Pangeran Dari Dunia Lain

Pangeran Dari Dunia Lain
Akhirnya Pulang Setelah Bertahun-tahun


__ADS_3

Untuk pertama kalinya berada jauh dan sendiri di kota yang asing ini tidak mudah. Menyesuaikan diri dengan lingkungan dan orang-orang di sekitar asrama dan kantor. Dengan beberapa orang yang nampak kurang bersahabat. Aku mencoba untuk tidak menghiraukan masalah itu. Karena di sini juga masih ada teman lain yang peduli padaku.


Satu tahun berlalu dengan cepat. Setelah setahun bekerja sebagai karyawan, memasuki tahun kedua aku diberi kepercayaan. Aku mendapat kenaikan jabatan dengan kontrak kerja selama dua tahun. Aku sungguh sangat beruntung. Teman-temanku di sini juga ikut mendukung. Pada tahun ini aku mulai hidup sendiri. Meninggalkan asrama dan menyewa sebuah apartemen kecil. Waktuku akan lebih banyak dan lebih bebas daripada berada di asrama karyawan dengan beberapa aturan ketat. Selama ini aku tetap menjalin komunikasi dengan Edgar. Aku juga sering memberi kabar lewat telepon pada bibi Jane dan juga Sienna. Sienna sudah setahun di Jackville. Dan sudah beberapa kali pulang ke Losta. Sementara aku masih akan terus di sini sampai dua tahun ke depan. Aku baru bisa pulang setelah kontrak kerja ku habis. Meski jauh dari rumah dan sahabat-sahabatku, tapi aku senang. Aku sangat menikmati hidupku di sini. Dengan kesibukan kerja aku bahkan mulai melupakan kesedihanku atas kehilangan Wallace. Bahkan terkadang aku mendoakannya supaya dia tenang dan bahagia di alam sana. Serta vcd yang diberikan Edgar juga cukup mengobati rasa rinduku pada Losta. Aku selalu membukanya saat aku rindu pada mereka. Aku sudah kembali menjadi diriku lagi.


Tiga tahun, empat tahun akhirnya berlalu. Di mana kontrak kerja ku selesai. Pimpinan perusahaan sangat puas dengan hasil kerja ku. Ia memperpanjang kontrak kerjaku sampai tiga tahun ke depan. Namun setelah berpikir sesaat aku meminta penawaran mengambil kontrak untuk setahun saja.


"Pak, tahun depan aku berencana untuk pulang ke kota kelahiran ku dan berlibur beberapa lama di sana," aku menjelaskan pada pimpinan.


Untungnya pimpinan setuju dan mengabulkan permintaanku.


"Baiklah, aku beri kamu kontrak satu tahun lagi. Tahun depan kamu bisa pulang dan berlibur selama yang kamu mau. Dan setelah itu kamu bisa kembali ke perusahaan. Aku akan memperpanjang kontrak selama tiga tahun ke depan. Aku harap kamu siap!" ujar Pimpinan perusahaan tersebut.


"Baik. Terima kasih, Pak!" balasku.


Di suatu hari saat aku sedang beres-beres di apartemen. Edgar menelepon dan protes dengan keputusanku.


📲[Apa? Setahun lagi? Aku kira kamu akan pulang tahun ini!] Suara Edgar di telepon.


"Aku baru akan pulang tahun depan! Apa itu masalah?" tanyaku.


📲[Tidak ada masalah. Hanya aku sudah tak sabar ingin bertemu denganmu. Sudah empat tahun kita tidak bertemu! Kamu sangat pelit tidak pernah mengirimkan satu foto pun padaku!] kata Edgar dengan suara menggerutu.


"Hahahaha .... Aku tidak ingin terlihat buruk di depan kamera. Kamu tahu aku selalu malu melihat rekaman diriku sendiri dalam vcd yang kamu berikan!" kataku.


📲[Kamu masih sering membukanya? Apa ku bilang itu akan mengobati rasa rindumu pada Losta, bukan?! Begitu juga aku, aku selalu membuka vcd itu saat aku merindukanmu. Aku sangat senang melihatmu yang sedang bernyanyi dan tertawa lepas. Aku bahkan tidak pernah bosan mendengar suaramu.]


"Sudah tidak perlu menggombal. Aku masih ada kerjaan. Kita bicara lain kali lagi, ya! Bye ...," ujarku.


📲[Baiklah, jaga dirimu. Bye ....] Telepon ditutup. Aku kembali dengan kesibukanku.


.......


.......


.......


.......


Satu tahun telah berlalu. Tahun yang ditunggu-tunggu akhirnya tiba. Di mana aku akan pulang ke Losta. Setelah mengurus surat dan berpamitan dengan pimpinan perusahaan. Aku bersiap mengemasi barangku di apartemen. Besok pagi aku akan pulang dengan pesawat paling pagi. Aku hanya memberitahukan kepulanganku pada bibi Jane. Karena tak mau mengganggu pekerjaan Sienna dan Edgar jadi aku pulang diam-diam.


...*****...


Aku tiba di bandara Losta. Kemudian dengan taksi pulang ke rumah bibi Jane. Suasana di depan rumah nampak sepi. Pintu rumah tertutup. Aku baru akan memencet bel saat pintu kemudian terbuka. Bibi Jane muncul dari dalam dengan senyum mengembang memelukku dengan penuh kerinduan.


"Eriza .... Akhirnya kamu pulang! Bibi sudah sangat rindu padamu. Dan lihat kamu sekarang sudah dewasa!" ujar bibi Jane dengan perasaan bangga.

__ADS_1


"Bibi, aku rindu sekali!" kataku sambil memeluknya erat.


"Ayo, masuk! Selama kamu dan Sienna pergi rumah ini menjadi sangat sepi. Tapi Bibi tidak pernah membiarkan rumah ini terbengkalai. Bibi tetap merawat kamar kalian. Sama seperti saat kalian masih ada di sini! Kamu simpanlah dulu barang-barangmu di kamar. Bibi siapkan meja makan dulu!" ujar bibi Jane.


Aku naik ke atas kamarku dengan membawa barang-barangku. Tidak ada yang berubah di rumah ini sejak aku pergi. Aku sampai di depan pintu kamar lalu memutar gagang pintu. Tidak dikunci. Ku dorong dengan pelan. Saat itu tiba-tiba ada yang melompat keluar sambil berteriak,


"Welcome Eriza ...!"


Aku terlonjak kaget. Rupanya Sienna, Justin, Suzan dan Edgar juga. Mereka semua tersenyum. Sienna dan Suzan memelukku meski aku masih melongo kebingungan. Pasti bibi Jane yang memberi tahu mereka.


"Kalian membuatku kaget!" kataku.


"Jahat sekali! Pulang diam-diam begitu! Aku kan kangen," protes Sienna.


"Maaf. Maaf. Aku pikir kalian sibuk!" kataku.


"Eriza, kamu tidak berubah!" ucap Edgar yang berdiri agak di belakang.


Aku menatapnya sambil tersenyum. Pemuda itu nampak lebih dewasa dan tampan dari pada lima tahun yang lalu.


"Kamu berharap aku berubah?" godaku.


"Tidak. Aku lebih suka kamu yang sekarang!" ucap Edgar malu-malu.


Semuanya menyoraki Edgar. Aku hanya tertawa saja.


Sienna sengaja meninggalkan aku dan Edgar di sini. Aku menatap Edgar sambil mengangkat bahu. Lalu memasukkan barangku ke dalam kamar. Edgar membantuku membawakan beberapa. Aku langsung melemparkan tubuhku ke atas kasur. Kamar ini masih sama seperti dulu. Rasanya nyaman sekali.


"Ehem. Ehem," Edgar berdehem.


Aku baru sadar dia masih di sini. Aku bangun duduk di atas kasur.


"Lebih nyaman di kamar sendiri, bukan?" tanyanya.


"Iya. Rasanya sudah pergi lama sekali!" jawabku sambil turun dari kasur lalu berjalan ke jendela membuka lebar tirainya.


"Aku tidak pernah menutup tirai jendelanya selama aku di sini. Aku sangat suka melihat langit dari jendela sini," kataku sembari menatap ke luar jendela.


Sedikitnya ada teringat lagi pada Wallace. Tapi itu tidak lagi jadi alasan untuk bersedih. Aku berpaling dari jendela dan membongkar sebuah kantong berisi oleh-oleh.


"Bagaimana pekerjaanmu sekarang? Oya bagaimana kabar Ginnevra? Sudah lama aku tidak menghubunginya," tanyaku.


"Aku tidak mau disibukkan dengan pekerjaan. Menjadi seorang artis membuat hidupku tidak bebas. Jadi, aku berhenti dan memilih membantu perusahaan keluarga. Kakak baik-baik saja! Sekarang dia sedang menjalin hubungan dengan Alex!" jawab Edgar.


"Benarkah? Aku tidak menyangka akhirnya mereka pacaran," kataku.

__ADS_1


"Iya, semua sudah mendapatkan pasangan mereka. Hanya tinggal kamu, Eriza!" ujar Edgar. Namun aku diam saja.


"Aku masih menunggu. Lima tahun yang lalu aku tidak meminta jawabanmu. Tapi sekarang aku ingin jawaban darimu! Eriza, aku benar-benar mencintaimu!" ucap Edgar dengan sungguh-sungguh.


"Aku perlu waktu untuk berpikir, Edgar! Kamu sahabatku yang paling baik. Aku tidak ingin menyesal karena melakukan kesalahan. Kamu bisa beri aku waktu sedikit lagi?" tanyaku pada Edgar.


"Tentu. Aku pernah bilang akan menunggu sampai kamu siap. Dan selama itu aku ingin tetap ada di sampingmu seperti biasanya," jawab Edgar.


"Aku tahu kamu tidak akan membiarkanku pergi sendirian," candaku. Dan Edgar tertawa.


Kami mengobrol cukup lama sampai Sienna berteriak menyuruh kami turun untuk makan siang. Mereka tersenyum-senyum melihat aku dan Edgar datang. Sebelum mulai makan siang, aku membagikan oleh-oleh yang kubawa untuk mereka semua. Semua senang menerimanya. Namun wajah Sienna yang nampak paling bahagia. Aku penasaran.


"Dari tadi aku perhatikan wajah Sienna sangat bahagia! Apa ada sesuatu?" tanyaku pada Edgar sambil berbisik.


"Nanti kamu akan tahu!" jawab Edgar sambil berbisik juga.


Aku menatap cemberut padanya. Dan kami pun mulai makan. Usai makan siang bersama semuanya berkumpul di ruang tamu. Sementara meja makan masih berantakan. Aku merasa harus membereskannya lebih dulu. Itu sudah seperti kebiasaanku di rumah ini.


Aku memungut semua piring kotor dan mencucinya. Edgar juga ikut membantuku. Pekerjaan pun jadi lebih cepat selesai. Kami ikut bergabung di ruang tamu begitu meja makan sudah bersih. Di saat itu Sienna mulai mengumumkan sesuatu.


"Karena sepupu dan sahabatku sudah berkumpul di sini. Ada hal yang ingin aku sampaikan pada kalian!" Sienna memulai pembicaraan. Sambil menatap Justin dengan senyum bahagia ia melanjutkan kata-katanya.


"Aku dan Justin memutuskan untuk menikah bulan depan!"


Semua bersorak dan bertepuk tangan.


"Menikah?" seruku. Aku langsung memeluk erat sepupuku. Ikut senang mendengar kabar bahagia ini.


"Sienna, aku ikut bahagia untukmu! Akhirnya kalian akan menikah!" ucapku pada Sienna dengan penuh cita.


"Terima kasih, Riza! Setelah aku, kamu harus cepat menyusul juga, ya!" goda Sienna sambil melirik Edgar.


Aku menyikutnya. Dan ia tertawa. Begitulah hari pertama kepulangan ku di rumah. Benar-benar penuh sukacita. Ada satu lagi yang baru ku tahu, selama Justin di Losta rupanya dia tinggal di rumah ini. Sedangkan Sienna dan Justin masih bercengkrama di teras rumah. Aku memilih kembali ke kamarku. Sekalian memindahkan pakaian dari koper.


Aku menatap ke luar jendela. Malam ini banyak bintang bertaburan di langit. Aku kembali teringat saat-saat dulu. Ku biarkan tirai jendela tetap terbuka. Aku beralih ke meja belajarku. Posisi dan semua barang yang ada diatasnya tidak berubah. Bibi Jane benar-benar menjaga kamar ini untukku. Aku menarik laci meja paling bawah. Laci itu nampak lega dengan sebuah majalah diatasnya. D bawah tumpukan majalah itu aku menyimpan buku harianku. Buku yang sudah lama sekali aku abaikan. Aku membukanya kembali. Pada halaman yang sengaja dilipat, aku tak ingin membukanya. Aku beralih ke halaman baru yang masih kosong. Kemudian menulis diatasnya.


╔═.✵.════════════════════╗


...28 Juni 2019...


...Setelah lima tahun pergi dari Losta. Hari ini untuk pertama kalinya aku pulang kembali. Ke rumah yang penuh kehangatan dan kamar yang nyaman. Aku mendapat banyak kejutan hari ini. Dan berita yang paling membahagiakan adalah mendengar Sienna dan Justin akan menikah. Aku ikut bahagia untuk mereka. Meski mungkin bibi Jane harus tinggal sendiri lagi....


╚════════════════════.✵.═╝


Aku berhenti menulis dan menutup buku harianku. Lalu aku menyelipkannya di bawah bantal seperti kebiasaanku dulu. Aku membuka laptop dan memutar vcd yang selama ini menemaniku saat jauh dari Losta. Aku menontonnya sampai mengantuk.

__ADS_1


bersambung ....


__ADS_2