Pasangan Beda Usia

Pasangan Beda Usia
Om Sam ( 3 )


__ADS_3

Sam baru saja memarkirkan kendaraan di area parkir kantor, saat keluar dari pintu kemudi seorang gadis muda berlari kecil menyongsongnya.


Sam mengernyitkan sedikit dahinya berusaha mengingat ingat siapa gadis ini, Sam bukanlah selebriti atau tokoh masyarakat sehingga memiliki banyak fans yang tergila gila padanya hanya untuk minta foto atau tanda tangan.


" Bang Sam, aku Nonik, temannya Saka dan Dinda, baru tadi malam kita berjumpa, masa lupa "


Dia memanggil aku apa ? Abang ? pintar juga gadis ini mencari perhatian, tapi maaf, aku sudah menentukan siapa yang harus aku kejar.


Om Sam ge-er.


" Benarkah kamu temannya kakak ipar ? kenapa dia tidak mengatakannya ? "


Sam menaikkan alisnya sebelah, Nonik cemberut sesaat.


" Terserahlah kalau dia tidak mau mengakui aku temannya atau tetangganya, aku ingin bertemu dengan Saka, Saka-nya ada bang ? "


Sam menimbang nimbang, sepertinya Saka tidak menyukai gadis ini, tetapi melihatnya sudah datang kesini, kasihan juga.


" Kamu bisa menghubungi dirinya langsung, saya baru datang, jadi saya tidak tahu apakah Saka ada atau tidak, bisa saja dia sedang ke bagian industri "


Sam berjalan begitu saja meninggalkan Nonik di parkiran.


Sam terus berjalan sampai kelantai tiga, tepatnya ruangan dirinya dan ruangan Saka yang letaknya bersebelahan.


" Hei, kenapa kamu mengikuti saya ? "


Sam baru menyadari jika saja Lola yang menjadi staf pribadi bagi Saka dan Sam tidak terus menerus menatap kearah dirinya, bukan fokus kepada pekerjaannya.


" Aku kan mau bertemu dengan Saka, bang, tentu saja aku mengikuti langkah kaki Abang, karena cuma Abang yang aku kenal disini, kalau Abang tidak mengantarkan aku ketempat Saka, aku tunggu saja di kantor Abang "


Nonik dalam mode yang selalu tidak tahu malu.


Alfian dan Robert baru keluar dari ruangannya, ruangan Alfian, Saka dan Sam berada di lantai yang sama hanya sedikit berjarak dan terbatas dengan ruangan staf lainnya yang dibiarkan terbuka tanpa dinding.

__ADS_1


Mata Alfian menyipit menatap tajam kearah Nonik dan Sam yang sedang berbicara di depan pintu ruangan Sam.


" Siapa itu ? sugar baby-nya, Sam " Bibir Robert membentuk seringaian.


Robert, setiap pria dewasa yang terlihat dekat dengan gadis muda, dia langsung mengambil kesimpulan kalau gadis itu Sugar Baby, disamakan dengan dirinya.


" Kalau untuk istri dan putraku, dia penghancur hubungan mereka dulu, tetapi kalau untukmu, dia keberuntunganku " Alfian terkekeh.


Robert ikut tertawa, dia tahu kemana arah perkataan Alfian.


" Ngapain dia kemari ? "


" Entahlah, sekarang entah siapa yang menjadi targetnya, Sam atau Saka, biarkan mereka yang menangani, ayo kita makan ! "


Alfian dan Robert berjalan melewati Nonik dan Sam yang masih terus saling tanya jawab.


" Bang, mau kemana ? " Sam menegur sekalian ingin melarikan diri dari Nonik.


Robert mengedipkan mata sekilas agar Sam mengikuti permainannya.


" Oh ya maaf, aku lupa "


Sam berjalan cepat mengikuti langkah kaki Alfian dan Robert yang sudah mendahului.


" Bang aku bagaimana ? " teriak Nonik yang dilihati beberapa pasang mata pegawai Alfian yang hendak ke kantin untuk makan siang.


" Kau carilah dia sendiri ! mungkin ada dibawa kolong meja atau didalam laci " sahut Sam sebelum menghilang masuk ke dalam Lift.


Dia mencari Saka, Om Sam, bukan mencari anak Staples.


" Dia mencari Saka ? "


Robert bertanya lucu.

__ADS_1


" Hem "


" Kenapa tidak kau saja yang melayani, gadis itu cantik, masih pantas untukmu "


" Aku sudah memiliki target sendiri "


" Ow, ternyata jauh jauh kau mengais Ringgit, ujung ujungnya, gadis negara sendiri juga yang menarik hatimu " Robert tertawa kecil.


Alfian diam saja menyimak pembicaraan antara Robert dan Sam.


" Telingaku panas di ejek Saka terus "


Sam tersenyum kecut.


" Kau memang sudah terlalu lama untuk sendiri terus Sam, Alfian saja sudah berganti, nah kau...Satu juga belum " Robert terkekeh.


" Eh, bang, pak Cing itu siapa ? " Sam baru teringat sandiwara mereka di depan Nonik, kalau diteruskan berbicara tentang perempuan, Sam akan menjadi bahan ejekan.


" Pak cacing, perutku sudah lapar " Jawabnya sembari masuk ke dalam mobil, diikuti oleh Alfian dan Sam sendiri.


Bagaimana dengan Nonik yang ditinggalkan di atas sana ?


" Mbak, maaf, bisa bertemu dengan Saka ? " tanya Nonik pada salah satu OB yang sedang melintas.


" Saya tidak tahu, tanya saja pada mbak yang itu ! "


Tunjuknya pada Lola dan dua karyawati yang berjalan menuruni tangga.


Nonik buru buru mengejar Lola ke bawah.


...******...


...🌸🌸🌸🌸🌸...

__ADS_1


__ADS_2