Pasangan Beda Usia

Pasangan Beda Usia
Om Sam ( 30 )


__ADS_3

Sam lebih lama menghabiskan waktunya di dalam kamar mandi lebih dari biasanya, bukan apa apa, dia hanya menimbang nimbang, apakah harus jujur sekarang atau menunda terlebih dahulu sampai ia tahu bagaimana perasaan Aisyah yang sebenarnya, tapi Aisyah sudah mulai curiga.


Setelah hampir setengah jam berada di dalam kamar mandi, baru Sam keluar.


" Tidak perlu menghindar dengan berlama-lama berendam, nanti Abang masuk angin "


Aisyah mengambil alih handuk kecil yang berada di tangan Sam untuk mengeringkan rambutnya yang basah.


" Maafkan Abang, maaf ! Abang mohon jangan pernah pergi meninggalkan Abang, kamu benar jika rumah tangga yang kita mulai kemarin tidak didasari dengan perasaan yang jelas, tapi Abang tidak bermain main, Abang hanya ingin kamu yang akan menjadi ibu bagi anak anak Abang yang akan lahir dari rahimmu "


Sam memeluk Aisyah dengan erat, Aisyah yang berdiri dan Sam yang duduk di kursi, membuat Sam membenamkan wajahnya di atas perut Aisyah.


Aisyah hanya diam, tangannya yang sedang membantu mengeringkan rambut Sam juga berhenti.


" Aish, Maaf, Abang kemarin kesana untuk mengakhiri ...."


Sam menatap wajah Aisyah yang terlihat datar, tidak ada reaksi apapun, justru itu membuat Sam curiga, karena lebih baik wanita itu memperlihatkan emosinya dari pada terlihat bersikap tidak perduli, itu lebih berbahaya.


" Abang menceraikannya "


Deg.


Bagaimana dia bisa tahu


Aisyah melepaskan tangan Sam yang melingkari pinggangnya, kakinya melangkah untuk menjemur handuk yang lembab.

__ADS_1


" Darimana kamu bisa tahu ? "


" Tebak saja, tapi ternyata benar ya ? "


Aisyah capek pura pura tegar, dia segera masuk ke kamar mandi, dan mulai menumpahkan tangisnya di depan wastafel.


Menikahi pria dewasa ternyata tidak seindah yang dibayangkan seperti semula, Sam yang mendesaknya untuk segera menikah, ternyata suami dari wanita lain, andai saja Nonik mengetahuinya, Aisyah bisa memastikan jika Nonik akan tertawa dengan sangat kencang.


Mentertawakan kebodohannya, mentertawakan kesialannya, dan Nonik akan mencapnya sebagai pelakor.


Tok


tok


tok.


Sam memutar handle pintu yang dikunci dari dalam.


" Maafkan abang, kamu pasti kecewa karena Abang sudah berbohong kepadamu, Aish, keluarlah ! "


Sam berjalan hilir mudik di depan pintu kamar mandi.


Aisyah sudah cukup lama berada di dalam kamar mandi, kalau saja dia tidak ingin membuat keributan, Sam ingin mendobrak pintu itu.


Ceklek.

__ADS_1


Aisyah keluar dengan mata yang sembab karena kebanyakan menangis.


" Sayang, maafkan Abang ! Abang sudah menceraikannya, kami hanya menikah secara siri dan itu juga sembunyi sembunyi, kami....."


Akhirnya Sam menceritakan semua yang terjadi Minggu kemarin ketika dia pergi menemui Liliana, juga tentang dugaan perselingkuhan yang Liliana lakukan.


" Apakah setelah Abang bosan padaku, lalu Abang akan menceraikan diriku setelah menemukan wanita lainnya yang menurut Abang itu sesuai dengan keinginan Abang ? "


Sam menggeleng.


" Tidak, itu tidak akan terjadi "


" Bagaimana Abang bisa yakin ? kalian hanya bertengkar dan tidak berkomunikasi selama sepuluh bulan, Abang sudah menikah denganku, dan bodohnya aku mempercayai jika Abang masih bujangan "


Aisyah memijat pelipisnya.


" Aish, bukan seperti itu, dia membuat kontrak baru tanpa persetujuan Abang, pernikahan itu juga disembunyikan, semua tak lebih hanya menghindari dari dosa perzinahan, maaf, bukan maksud Abang "


Membayangkan banyak pergumulan yang telah Sam lewati bersama Liliana, dada Aisyah terasa nyeri, dia bukan perempuan satu-satunya yang pernah merasakan segala sentuhan Sam, walaupun Aisyah pernah berpikir, tidak mungkin Sam bersih atau perjaka tulen di usianya yang sudah melewati kepala empat, tapi tetap saja hati Aisyah sakit mendengar kejujuran dari mulut Sam.


" Kenapa Abang tidak jujur padaku dari awal jika Abang sudah memiliki istri ? apa yang harus aku katakan pada keluarga ku ? "


" Abang mohon, jangan katakan apapun, dirumah ini hanya kamu, Saka dan suami Dinda yang tahu, itu juga baru Minggu kemarin "


Aisyah menjatuhkan badannya begitu saja di atas kasur, matanya menerawang menatap ke langit langit kamar, berpikir apa yang harus dilakukannya, saat ini ia masih bingung, langkah apa yang harus diambilnya.

__ADS_1


...*****...


...🌸🌸🌸🌸🌸...


__ADS_2