Pasangan Beda Usia

Pasangan Beda Usia
Om Sam ( 47 )


__ADS_3

Menjelang sore sebelum Sam kembali ke rumah, Aisyah juga sudah lebih dahulu sampai.


Dinda yang sedang berada di belakang bersama dengan Tika dan mbak Sri hanya menatap kepulangan Aisyah dalam diam.


Dinda tahu Aisyah tidak kesekolah karena ketika menjemput Malika, tidak ada Aisyah di sana.


Setelah membersihkan diri dan berganti pakaian, Aisyah juga ikut bergabung di dapur.


" Membuat apa Din "


Terlihat Dinda, Tika dan mbak Sri memotong motong mangga mengkal.


" Membuat asinan "


" Untuk siapa ? Kamu hamil juga Din ? "


" Enggak, untuk Om Sam "


" Kenapa ? "


" Om Sam yang minta, tadi dia menghubungi Tika, perutnya mual, jadi kalau dia mual, maunya minum air jeruk terus, Lola sampai bosan memesankannya, perutnya sudah kembung, setiap bergerak berbunyi bunyi, sebentar lagi Malika memasukkan ikan mas koki untuk dipelihara "


Ucap Dinda tanpa tertawa, justru mbak Sri dan Tika yang hampir tertawa.


Dinda kalau sebel lucu, masa' perut Om Sam mau dijadikan aquarium.


" Kenapa ? Kamu tidak tahu apa apa tentang keadaan Om Sam kan ? Karena kamu hanya sibuk memikirkan perasaanmu saja, tanpa pernah tahu bagaimana perasaan Om Sam.


Maaf Aish ! Aku bukan ingin ikut campur tapi ...Ah sudahlah ! Lakukan apa yang menurutmu benar "


Mbak Sri dan Tika diam dengan sedikit grogi, mereka sangat jarang melihat Dinda mengomel, paling juga kalau Dinda mengomel itu pada Malika.


Dinda terlalu baik untuk menjadi nyonya rumah.


Pembuatan asinan untuk Om Sam, sudah diambil alih oleh Mbak Sri dan Tika, percuma juga kalau Dinda ikut membuatnya, perasaannya sedang jengkel pada Aisyah, lebih baik dia ke kamar, menemani Malika bermain rumah rumahan sembari bermain ponsel.


Mbak Sri dan Tika juga menyingkir dengan alasan mencari cari pekerjaan yang lain untuk semakin menyibukkan diri, bagaimanapun mereka lebih membela Om Sam, mereka lebih dahulu mengenal Om Sam, Om Sam juga kan adik majikan mereka.

__ADS_1


Aisyah lupa jika posisi pria selalu benar, perempuan, bagaimapun perkembangan zaman, harus dituntut lebih sabar dan mengalah.


Merasa semua orang menjauh, Aisyah masuk ke dalam kamar.


...*****...


" Suami pulang harus di beri senyum yang manis Din, bukan sebaliknya "


Protes Alfian sembari membuka pengait kancing kemejanya.


" Maaf Mas, masih terbawa suasana "


" Suasana apa ? Malika membuat kamu jengkel lagi ? Dia cuma anak anak Dinda, kalau membuat kamar berantakan, beri dia pengertian untuk membereskan kembali kamarnya, lagi pula ada Tika yang membantunya "


" Bukan Lika, Mas, tapi Aish "


" Kenapa ? "


" Entahlah, Dinda kesel saja, Dinda itu memberi masukan pada Aish untuk memikat hati Om Sam, agar bisa mengenyahkan bayangan wanita lain dihati Om Sam bukan justru bertindak seakan akan Om Sam jatuh bangun mengejar cinta Aish, lalu Aish jual mahal "


Alfian terkekeh.


Alfian tersenyum miring.


" Kalau Mas, gak mungkin Dinda bisa, memang Saka mau dikemanakan kalau Mas bisa menghilangkan bayangan Bu Dewi "


Dinda cemberut.


" Dinda, Saka akan tetap ada dan selalu ada, tapi ibunya, hanya bagian dari masa lalu, seperti kamu, yang menjadikan Saka masa lalu, kamu, Malika dan Saka, yang menjadi prioritas Mas saat ini, ibunya Saka, sudah bahagia juga kan ? "


Alfian menowel dagu Dinda.


" Kamu sudah mandi belum "


" Sudah "


Jawab Dinda cepat.

__ADS_1


Alfian tergelak, dia tahu Dinda takut diajak mandi bersama.


...******...


Makan malam yang sepi tidak seperti biasanya, karena tanpa Om Sam dan Saka.


" Mas, hem....."


" Saka, dia bersama Yasmin tadi masih di kantor, Om Sam bersama Robert entah kemana "


Alfian berucap tanpa Dinda menyelesaikan pertanyaannya.


" Dinda belum bertanya Mas "


" Mas tahu yang mau kamu tanyakan, sekarang makanlah ! Makan banyak berbicara nanti kamu tersedak "


Hilang sudah selera makan Aisyah, dari menjelang magrib dia menunggu kepulangan Sam, hingga sampai waktu makan malam, Sam belum juga kembali, ternyata dia pergi bersama Robert.


Sam tidak memberitahukan pada Aisyah, walaupun hanya sebuah pesan.


Aisyah tidak mengenal Robert karena dia baru menjadi bagian dari keluarga Alfian, tapi tidak dengan Dinda.


Dinda cukup mengenal siapa Robert, selain Sandra yang banyak bercerita tentang sosok Robert, tentu saja sedikit banyak Dinda tahu sendiri, dia kan teman Alfian.


Aisyah makan dalam diam, karena Dinda lebih mengutamakan berbicara dengan Alfian dan membantu Malika untuk mengambil makanan.


Setelah makan malam, Aisyah cepat mengecek ponselnya, adakah pesan atau telepon dari Sam yang memberitahukan dia ada dimana dan pulang jam berapa ?


Ah, Sam tidak pernah memberitahukan keberadaan dirinya pada Aisyah karena Sam tidak pernah pulang telat, kecuali malam ini.


Aisyah mencoba menghubungi, tapi sayang, ponsel Sam tidak aktif.


" Bang, ada dimana sih ? Harusnya Abang yang cemas aku dimana, bukan sebaliknya "


Aisyah menggerutu sendiri, berjalan mondar mandir di dalam kamar menunggu Sam yang tidak memberikan kabar berita.


...*****...

__ADS_1


...🌸🌸🌸🌸🌸...


__ADS_2