
Mencari kos kos'an yang sesuai seperti keinginan Yasmin tidaklah gampang, karena Yasmin ingin menyewa seperti paviliun yang menempel atau sedikit berjarak dari rumah utama agar Yasmin merasa aman dan nyaman karena berhubungan dengan keselamatannya, secara Yasmin tidak mempunyai kerabat atau kenalan selain Saka.
Jadi sudah tiga hari, Yasmin masih menumpang di kamar tamu rumah kediaman Alfian.
Kesibukan seluruh keluarga untuk mempersiapkan pernikahan Om Sam dan Aisyah juga sangat menyita waktu, sehingga kesempatan untuk mencari tempat untuk Yasmin semakin kecil.
Om Sam juga, mau nikah tapi buru buru, dari acara lamaran hingga mempersiapkan segala sesuatu yang berhubungan dengan pernikahan hanya ada waktu dua Minggu yang tersisa.
Om Sam sudah sangat tidak sabar mau menggunakan semua jurus agar Aisyah menyukainya, kalau belum bisa Aisyah menyukai Om Sam, jangan harap Om Sam merasakan indahnya perkawinan.
Om Sam mau memaksa ? Gak bisa dong, kan memang sudah begitu perjanjiannya dengan Aisyah.
Aisyah mau jadi istrinya tapi belum sepenuhnya sampai Aisyah menyukai Om Sam.
Akhir pekan, Agam sudah berada di ruang tamu ditemani oleh Saka, seperti biasa, dia akan menjemput keponakannya.
" Mau dipamerkan kemana lagi itu bocah bang "
Tanya Saka sembari menunggu Dinda mempersiapkan keperluan Malika selama menginap dua malam dirumah bapak dan ibunya.
Jangan berpikiran jika Agam menjemput keponakannya dengan naik taksi, no, dia tetap menggunakan motor yang jok belakangnya nungging ke depan.
Malika akan duduk di belakang boncengan dengan diikat oleh sabuk pengaman yang memang diperuntukkan untuk membonceng Balita naik sepeda motor.
Alfian sudah sering memprotesnya agar Agam menggunakan taksi atau diantar, tetapi Agam keukeh.
" Jangan biasakan manja, hidup ini tidak pernah tahu bagaimana kedepannya, ribuan anak anak naik motor juga gak kenapa kenapa "
__ADS_1
Jawabnya ketus.
Lah yang punya anak siapa ? kok Agam yang lebih judes.
Alfian sudah geram saja mendengar reaksi Abang iparnya, tetapi Dinda cepat menenangkan Alfian agar mengalah, karena jika terjadi pertengkaran, Dinda tidak tahu harus berpihak pada siapa, kepada Alfian, Agam adalah kakak yang sangat Dinda sayangi dan yang menyayangi Dinda, pada Agam ? Alfian suaminya, keduanya sama sama terpenting bagi Dinda.
Tiga bulan belakangan ini, jika diakhir pekan ada kondangan, orang tua Dinda sedang suka sukanya memamerkan cucunya Malika pada sanak keluarga.
Ya seperti sore ini, Agam yang baru pulang kerja dari salah satu provider telekomunikasi yang ada di Indonesia, singgah ke rumah Alfian untuk menjemput Malika.
Gadis kecil itu sangat senang kalau sudah akan kerumah Kakek dan neneknya, karena dia tidak lagi memiliki Kakek dan nenek selain orang tua Dinda, kedua orang tua Alfian, sudah lama meninggal.
" Pakde Bambang besok akan menikahkan anaknya, biasalah Sa, kalau sudah tua, mereka akan memamerkan cucu bukan harta "
" Abang sendiri kapan memberikan mereka cucu, masa' adikku saja yang di tenteng tenteng "
" Yas, kok kamu, Tika dan mbak Sri mana ? "
Saka gak enak saja, jika Yasmin mengerjakan tugas yang seharusnya dikerjakan oleh Tika atau mbak Sri.
" Tika sedang membantu berkemas mamanya Malika, ibu Sri ada dibelakang "
Kedua manik mata Agam menatap Saka dan Yasmin secara bergantian.
" Yas, kenalkan ! dia Om-nya Malika, Agam.
Bang, dia teman satu kampus dulu, Yasmin "
__ADS_1
Yasmin dan Agam saling melempar senyum dan mengangguk pelan, setelahnya Yasmin kembali ke belakang.
" Abang belum memikirkan dan belum ketemu seseorang yang membuat Abang jatuh cinta, kau suruhlah Papamu memberikan adik untuk Malika, biar Malika berlama lama menginap disana "
" Abang masih belum juga menyukai Papaku, tapi di minta menambah keponakan "
Saka tersenyum masam, dia saja sudah bisa menerima keadaan, kenapa Agam masih juga belum.
" Tidak akan pernah " Sahut Agam datar.
Saka menghembuskan napas kuat
" Kenapa bang ? apa karena Papaku sudah tua ? "
" Gak ada hubungannya "
" Lalu "
" Abang pria normal, Sa, masa' Abang menyukai laki-laki juga, hii " Agam berekspresi jijik lalu tergelak.
Saka ikut tertawa.
" Eh, Sa, gadis tadi pacarmu ? "
Saka memperhatikan wajah Agam yang tersenyum penuh arti, jangan jangan Agam....
...*****...
__ADS_1
...🌸🌸🌸🌸🌸...