
Alfian dan Sam masih berada di kantor, tetapi Saka lebih cepat sampai di rumah.
Sebelum Saka masuk kedalam kamarnya, Dinda cepat mencegatnya.
" Sa, kamu dan Yasmin ...."
Dinda tersenyum canggung.
Berdiri saling berhadapan, jika Alfian melihat keduanya, pasti akan sangat murka.
Saka memang lebih cocok menjadi pasangan Dinda.
" Apa ? "
Saka menatap lucu ke arah Dinda, ditatapnya wajah Dinda lekat lekat, masih ada rasa sayang disana, tapi bukan seperti dulu, dia sayang pada Dinda, karena Dinda ibu dari adiknya, dan pada wanita dihadapannya ini pula, Papanya bahagia.
" Dia tetap akan menjadi temanku Din, aku tidak bisa memaksakan hatiku untuk menyukainya, jika itu yang ingin kamu ketahui "
Yasmin sudah pindah seminggu yang lalu ke mes khusus staf.
" Kan bisa belajar menyukai, Sa "
" Seperti kamu dan Papa ? kamu tidak memiliki pilihan lain selain memang harus menyukai Papa, beda dong dengan ku, masih banyak waktu dan kesempatan untukku untuk menyukai wanita lain "
" Tapi kan kasihan Yasmin "
" Itu baru praduga-mu jika dia menyukai aku, dianya saja biasa biasa saja "
" Kamunya saja yang tidak peka "
" Eh...."
Belum sempat Saka menjawab kembali omongan Dinda, Dinda sudah sedikit berlari menuju teras depan karena mobil yang biasa Alfian kendarai sudah berhenti di halaman rumah.
__ADS_1
Saka tertawa kecil sebelum masuk ke dalam kamarnya.
Aisyah juga mengikuti cara Dinda menyambut suaminya pulang dari kantor.
Jika Dinda hanya mencium punggung tangan suaminya dan Alfian paling juga mengelus kepala Dinda yang berbalut hijab, bagaimanapun Alfian dan Dinda tidak pernah memperlihatkan kemesraan mereka diluar, ada Saka yang harus tetap dijaga hatinya.
Sam justru lebih memperhatikan sedikit kemesraan dirinya pada Aisyah dengan merengkuh bahunya, walaupun Aisyah sedikit risih.
" Bagaimana kalau kita pergi liburan, anggap saja berbulan madu "
Ujar Sam sembari masuk ke dalam kamar.
" Apa gak telat bang, kita menikah sudah dua Minggu "
" Baru dua Minggu sayang, sekalian disana nanti selain kita fokuskan untuk "
Sam mengedipkan sebelah matanya genit.
" Agar kamu bisa cepat jatuh cinta juga pada Abang "
" Masih mengharapkan aku jatuh cinta pada Abang ? tubuh dan hidup ku sudah milik Abang, apalagi aku juga sudah gak diperbolehkan lagi ke sekolah, mau apa lagi ? "
Aisyah bukan hanya cuti untuk menikah tetapi ternyata diam diam Sam sudah menemui kepala sekolah tempat Aisyah mengabdikan dirinya mendidik anak anak usia dini, bahwa Aisyah mengundurkan diri.
" Masih dong, biar kamu gak bisa pergi dari Abang "
Sam ingin jujur, tapi masih belum berani karena dia masih belum tahu perasaan Aisyah terhadap dirinya.
" Ngapain aku pergi dari hidup Abang ? aku sudah menjadi istri Abang, walaupun kita menikah tanpa cinta, pernikahan tidak boleh dijadikan permainan, ntar lama lama aku juga cinta sama Abang, saat cinta itu tumbuh bisa saja aku dan Abang tidak pernah menyadarinya, karena kita sudah hidup bersama dan sudah menjadi terbiasa "
Sam hanya tersenyum, perlahan bangun dari duduknya, dan menjejakkan langkah kakinya menuju kamar mandi
" Bukan apa apa, jika perasaan kamu ke Abang sudah kuat, jika ada badai yang datang menguji rumah tangga kita, Abang tidak perlu kuatir kamu akan meninggalkan Abang "
__ADS_1
Aisyah ikut bangun, berjalan mengikuti langkah kaki Sam, tangannya mulai mambantu Sam membuka pengait kancing kemeja Sam.
" Kenapa Abang takut aku meninggalkan Abang ? harusnya aku yang bertanya bagaimana perasaan Abang padaku, bagaimana jika justru Abang yang akan meninggalkan aku "
" Abang tidak akan pernah meninggalkan kamu "
Kedua tangan Sam merengkuh kedua pipi Aisyah.
" Apa yang Abang sembunyikan dari masa lalu Abang ? Abang sudah pernah menikah dan punya anak ? apakah Abang ke Kuala lumpur Minggu kemarin menemui dirinya ? "
Aisyah bertanya dengan melihat tepat ke dalam mata Sam.
Deg.
Sam menelan salivanya dengan sudah payah.
Apakah aku harus jujur sekarang ? sebelum Liliana datang dan akan mengucurkan rumah tangga ku ? pernikahan yang masih rapuh, karena baik aku maupun Aisyah sama sama memiliki perasaan yang belum jelas, selain ikatan pernikahan.
" Aish, Abang...."
" Mandilah Bang, aku akan mendengarkan setelah Abang siap "
Aisyah berjalan menuju lemari pakaian untuk mencari pakaian ganti untuk Sam.
Sam masih berdiri diam dengan wajah yang sedikit pucat.
" Bang "
terguran pelan dari Aisyah, mamaksa Sam segera masuk ke dalam kamar mandi.
Aisyah memegang dadanya yang sedikit merasa sesak.
Seorang istri mempunyai perasaan yang kuat, bang, itu yang para pria tidak pernah menyadarinya.
__ADS_1
...******...
...🌸🌸🌸🌸🌸...