
Sepanjang malam Sam tidak dapat tidur dengan nyenyak, bisa jadi Alfian juga, karena ini bukan hanya menyangkut kehidupan rumah tangga Sam, tetapi semua keluarga.
" Bang, jam berapa sampai ? "
Aisyah mengusap pelan wajahnya untuk menghilangkan sisa kantuk yang masih bergelayut, dia melihat Sam yang sudah membuka matanya, ada berada di sebelahnya.
" Malam tadi, kamu tidur dengan nyenyak, gak enak membangunkan, maaf, tidak sempat mengabarimu, ponsel Abang lowbat dari siang hari "
Sam menyentuh ujung jari Aisyah dengan tangannya, memberikan usapan lembut disana, Sam sangat kuatir kehadiran Liliana yang entah kapan dan pastinya akan diketahui oleh Aisyah, itu pasti akan melukai Aisyah, apalagi karekteristik Asiyah yang gampang ditindas.
Dengan Nonik sepupunya saja, Aisyah tidak berani, apalagi dengan Liliana.
" Ada apa ? "
Aisyah merasa aneh karena Sam terus menatap dirinya dalam diam, biasanya Sam akan terus menggodanya dengan rayuan gombal, kenapa pagi ini setelah pulang dari Kuala lumpur jadi berbeda.
Sam menggeleng gelengkan kepalanya lalu beranjak menuju ke kamar mandi.
Ketika sarapan di meja makan, Sam dan Alfian lebih banyak diam, sesekali melirik kearah Yasmin dan Saka, hanya mata mereka yang saling berbicara.
" Mas, kenapa dari tadi antara kamu dan Om Sam terus saling memandang ? Dinda bisa cemburu lho "
Ujar Dinda sembari memperbaiki kerah baju suaminya.
Alfian tertawa kecil
" Sesekali cemburulah pada Mas, agar Mas merasa dicintai "
Alfian menjawil pelan hidung Dinda
" Tapi jangan pada Sam ! dia adik Mas dan dia juga laki laki "
Alfian berjalan menuju ke arah luar.
" Enggak ah, untuk apa cemburu, merusak hati, kalau Mas macam macam, Dinda gak perlu repot-repot untuk cemburu "
" Lalu ? "
Alfian menaikkan sebelah alisnya sebelum masuk ke dalam mobil.
" Dinda akan tetap menyajikan kopi seperti biasa, tapi hati hati ! "
__ADS_1
Dinda melipat kedua tangannya di atas dada.
" Kenapa ? "
" Ada sianida di dalamnya "
Dinda terkekeh.
Alfian melotot.
" Jangan macam macam, hati hati dijalan ! "
Sebelum Alfian menjawab semua yang Dinda katakan, Dinda sudah berbalik masuk ke dalam rumah.
Saka hanya diam menatap interaksi antara Dinda dengan Papanya dari dalam mobilnya sendiri sembari menunggu Yasmin keluar dari dalam rumah.
...*****...
[ Sa, bisa keruangan Om, ada hal penting yang mau Om bicarakan ]
Saka membaca pesan yang dikirimkan Om Sam barusan.
" Ada apa Om ? "
Saka mendudukkan bokongnya di kursi depan meja kerja Sam.
" Belum mendapatkan tempat untuk Yasmin ? "
Saka mengernyitkan dahinya, sejak pagi tadi Om Sam lebih pendiam setelah seharian menghilang, Saka tidak tahu kemana Om Sam pergi, karena Saka memang tidak bertanya.
Saka menggelengkan kepalanya.
" Kau menyukai Yasmin ? "
Sam menatap tepat ke manik mata Saka.
Ada apa sih ini ?
" Ada apa Om, langsung saja tanya ke inti permasalahannya, aku sudah dewasa, jangan perlakukan aku seperti anak kecil ! "
Wajah Saka memperlihatkan jika dia sedang tidak suka.
__ADS_1
" Jawab saja dengan jujur, nanti Om akan menceritakan semuanya "
Saka menghembuskan napas berat.
" Aku ingin menyukainya tetapi gak bisa, dia hanya teman bagiku, tidak ada yang berdetak disini seperti yang pernah aku rasakan pada Dinda dulu "
Saka menunjuk pada dadanya.
" Jangan katakan kalau kau masih menyimpan rasa untuk ibu tiri-mu "
Saka berdecih.
" Enggaklah, aku tidak mau membuat Papa tertekan, Papa juga harus bahagia seperti Mama, aku hanya ingin jatuh cinta tanpa dipaksa, biarkan hatiku menentukan pasangannya sendiri "
Sam menghembuskan napas lega.
" Kau tahu dengan salah satu model dan bintang iklan yang bernama Liliana ? "
Sam menunjukkan foto Liliana yang masih ada di dalam galery ponselnya.
Saka menatap wajah Sam dengan tatapan yang rumit.
" Dan Om melihat pada salah satu postingan Yasmin, ada Liliana disana "
Sam juga memperlihatkan hasil screenshot pada akun sosial media Yasmin.
" Apakah model ini...."
" Dia mantan istri Om "
Jawab Sam pelan.
" Hah ? bagaimana bisa, jadi selama ini, dan Aisyah..."
Saka tidak bisa melanjutkan ucapannya, dia tahu bahwa Om Sam sedang dalam masalah yang tidak kecil, Saka hanya tidak mengerti, bagaimana bisa selama ini dia tidak tahu apa apa dengan kehidupan pribadi Omnya, padahal dia tinggal satu plat dengan Om Sam selama empat tahun lebih.
Ah, bukan hanya Om Sam saja, tapi juga dirinya berada dalam masalah yang menyangkut dengan Yasmin.
...*****...
...🌻🌻🌻🌻🌻...
__ADS_1