Pasangan Beda Usia

Pasangan Beda Usia
Om Sam ( 48 )


__ADS_3

Aisyah tidak tahu jam berapa suaminya pulang, karena suara seseorang yang muntah muntah didalam kamar mandi yang menyebabkan Aish terbangun dari tidurnya.


Aisyah meraba raba untuk mencari ponsel yang diletakkan di bawah bantalnya untuk mencari tahu sekarang jam berapa, ternyata waktu masih menunjukkan pukul empat pagi.


Tangannya mencoba merasakan tempat yang ada disebelahnya, tempat biasa Sam berbaring tidur, masih tersisa kehangatan disana, pertanda Sam belum terlalu lama berada di kamar mandi.


Cepat dia bangun dan berjalan keluar menuju dapur.


Tidak lama setelahnya, dia sudah kembali dengan secangkir teh hangat, Sam sudah terlihat duduk di tepi ranjang.


" Minumlah tehnya bang ! "


Aisyah menyodorkan gelas teh dihadapan Sam.


" Terimakasih "


Ucap Sam pendek, sembari meraih teh yang Aisyah sodorkan .


" Pulang jam berapa bang, pergi sama siapa ? Kok gak ngabarin ? " Aisyah menutup mulutnya dengan telapak tangannya karena keceplosan.


Sam tertawa kecil.


" Kamu sudah seperti emak emak, sedikit cerewet "


Aisyah cemberut, ia menyesal karena banyak bertanya, harusnya acuh saja Sam mau pulang jam berapa, kalau perlu gak usah pulang sekalian, eh.


" Abang gak sedang mabuk kan ? "


" Kamu masih ngantuk ? Sudah tahu Abang barusan muntah muntah, tandanya mabuk, Aish "


Aisyah mendesah kesal, kenapa Sam harus menjawabnya seperti itu sih.


" Maksud aku, Abang kemarin gak kebanyakan minum kan ? "


Kata kan, ditekan oleh Aisyah.


" Oh, banyak, justru Lola cemberut karena bolak balik Abang suruh "


" Siapa Lola ? "

__ADS_1


Aisyah lupa Lola siapa, padahal kemarin sore sudah disebut oleh Dinda, makanya Aish, main main ke kantor, biar tahu siapa Lola.


" Sekretaris Abang, sebelumnya kami berbagi Lola dengan Saka, tetapi setelah ada Yasmin, Saka tidak butuh Lola lagi, ya sudah untuk Abang sendiri Lola-nya "


Mendengar jawaban absurd dari Sam, Aisyah semakin dongkol, dia meninggalkan Sam begitu saja, lalu masuk ke dalam kamar mandi untuk berwudhu, sebentar lagi waktu subuh sudah masuk.


Melihat Aisyah yang terlihat kesel Sam terkekeh.


...*****...


Sam merapikan penampilan dirinya sendiri, Aisyah juga bersiap siap, kata dokter kemarin, kandungannya baik baik saja, tidak masalah juga kalau dia tetap mendidik anak anak asal jangan ikut berlari atau kelelahan.


Aisyah juga belum berniat untuk memberitahukan kehamilannya pada Sam, dia yakin Sam tahu, karena Sam yang mual mual dan kepalanya juga pusing bisa jadi itu sinyal yang di berikan oleh calon bayi mereka karena Aisyah tidak mengalami hal itu, kondisi badannya biasa biasa saja, tidak ada menunjukkan gejala yang biasa perempuan alami ketika hamil muda.


Sam Kembali mengantarkan Aisyah dan Malika sampai sekolah.


" Nanti pulang bareng sama Dinda saja ya, Abang ada bertemu dengan seseorang, takutnya gak sempat "


Aisyah hanya mengangguk, dia malas bertanya karena percuma, Sam tidak akan menjawabnya.


...*****...


Ada bunyi notifikasi pesan masuk dalam tas Aisyah.


[ Apakah rumah tanggamu baik baik saja ? ]


Aisyah tidak mengerti apa maksud Nonik mengirimkan pesan ini.


Setelah selesai pernikahan, dan Nonik ikut menginap selama dua hari dirumah Dinda, Nonik tidak pernah lagi kedengaran beritanya, dia tidak lagi mengusik Aisyah karena baginya percuma.


Yang didengar dari ibunya, Nonik bekerja sebagai kasir di salah satu cafe.


Mungkin karena itu Nonik tidak lagi punya waktu untuk sekedar ngobrol hal hal yang tidak penting, lagipula Saka juga sudah memiliki calon istri, jadi Nonik tidak berminat untuk kembali sekedar bertamu ke rumah Dinda.


[ Kenapa ? Tentu saja rumah tanggaku baik baik saja ]


Aisyah membalas pesan dari Nonik dengan sedikit tidak ramah


[ Oh, syukurlah, hanya saja, aku melihat suamimu ada disini, bersama pria yang aku ingat, teman suaminya Dinda, dan dengan dua gadis yang masih muda, mungkin seusia kita ]

__ADS_1


Dada Aisyah bergemuruh mendapatkan pesan kembali dari Nonik.


[ Bisa kau fotokan ? )


[ Tidak bisa, bosku selalu berkeliling mengawasi kami, pesanku, jaga baik baik suamimu ! Walaupun sudah tua, setidaknya dia tampan dan kaya ]


Nonik menambahkan emoticon ketawa di akhir kalimatnya.


Pantasan saja dia gak sempat menjemput aku, rupanya....Dasar buaya tua, sekali buaya tetap buaya, awas kau bang ! Berani macam macam, tunggu pembalasanku, kebohongan yang kemarin saja belum sepenuhnya aku maafkan.


Ingin rasanya Aisyah membanting ponsel itu dilantai, tapi sayang, nanti dia tidak memiliki ponsel lagi.


...******...


" Din, kamu mengenal dengan teman suamimu yang pergi bersama bang Sam kemarin ? "


Tanya Aisyah ketika sudah di dalam perjalanan menuju pulang ke rumah.


Seperti Mama muda pada umumnya, kegiatan Dinda cuma antar jemput Malika.


" Om Robert, kenapa ? "


" Bagaimana orangnya ? Maksud ku, apakah dia pria baik ? "


Dinda menatap sekilas ke arah Aisyah yang juga tengah melihatnya.


" Hemm, gimana ya..."


Dinda melirik ke belakang, tepatnya di bangku penumpang, Ada Malika yang suka menguping, setelah sampai di rumah, dia akan banyak bertanya pada Tika tentang semua yang didengarnya.


" Nanti sampai di rumah aku jelaskan siapa dia "


Aisyah hanya bisa menghembuskan napasnya kuat.


" Aish, saranku, rebut hati Om Sam, setelah itu baru kau bisa membalas dendam dengan sakit hatimu, kalau sekarang kau masih terus merajuk karena kebohongan Om Sam, belum waktunya, mengalah dahulu, untuk menang kemudian "


Ucap Dinda lirih, sebenanya Dinda juga sudah tidak sabar ingin bicara, tapi ada Malika, telinganya selalu merekam semua apa yang didengarnya.


...******...

__ADS_1


...🌸🌸🌸🌸🌸🌸...


__ADS_2