
Keluar dari dalam kamar mandi, Aisyah cemberut, bahaya kalau sedang marah dekat dekat dengan suaminya, apalagi jika sambil melamun, Sam bisa memanfaatkan dirinya.
Sam tersenyum simpul.
" Aish sayang, kenapa cemberut ? mau lagi ? "
Sam memiringkan kepalanya dengan senyuman menggoda yang terus tersemat di bibirnya.
" Karena sekarang mau magrib, ntar ya setelah makan malam, Abang akan membuatmu melayang kembali ke udara " ujar
Sam fulgar sembari mengedipkan matanya genit.
Aisyah melotot, lututnya saja masih gemetaran dan hampir tidak bisa menyangga tubuhnya, dengan entengnya dia mengatakan mau lagi, Aisyah mengupat dalam hati.
Tetapi kata kata fulgar yang Sam lontarkan tak urung membuat tubuh Aish kembali memanas, bayangan kegiatan keduanya yang baru saja saling bertukar cairan tubuh, membuat darah muda Aisyah kembali bereaksi.
Wajah Aisyah memerah.
Aisyah baru mengerti, menikahi pria dewasa yang jam terbang dan pengalamannya untuk urusan ranjang tidak perlu diragukan lagi, membuat Aisyah yang merajuk menjadi sia sia.
Sam cukup ahli dalam menguasai yang namanya tubuh wanita, apalagi sekelas Aisyah yang masih minim pengalaman.
Sam hanya terkekeh dipelototi oleh Aisyah.
" Apa yang harus abang lakukan agar kamu percaya jika Abang tidak akan melakukan hal sama pada dirimu seperti yang Abang lakukan pada dirinya, Abang akan setia padamu dan kamu akan menjadi satu-satunya asal...."
Sam kembali mendekati Aisyah yang masih menggunakan jubah mandinya dan berdiri di dekat lemari hendak mengambil pakaian ganti.
Sam sendiri hanya mengenakan selembar handuk yang dililitkannya sebatas pinggang.
Sebelah tangannya memeluk pinggang Aisyah, sebelahnya lagi, menyusuri rahang Aisyah dengan ujung telunjuknya.
" A-asal apa ? "
Tanya Aisyah tergagap dan melangkah mundur hingga badannya mentok pada pintu lemari.
Wajah Sam sedikit mendekat, Aisyah menahan napasnya.
" Tetaplah setia pada Abang, jangan pernah memikirkan pria lain "
__ADS_1
Setelah mengatakan itu, Sam menjauhi tubuh Aisyah yang masih berdiri kaku bersandar pada dinding lemari.
Aisyah menghembuskan napasnya perlahan lahan, dan membuangnya ke udara, ia cukup kuatir jika Sam akan melakukannya lagi.
Cepat ia mencarikan baju ganti untuk Sam dan dirinya sendiri sebelum Sam berubah pikiran.
...*****...
Saka menatap ponsel yang ada ditangannya dengan sedikit ragu, apakah dia mau membantu Yasmin atau mengabaikannya, tetapi jika Saka mengabaikan Yasmin, dia akan terlihat sangat jahat.
Baiklah, kita akan melihat, siapa kakak sepupu yang akan kau jemput ke Bandara.
Saka bergegas berjalan menuju ke mobilnya untuk pergi ke Mes tempat Yasmin tinggal selama ini.
" Yas, sudah siap ? "
Saka sudah berdiri di depan pintu kamar Yasmin.
" Maaf Sa, aku pasti sudah mengganggumu, tapi karena ini malam, aku tidak berani ke Bandara sendirian "
Terlihat wajah Yasmin yang merasa tidak enak hati.
Yas, kamu cantik, pakaian yang kau kenakan juga selalu tertutup, persis Dinda, tapi kenapa aku tidak bisa menyukainya ?
Teguran Yasmin membuyarkan lamunan sesaat Saka.
Saka hanya menggelengkan kepalanya,
" Ayu berangkat ! "
Setelah mengunci pintu Mes dengan benar, keduanya gegas masuk ke dalam mobil.
" Yas, kamu pernah menyukai seseorang ? "
Haish, kenapa harus bertanya seperti ini sih ?.
Pertanyaan Saka memecah keheningan di dalam kabin mobil setelah berangkat dari Mes, keduanya sama sama berdiam diri.
Yasmin menatap Saka dengan sedikit mengerutkan dahinya.
__ADS_1
" Kenapa ? Kamu sedang menyukai seseorang ? "
Yasmin justru balik bertanya.
Saka hanya menaikkan kedua bahunya.
" Aku sudah menyukai seseorang cukup lama Sa, tapi sayang..."
Yasmin tersenyum masam.
" Sayang kenapa ? "
" Dia tidak pernah mau tahu, atau pura pura tidak tahu "
Deg.
Apakah aku ?
Saka melirik ke arah Yasmin sekilas.
" Kalau dia pura pura tidak tahu, ya kamu saja yang lebih aktif Yas, kan lebih baik kamu mengetahui apakah dia memang tidak tahu atau berpura pura "
Saka benar benar ingin tahu hati Yasmin yang sebenarnya atau hanya dugaan dirinya dan Dinda yang salah jika Yasmin menaruh perasaan yang berbeda pada Saka lebih dari seorang teman.
Gantian Yasmin yang menggelengkan kepalanya.
" Tidak, aku tidak ingin merusak hubungan yang sudah ada, biarkan semua berjalan seperti sebelumnya, rasa yang aku punya tidak berarti apa apa dibanding hubungan yang sekarang "
" Lalu apa yang ingin kau lakukan ? "
" Tidak ada, mungkin jika ada seseorang yang menyukai diriku dengan tulus, aku akan menerimanya dan belajar membalas perasaannya karena menyukai seseorang dengan sembunyi-sembunyi itu sangat tidak enak "
Saka diam, tidak memberikan komentar apapun, Yasmin juga diam, hingga mobil yang Saka kendarai berhenti di parkiran di area Bandara, tidak ada lagi percakapan diantara keduanya.
Yasmin dan Saka berjalan beriringan mendekati pintu kedatangan.
" Sa, itu kakak sepupuku "
tunjuk Yasmin pada seseorang yang sudah berjalan menuju ke arah keduanya dengan senyuman lebar.
__ADS_1
...*****...
...🌸🌸🌸🌸🌸...