Pasangan Beda Usia

Pasangan Beda Usia
Om Sam ( 50 )


__ADS_3

Sam memakan asinan mangga sembari duduk santai di ruang keluarga, tidak ada seorangpun yang menemani dirinya, semua penghuni rumah berada dikamarnya masing masing.


Aisyah juga tidak menyusulnya, entahlah, Sam masih belum tahu apa maunya Aisyah.


Kalau di baikin dan dirayu, Aisyah ngambek, nolak, tapi kalau diacuhkan, justru mendekat, cari perhatian.


Sam bisa saja terus mengikuti maunya Aisyah bagaimana, tapi Sam kasihan dengan Aisyah, pernikahan mereka masih baru, jika pasangan lain sedang hangat atau mesra mesranya, ini justru sebaliknya.


Menikah karena cinta, berakhir dengan kegagalan.


Lalu Sam memilih menikah tanpa cinta, akhirnya seperti itu, Sam sadar jika semua karena ketidakjujurannya.


Sam bukannya tidak mau jujur, dia berniat akan jujur jika Aisyah sudah mencintai dirinya, ibarat anak sekolah, ujian lebih dahulu datang sebelum semua materi diberikan, amburadul.


Sembari memikirkan rumah tangganya, mulut Sam terus mengunyah asinan mangga, tidak terasa, satu mangkuk yang diambil Sam di dalam kulkas tadi, ludes tidak bersisa.


Sam Kembali berjalan masuk ke dalam kamar, Aisyah masih belum tidur, justru sedang bermain ponsel.


" Aish, kamu pasti enggak bahagia ya menikah dengan Abang ? "


Ujar Sam sembari naik ke atas ranjang.


Aisyah diam saja.


" Kamu menyesal kita menikah ? "


Aisyah menatap lekat lekat wajah Sam, tidak terlihat jika Sam sedang merayu atau serius, wajahnya datar, susah di tebak.


" Abang sendiri ? "


" Kamu jangan balas bertanya, semula menikahi kamu, Abang bertekad membuat kamu jatuh cinta pada Abang tapi ternyata tidak mudah "


" Abang menyerah ?


Berarti Abang gak serius, karena aku sudah jadi istri Abang, iya kan ? "


Sam menghembuskan napasnya pelan

__ADS_1


" Tidak, Abang tentu saja serius, hanya saja tembok yang kamu bangun semakin tinggi setelah kedatangan mantan istri Abang, Abang juga mungkin sudah tidak lagi percaya diri untuk membuat kamu jatuh cinta pada Abang.


Kamu sudah menjuluki Abang buaya hanya karena Abang sudah pernah menikah, kamu juga mencurigai Abang.


Aish, apakah karena Abang pernah menikah diam diam, lalu kamu mencap Abang begitu buruk ?


Abang ingin rumah tangga kita berjalan normal seperti pasangan pada umumnya, tetapi.... Ternyata kamu tidak bisa memaafkan kesalahan Abang ya ? "


Kali ini wajah Sam terlihat murung, Aisyah mereka reka, apakah Sam benar benar terluka karena sikap Aisyah atau hanya pura pura, atau Sam yang sedang sensitif jadi mendadak melow.


" Abang gak pernah menyelami bagaimana perasaan aku, memangnya aku gak kecewa dan sakit hati ? "


" Abang tahu, semula Abang mau jujur, tapi sudah kebongkar dulu, masalah cincin, kan kamu yang memilih semuanya sendiri, Abang kan cuma tinggal bayar, masa' kamu lupa "


" Jadi Abang nyalahin aku ? "


Aisyah mulai sewot.


" Enggak, Abang yang salah "


" Terus, mau Abang apa ? "


Eh, nantang dia.


" Abang mau, kita lupakan semua, maafkan Abang, lalu kita akan membeli seperti apa yang kamu inginkan.


Perhiasan yang Abang belikan, kamu tidak pernah memakainya "


" Aku tidak suka "


" Oh, kita tukarkan, lalu kita ganti dengan apa yang kamu mau "


" Abang yakin "


" He-eh, asal kamu memaafkan Abang "


" Gak takut bangkrut ? "

__ADS_1


Sam tersenyum.


" Tergantung kamu, kalau kamu mau hidup tenang seperti sekarang, ya jangan buat Abang bangkrut, tapi kalau kamu tetap mau membuat Abang bangkrut, kan kita juga yang bakalan hidup susah sama sama "


Aisyah mencebik.


" Kamu mau memaafkan Abang ? " Sam bertanya lagi.


" Belum "


Mendengar jawaban Aisyah, Sam langsung membalikan badannya, tidak ada gunanya, terserah dia mau apa.


Beuh, Bang Sam gantian ngambek, Aisyah bengong.


" Bang, aku kan belum selesai ngomong "


" Tidak ada gunanya Abang panjang lebar bicara, toh ujung ujungnya kamu tetap tidak mau memaafkan Abang, sudahlah ! Mungkin kamu lebih senang menjalani rumah tangga seperti ini "


Ucap Sam masih dengan posisi memunggungi Aisyah.


Sam lalu mematikan lampu meja yang ada di dekat kepalanya, dan mulai memejamkan kedua matanya.


" Bang "


" Tidurlah Aish, kepala Abang pusing "


Aisyah hanya bisa melihat punggung Sam, perlahan Aisyah mematikan lampu di atas kepalanya juga.


Padahal aku cuma mau bertanya tadi siang dia bersama siapa di cafe tempat Nonik bekerja, kalau dia menjawab jujur aku akan memaafkan dirinya, sekarang kok justru dia yang marah, aneh.


Aisyah terus membolak balikkan tubuhnya dengan sedikit gelisah karena kesel dengan Sam yang merajuk, ditambah lagi dia juga belum ngantuk, tetapi Sam sama sekali tidak merasa terganggu.


Sam terus saja berbaring memunggungi Aisyah.


...*****...


...🌸🌸🌸🌸🌸🌸...

__ADS_1


__ADS_2