Pasangan Beda Usia

Pasangan Beda Usia
Om Sam ( 39 )


__ADS_3

Nasib baik berpihak pada Aisyah, dia diterima kembali untuk menjadi salah satu pendidik di sekolah taman kanak-kanak yang selama tiga tahun belakangan ini pernah dijalaninya, karena setelah pengunduran diri sepihak yang dilakukan oleh Sam, kepala sekolah belum mencari guru pengganti yang lain.


Setelah mengantarkan Malika ke rumah sesuai janjinya pada Dinda, Aisyah pergi sendiri ke salah satu pusat perbelanjaan.


Dinda tidak bisa menemani karena belum meminta izin pada suaminya.


Menggunakan ATM yang Sam berikan, Aisyah belanja beberapa pakaian dan keperluan lainnya untuk menunjang penampilan dirinya besok saat kembali ke sekolah.


Dia akan berpenampilan menarik sesuai dengan kemampuan suaminya, bukan lagi Aisyah yang sederhana seperti sebelum menikah.


Maaf bang, kau akan melihat sisi lain diriku, kau yang memulainya.


Aisyah menyeringai ketika menyerahkan kartu kredit pada karyawan toko di meja kasir untuk membayar barang belanjaannya.


Huh, kalau aku tidak malu, aku sudah minta dibelikan mobil, seperti Dinda yang kemana mana bisa menyetir sendiri, tidak seperti sekarang harus naik taksi, bisa tekor di ongkos pulang pergi naik taksi.


Aisyah tertawa didalam hati, tanpa sadar bibirnya membentuk garis senyuman, Pak sopir hanya melirik sekilas ke arah Aisyah yang tersenyum tipis.


Hem, belanja ternyata sangat efektif untuk mengembalikan mood yang kurang bagus.


Eh, kalau aku minta belikan mobil, aku kan gak bisa nyetir ? memangnya mau ku dorong ?


Aisyah memukul dahinya sendiri, Pak sopir kembali melirik tingkah laku Aisyah yang dengan berbagai macam ekspresi, tetapi tidak berkomentar apa apa.


Sampai di rumah, Sam dan Alfian maupun Saka belum ada yang kembali, karena tidak terlihat satupun mobil yang biasa mereka pakai, kecuali mobil yang biasa Dinda gunakan.


" Kamu dari belanja ? "


Dinda menyambut Aisyah dengan melihat sekilas ke kantung belanjaan yang Aisyah bawa.


" Heem, besok aku sudah kembali kesekolah, dan, aku akan membalas perbuatan bang Sam padaku "


Dinda terkekeh.


" Semoga berhasil, asal jangan senjata makan tuan saja ya ? "

__ADS_1


" Semoga saja "


Huh.


Aisyah hanya bisa menghembuskan napasnya mengingat bagaimana Sam bisa menaklukkan dirinya dengan muda ketika dirinya merajuk untuk pertama kalinya.


...******...


Sam memasuki kamarnya ketika Aisyah berada di dalam kamar mandi.


Sam sedikit mengintip apa isi kantong belanjaan yang tergeletak begitu saja di atas sofa, ia tahu Aisyah sudah menggesek kartu yang diberikannya dalam jumlah yang tidak biasa, Sam tidak marah, ia tahu pasti Aisyah melakukan itu karena bentuk protesnya pada Sam dan Sam berharap Aisyah tidak lagi terlalu marah pada dirinya.


Bunyi handle pintu yang terbuka membuat Sam mengalihkan tatapannya ke arah pintu kamar mandi.


Aisyah keluar dengan hanya mengenakan jubah mandinya.


Lalu dengan gerak santai tanpa terganggu, Aisyah memakai pakaiannya di depan Sam.


Sam menelan salivanya dengan susah payah, andai Aisyah tidak sedang merajuk, Sam tidak bisa menjamin bisa membiarkan Aisyah begitu saja, apa lagi kini aura Aisyah sedikit berbeda, mungkin benar Aisyah sudah berbadan dua, Aisyah juga malas mengecek kondisi dirinya.


Untuk mendinginkan otak dikepalanya yang sudah terlanjur panas karena Aisyah yang sepertinya sengaja melakukan itu, Sam lebih memilih mandi, berdiri tepat di bawah pancuran air shower agar langsung bisa mendinginkan kepalanya.


Setelah merasa cukup, Sam menyudahi mandinya, bersamaan dengan Aisyah masuk ke dalam kamar dengan secangkir kopi untuk Sam seperti biasanya.


" Aish, Abang minta maaf ! "


Sam mencoba menyentuh tangan Aisyah ketika mengambil cangkir kopi yang disodorkan oleh Aisyah, Aisyah hanya tersenyum kecil.


" Maaf tidak akan mengembalikan kenyataan, dari kejadian itu aku jadi tahu bagaimana kedudukanku dimata Abang "


" Aish, bukan seperti itu "


" Semakin Abang berusaha mencari pembenaran semakin Abang memperlihatkan sosok Abang sesungguhnya, lebih baik Abang tidak perlu mengatakan apa apa "


" Tapi Aish, Abang tidak mau rumah tangga yang baru kita jalani jadi seperti ini ? Abang ingin rumah tangga ini seperti pertama kali kita menikah, Aish "

__ADS_1


Suara Sam sedikit melemah diujung kalimat.


Aisyah sebenanya iba melihat Sam, wajahnya terlihat muram, tapi itu karena perbuatannya sendiri, dan Aisyah akan memberikan pelajaran pada suami yang baru dinikahinya itu.


" Oh, Abang ingin rumah tangga kita seperti awal kita menikah ? "


Aisyah memiringkan kepalanya menatap wajah Sam.


" Tentu, kamu pelabuhan terakhir hati abang "


Mulai Sam dengan rayuan gombalnya jika sudah dikasih celah kesempatan.


" Baiklah, dengan satu syarat "


Aisyah melipat kedua tangannya di atas dadanya.


Sam mengesap kopinya seteguk, lalu mendekati Aisyah yang menyandarkan bokongnya di ujung meja rias.


" Apa syaratnya ? "


" Mulai detik ini "


Aisyah diam sesaat, Sam menunggu lanjutan kata kata dari Aisyah sembari menahan napasnya, dimata Sam, Aisyah justru lebih cantik dibanding dengan Liliana, apalagi ketenangan Aisyah dalam menghadapi kedatangan Liliana pagi tadi.


Aisyah tertawa dalam hati melihat ketegangan wajah Sam.


" Aish "


Sam menggeram tidak sabar.


" Setiap Abang menyentuh aku, Abang harus membayar aku "


Kedua bola mata Sam membulat kaget.


...*****...

__ADS_1


...🌸🌸🌸🌸🌸...


__ADS_2