
" Rencana setelah menikah, kau akan tinggal dirumah besar itu kan ? Sama Dinda dan juga Saka ? "
Selidik Nonik mengikuti langkah kaki Aisyah masuk kedalam kamar.
" Mungkin, tapi sebenarnya rumah itu terbagi tiga, karena ada bagian bagian yang terpisah "
" Maksudnya ? "
Nonik penasaran.
" Om Sam dan Saka memiliki bagian ruangan tersendiri secara pribadi, dalamnya seperti apa mana aku tahu, hanya ruang tamu, ruang keluarga dan ruang makan bersama sama, aku kan cuma di tempat ibunya Malika saja "
" Bagaimana kau bisa tahu ? Memang sudah berapa kali Om Sam mengajakmu ke sana ? "
Nonik menatap dalam wajah Aisyah menyelidik.
Mati aku.
Nonik menyadari kesalahannya.
" Oh, kemarin itu, ketika Malika tidak ada yang sempat menjemput, jadi Om Sam meminta tolong aku mengantarkan Malika pulang "
bohong Nonik menutupi kebenaran.
" Memang Saka dimana ? Kau bilang yang mengantar dan menjemput murid-mu, hanya mereka berdua "
Nonik mulai menyadari jika Aisyah telah menyembunyikan sesuatu.
" Dia tidak sempat, kekasihnya dari Malaysia datang "
Sahut Aisyah datar, sembari meletakkan semua kantung belanjaan kedalam lemari, jika dibuka sekarang dan Nonik melihat apa yang sudah di belanjakan oleh Om Sam, kuatir Nonik bertambah iri, mumpung pikirannya sedang fokus pada berita Saka.
__ADS_1
" Pacar, dari Malaysia ? kau tahu dari mana ? "
Nonik ikut duduk di tepi ranjang, duduk tidak jauh dari Aisyah.
" Om Sam yang bilang "
Nonik diam, dia merasa kenapa hidupnya tidak seberuntung Dinda dan Aisyah ? mereka seumuran, wajah mereka bertiga juga tidak ada yang lebih cantik dari satu dan lainnya, cantiknya standar, tetapi kenapa dirinya saja yang tidak seberuntung Dinda dan Aisyah.
Nonik menelentangkan badannya diatas ranjang Aisyah, matanya menatap langit langit kamar.
Lima tahun lebih yang lalu, ketika melihat Saka yang selalu menunggu Dinda yang sering nongkrong di depan rumahnya, Nonik merasa Dinda beruntung punya cowok tampan dan setia seperti Saka.
Terlalu banyak ngobrol sembari menunggu Dinda yang keluar dari rumah, membuat Nonik tahu jika Dinda dan Saka berpacaran dengan sangat kolot di zaman yang namanya cium pipi dan bibir sudah biasa.
Sampai Nonik mulai memancing dengan kata kata yang fulgar untuk menggiring dirinya dan Saka berciuman, namanya juga laki laki, usia Saka yang masih muda, siapa juga yang tidak terpancing di sodorkan hidangan yang kata pedagang sebagai tester dan sayangnya disaat yang tepat Dinda nongol di depan rumah Nonik.
Mendengar Dinda dan Saka putus, Nonik sebagai penyebab sekaligus tetangga Dinda bukan merasa bersalah, justru dia merasa senang apalagi mengetahui Dinda menikahi pria yang sudah beristri, jadi istri kedua lagi.
Saka menghilang tanpa Nonik tahu pergi kemana sampai sebulan yang lalu ketika dirinya menemani Aisyah memenuhi undangan makan malam dari orang tua salah satu muridnya.
Nonik merasa sangat bodoh disana, ketika menjelek jelek-kan Dinda yang menikahi pria beristri pada Saka, ikut juga menyebarkan berita jika Dinda menjadi bahan pergunjingan di sekitar rumahnya pada Saka, berharap Saka membenci Dinda lalu menjadikan dirinya sebagai kekasih Saka, tidak tahunya Dinda menjadi ibu tirinya Saka, pantas saja Saka menghilang.
Apakah Nonik mencintai Saka ? enggak juga, saat itu dia hanya penasaran terhadap Saka, tapi sekarang setelah tahu Saka anak siapa, Nonik ingin mengejar Saka, merubah hidupnya agar bisa merasakan kehidupan yang jauh lebih baik.
Sekarang, Saka ternyata sudah punya kekasih, Om Sam, target jika mendekati Saka tidak berhasil justru diam diam Aisyah menerima lamaran dari pria itu.
Nonik merasa di permainkan, berhari hari dia marah dan berpikir, bagaimana caranya agar dia bisa masuk kedalam keluarga Alfian, hidup senang seperti Dinda, jalan satu-satunya harus berbaik baik lagi seperti semula pada Aisyah.
" Aish, tanyakan dong pada calon suamimu, di perusahaan Papanya Saka ada membutuhkan karyawan gak ? "
Aisyah yang hampir tertidur sedikit terkejut mendengar pertanyaan Nonik.
__ADS_1
Sedari tadi diam, Aisyah kira Nonik sudah tidur seperti dirinya.
" Kau belum mengajukan surat lamaran kerja kesana ? kau bilang kemarin ..."
" Belum " Potong Nonik cepat
" Kita kan sepupu, siapa tahu...."
Nonik memiringkan badannya menghadap Aisyah.
" Nik, aku belum jadi istri Om Sam, lagi pula aku malu jika belum apa apa sudah meminta tolong "
" Ayolah Aish, kau masa tidak kasihan kepadaku, bicara pelan pelan dengan Om Sam "
Suara Nonik di buat memelas agar Aisyah menjadi kasihan.
Aisyah mengerutkan dahinya.
Ada apa dengan dia ? biasanya judes, lagi pula, aku sudah menceritakan semua pada Om Sam, mana mungkin Om Sam mau menerimanya.
" Aish "
Nonik membuyarkan lamunan Aisyah.
" Akan aku coba, tapi aku tidak janji "
" Terimakasih, kau memang sepupu terbaik ku "
Setelah mengatakan itu Nonik berbalik kembali telentang, ada seringaian kecil di sudut bibirnya.
...*****...
__ADS_1
...🌸🌸🌸🌸🌸...