
Sam menatap Aisyah yang tengah menunggunya sembari menonton TV, perasaan Sam bermacam macam saat ini, yang pasti dia kasihan pada Aisyah.
Mungkin Sam juga belum mencintai Aisyah, tapi dia menyukai Aisyah dan pada perempuan sederhana seperti Aisyah Sam ingin anak anaknya terlahir dari rahimnya, tapi dia juga masih mencintai Liliana.
Sebagai laki laki, awalnya Sam menyukai Liliana yang sedikit nakal dan Liar untuk urusan yang satu itu, pada dasarnya pria pasti menyukai tipe wanita seperti itu untuk memuaskan fantasi liarnya, tetapi makin kesini, usia Sam juga tidak muda lagi, Sam menginginkan wanita yang sederhana dan yang memiliki rasa malu, wanita seperti itu yang cocok untuk menjadi ibu dari anak anaknya.
Kenapa Liliana tidak mencari pria yang lebih muda dan meminta cerai sih ?
kepala Sam mendadak berdenyut, Sam butuh pelepasan untuk mengurangi ketegangan pikirannya, dan yang utama, dia harus menjadikan Aisyah istri yang sesungguhnya bukan hanya di atas kertas.
Sam meraih tangan Aisyah dan membawanya ke dalam kamar.
" Sayang, kalau Abang meminta hak Abang malam ini boleh ? "
Sam sudah duduk di tepi ranjang.
Aisyah yang baru selesai mengatur bantal mendadak gugup.
" Bang, tapi ...."
" Abang ingin segera punya anak, usia Abang sudah tidak muda lagi, Abang menyukaimu, setelah kita melakukannya malam ini, pasti kamu bisa mencintai Abang, apalagi kalau sudah ada calon anak kita didalam sini "
Sam langsung menarik Aisyah dan menindih tubuhnya.
" Percayalah sayang, Abang akan melakukannya ketika kamu yang menginginkannya, jadi biarkan Abang yang ....."
Sam tidak lagi melanjutkan kata-katanya, dia mulai mencumbui Aisyah.
__ADS_1
Sam pria yang berpengalaman, tentu saja sangat mudah menaklukkan perempuan seperti Aisyah.
Aisyah hanya bisa pasrah kala Sam mengambil semua apa yang ada pada diri Aisyah, dan itu tidak cukup sekali, ia ingin Aisyah bisa segera hamil, jadi jika terbongkar pernikahan sirinya pada Liliana dan itu diketahui Aisyah, Aisyah tidak bisa melepaskan diri dari Sam.
...*****...
Pagi selepas sholat subuh, Sam tidak juga melepaskan Aisyah begitu saja, Sam kembali menarik Aisyah ke tempat tidur.
" Bisakah kita melakukannya lagi " Sam sudah mengungkung Aisyah di bawah tubuhnya.
" Bang tadi malam sudah berkali kali, aku capek "
" Sayang, pagi ini Abang akan pergi ke Malaysia, maaf baru bisa memberitahukan kamu karena semua serba mendadak, ada dokumen yang harus Abang tanda tangani terkait penjualan plat yang ada disana, Abang usahakan nanti malam kembali tapi kalau tidak bisa, besok Abang pulang "
Sam memberikan alasan.
Sam mengedipkan sebelah matanya.
Tangan Sam sudah bergerak membuka pakaian yang Aisyah kenakan.
" Benar nanti malam usahakan pulang ya ! "
pinta Aisyah yang mulai terhanyut dengan semua sentuhan yang Sam berikan.
" Iya sayang, kamu mulai merindukan suamimu ini ? "
Aisyah sudah tidak lagi bisa menjawab.
__ADS_1
Bukan tanpa alasan Sam melakukannya berkali kali pada Aisyah, semua itu agar ia tidak gampang hanyut oleh godaan dari Liliana yang pastinya memabukkan.
Sam sudah memutuskan biar dia yang akan menemui Liliana di negaranya, karena kalau sampai Liliana yang datang, Sam takut semuanya akan menjadi kacau dan bisa saja Liliana minta menginap di rumah kediaman Alfian.
Setelah melakukan lagi dan lagi, Aisyah tertidur dengan sangat pulas karena kecapean.
Sam bergegas membersihkan diri dan secepatnya menuju ke Bandara tanpa menunggu Aisyah bangun, Sam hanya meninggalkan pesan di atas meja.
" Kenapa kau memilih hidupmu menjadi sulit Sam "
Alfian ikut pusing dengan masalah yang Sam alami saat ini.
" Semua diluar perkiraan ku, bang "
" Apa yang ingin kau lakukan dengan menemuinya disana "
" Mungkin aku akan mengakhiri pernikahan dengannya "
" Kau yakin ? "
Sam hanya diam, karena dia sendiri masih bingung.
" Aku pergi bang, titip Aisyah ! "
Alfian hanya mengangguk dan terus menatap Sam yang bergegas masuk ke dalam Bandara, Alfian hanya mengantarkan sampai di depan tanpa keluar dari mobil.
...******...
__ADS_1
...🌸🌸🌸🌸🌸🌸...