
Makan siang hanya diisi oleh Alfian, Dinda, Sam dan Aisyah.
Saka dan Yasmin, jangan ditanya kemana mereka, entah masih mencari kos kos'an atau berjalan jalan, biarkan saja ! mereka masih bebas, tidak ada yang membebani tanggung jawab pada suami atau istri, keduanya sama sama masih sigle.
Sepanjang makan, Aisyah hanya diam saja sembari mencuri dengar obrolan Alfian dan Sam tentang berbagai macam topik, terutama yang berhubungan dengan urusan pekerjaan.
Dinda tentu saja lebih fokus pada Malika yang sedikit rewel karena mengantuk tetapi harus makan terlebih dahulu.
Sam sesekali melirik ke arah Aisyah yang sedikit cemberut.
Sam ingin tertawa, tapi berusaha ditahannya.
" Sayang, apakah Nonik telah mengambil uangmu "
Tegur Sam pelan setelah Alfian dan Dinda sudah meninggalkan meja makan.
" Jangan nuduh ! Dia sepupuku "
" Terus kenapa wajahmu cemberut ? atau Nonik tidak membayar hutangmu "
Aisyah melotot garang
Sam tergelak.
" Jangan galak galak, katakan ada apa ? "
" Gak ada apa apa "
Dasar suami gak peka, setelah dia membuat aku malu, bisanya pura pura tidak tahu.
" Tetapi kenapa muka kamu cemberut, biasanya kan selalu tersenyum, makanya Abang kesemsem sama kamu " gombal Sam
" Aku sedang PMS, tahukan kalau perempuan pada masa PMS bisa berubah menjadi seperti singa ? "
" Oh, begitu ya... yuk kedalam, biarkan ini bereskan oleh Tika "
Sam sudah menarik tangan Aisyah untuk mengikutinya.
" Gagal dong "
Ujar Sam sembari mendudukkan dirinya di sofa.
__ADS_1
" Gagal kenapa ? "
" Malam pengantin "
Sam berbisik sensual.
Aisyah melotot.
" Perjanjiannya...."
" Tapi kamu dosa lho menunda nunda, apa kamu gak takut dengan dosa ? "
" Abang ikhlasin-lah biar gak dosa " Jawab Aisyah sembari menghidupkan TV.
Ponsel Sam yang terletak diatas meja berdering, Sam melirik dan melihat siapa yang menghubungi, seketika matanya membulat membaca nama yang tertera dilayar ponselnya.
Cepat tangan-nya menyambar ponsel sebelum Aisyah ikut melihat siapa yang menghubungi
Sam berjalan menuju ke luar, melangkahkan kakinya menuju tempat kediaman Saka, meninggalkan Aisyah tetap berada di sofa.
π Liliana memanggil....
^^^π Memanggil Sam...^^^
Besok aku kembali ke Indonesia, jemput aku di Bandara Baby
π Liliana memanggil....
Biasanya kamu sibuk dengan karirmu, kamu tidak pernah punya waktu untukku, kenapa sekarang kamu baru ingat kalau ada aku
Sam mendengkus kesal
^^^π Memanggil Sam...^^^
^^^Aku masih istrimu Baby, setahun dua bulan lagi masa kontrakku habis, aku akan membuat pengakuan pada media atau kita akan menikah ulang, seakan akan kita baru menikah.^^^
πLiliana memanggil....
Tidak ada yang tahu aku pernah menikah, apalagi kamu istriku, begitu kan permintaan mu dahulu.
^^^π Memanggil Sam...^^^
__ADS_1
^^^Maaf Baby, kau tahu saat itu aku terikat kontrak, karirku sedang berada di puncak, kau harus mengerti itu impianku.^^^
π Liliana memanggil....
Setelah lima tahun kontrak, harusnya kamu sudahi kenapa kamu justru menandatangani kontrak yang baru tanpa persetujuanku.
^^^π Memanggil Sam...^^^
Besok kita bicarakan, jangan lupa jemput aku ! pesawat yang kutumpangi mendarat jam dua siang, love you.
Sam masih meletakkan ponselnya di samping telinganya, padahal wanita yang telah menjadi istri sirinya selama lima tahun itu sudah menutup teleponnya dari seberang sana.
Pikiran Sam terbayang seraut wajah perempuan cantik berusia dua puluh delapan tahun, seorang model, putri dari salah satu petinggi perusahaan tempat Sam kemarin berkerja selama lima belas tahun.
Sam tidak menyangka jika Liliana akan menyusulnya ke Indonesia setelah pertengkaran hebat keduanya karena Liliana memperpanjang kontraknya pada Agency tempat dia bernaung selama ini tanpa persetujuan Sam.
" Sam, kau diam diam sudah memiliki istri disana ? "
Tegur Alfian dari belakang badannya.
" A-abang mendengar bercakapanku ? " Sam tergagap, padahal dia sudah berjalan masuk ke tempat kediaman Saka, bagaimana Alfian bisa tahu.
" Jawab tanyaku Sam, bagaimana bisa kau mengaku bujangan ketika menikahi Aisyah, bahkan baru satu malam usia pernikahanmu "
Alfian tidak percaya, bagaimana bisa Sam menyembunyikan pernikahannya selama ini.
" Kami hanya menikah secara siri, sesuai permintaannya "
" Saka tahu "
" Tidak, hanya aku, dia dan dua temannya "
" Ya Alloh Sam, bagaimana jika Aisyah tahu ? aku kira kau benar benar betah melajang, tenyata kau...."
Alfian tidak sanggup mengupat adiknya sendiri, tanpa mengatakan apa apa lagi, Alfian meninggalkan Sam sendiri di tempat kediaman Saka.
...******...
...πΈπΈπΈπΈπΈπΈ...
__ADS_1