
Makan malam yang sangat tidak menyenangkan bagi Dinda, jika bukan karena dia nyonya rumah dirumah besar itu, sudah dipastikan Dinda lebih memilih makan di dalam kamar saja.
Masih ada dua orang yang harus Dinda jaga hatinya, yaitu Aisyah anggota keluarga yang baru setengah hari sah menjadi istri Om Sam dan Yasmin, tamu sekaligus teman Saka.
Sudah hampir sebulan Yasmin menumpang di rumah Alfian, kesibukan mempersiapkan pernikahan dadakan Om Sam dan Aisyah, tugas tugas Om Sam yang mau tidak mau digantikan secara keroyokan oleh Saka dan Yasmin, membuat waktu Yasmin dan Saka untuk mencari tempat sewa menjadi tertunda.
" Dia ini siapa, Sa "
tanya Nonik dengan sangat tidak sopan menunjuk kepada Yasmin yang duduk dekat Malika dan Dinda.
" Dia sa...."
" Dia calon istri Saka, benarkan Sa ? " sela Dinda tersenyum terpaksa ke arah Saka yang duduk tepat di depannya, sembari menendang kaki Saka dibawah meja.
Saka melotot menahan sakit karena Dinda menendang tepat di tulang keringnya.
Alfian mengernyitkan dahinya bingung, masih sempat Dinda mencubit paha Alfian, sembari melototkan kedua matanya agar tidak bertanya apapun.
Yasmin sendiri kebingungan, dia dengan Saka memang hanya berteman untuk saat ini.
" Benarkan Yasmin ? "
Dinda mengedipkan sebelah matanya memberikan isyarat,
Yasmin hanya tersenyum kecil.
Nonik melirik ke arah Saka yang masih terlihat meringis dengan wajah memerah menahan sakit yang masih terasa.
__ADS_1
Om Sam yang melihat sandiwara Dinda hanya menyembunyikan tawanya.
Pintar juga kakak ipar.
" Kapan kalian menyusul Om Sam dan Aish ? Menikah maksudku "
Nonik masih bertanya, ia curiga, melihat gelagat Saka dan Yasmin yang sedikit terkejut oleh jawaban yang justru Dinda yang memberikan, Nonik bisa memastikan jika Saka dan Yasmin tidak memiliki hubungan yang seperti disebutkan oleh Dinda tadi.
" Makan jangan banyak bicara ya Lika, Sayang, nanti tersedak " sindir Dinda pada Malika yang tidak tahu apa apa.
Mulut Malika sudah mau terbuka ingin memprotes bahwa dari tadi dia cuma makan, tetapi tangan Dinda cepat memasukkan sepotong kecil sayuran ke dalam mulut putrinya.
Alfian ingin tertawa melihat Dinda yang tidak bisa menyembunyikan ketidak suka'annya dengan kehadiran Nonik di rumah itu.
" Setelah Om Sam kembali ke kantor dari masa bulan madunya, kami akan kembali ke Malaysia, begitu rencananya "
Melihat Dinda yang mengomentari pertanyaan yang diajukan Nonik dan Malika yang menjadi sasaran, Yasmin tahu ada sesuatu yang pernah terjadi antara Dinda dan Nonik, apalagi melihat raut wajah Dinda yang tidak ramah sama sekali, sangat berbeda ketika berhadapan dengan dirinya maupun Aisyah.
Saka terbatuk-batuk.
Nonik cepat menyodorkan air minum miliknya kehadapan Saka.
Saka terlihat ragu ragu untuk meminumnya.
" Belum aku minum, bahkan yang lebih dari ini sudah pernah terjadi diantara kita, Sa "
Nonik memperlihatkan senyum kemenangannya pada Dinda.
__ADS_1
Nonik tahu Dinda sangat tidak senang dengan kehadirannya.
Tanpa aba aba Dinda bangun dari duduknya, gegas berjalan menuju ke kamar.
Alfian melirik makan Dinda yang belum habis dimakan, bahkan setengahnya saja tidak ada,
Tanpa mengucapkan apa apa Alfian mengikuti Dinda masuk ke dalam kamar.
Saka melihat tidak suka kepada Nonik, dia juga ikut meninggalkan meja makan, berjalan menuju ruangannya sendiri.
" Om, ada apa antara Dinda dan Nonik "
Tanya Aisyah setelah dia dan Sam sudah masuk kembali ke dalam kamar.
" Memang sepupumu tidak menceritakan apa pun tentang pertemanan mereka dulu ? "
Sam menatap lekat lekat wajah Aisyah, apakah Aisyah benar benar tidak tahu atau pura pura tidak tahu.
" Enggak, walaupun dia sepupuku, tapi dia tidak banyak menceritakan kehidupan pribadinya beberapa tahun yang lalu, kecuali ambisi ambisinya "
" Sampai kapan dia menginap disini ? "
Sam bertanya serius, kehadiran Nonik membuat suasana rumah sangat tidak nyaman, apalagi mood semua orang menjadi jelek.
Aisyah hanya bisa menggelengkan kepalanya.
...*****...
__ADS_1
...🌸🌸🌸🌸🌸...