, matanya melotot dan seluruh tubuhnya berkeringat. Tangannya sontak meremas jantungnya yang tiba-tiba terasa sakit, kejutan yang bertubi-tubi ini terlalu berat baginya. Seketika, Tuan Stephen ambruk dari kursinya. Ia pingsan.


__ADS_2