
Sam melangkahkan kakinya berjalan menuju resto tempat Alfian dan Robert sedang menunggunya untuk makan siang.
Keduanya belum memulai untuk menyantap hidangan yang sudah tersedia dihadapan mereka, menunggu sampai Sam tiba.
" Bagaimana ? Berhasil ? "
Sambut Alfian saat Sam sudah menjatuhkan bokongnya di salah satu kursi dihadapannya.
" Belum "
" Payah kau, menangani istri yang masih mentah saja kau tidak bisa " Robert mencibir.
" Pakai cara Alfian, pasti berhasil "
Robert melirik Alfian yang mulai memakan hidangan makan siangnya.
" Bagaimana caranya bang ? "
Sam beralih pada Alfian.
" Pura pura saja kau tidak tahu kalau dia ngambek, peluk saja terus meskipun dia nolak, lama lama juga capek sendiri, tenagamu kan lebih kuat dari pada tenaganya.
Kau tahu, ketika Dinda merajuk dan minta menginap di rumah orang tuanya ? "
Sam menggeleng.
Ya enggaklah, Sam kan pada saat itu masih berada di Kuala lumpur.
" Aku ikut menginap di rumah orang tuanya, walaupun harus bersempit sempitan kerana ranjangnya tidak cukup besar untuk kami berdua, mana tidak ada AC, ditambah lagi dinasehati oleh bapak mertua di depan abangnya yang sangat tidak menyukai aku.
Lengkap sudah penderitaanku, tapi aku tidak perduli, dia istriku, walaupun istri muda "
Alfian terkekeh kecil.
" Meskipun aku belum cinta, aku dekati terus, perempuan muda, kita nikahi secara sah, bukan sembunyi sembunyi, masa' dibiarkan saja, rugilah "
Alfian melirik sinis ke arah Sam, lalu lanjutkan makannya.
" Bener, mengahadapi perempuan yang lagi ngambek dibawa santai, ntar juga capek sendiri, yang penting, dia belum minta cerai "
Robert menambahi.
" Memang kenapa kalau sampai dia minta cerai ? "
Tanya Sam, mulai ikut makan.
" Kau keluarkanlah air mata buayamu ! Memangnya kau mau cerai lagi, nikah lagi, kau sudah tua, anak juga belum ada, kau mau masa tuamu sendirian, kesepian, lalu mati ?
Mati karena sakit masih keren Sam, dari pada mati karena kesepian ? "
Ucapan Robert begitu kejam.
" Kau sendiri ? Gak minat cari ganti ? Mau sampai kapan menduda ? "
" Dia mau balik sama mantan istrinya "
Sela Alfian
__ADS_1
" Kok mau ? "
Sam tidak percaya.
" Demi anak anak Sam "
Sahut Robert.
" Cuma demi anak anak saja ? "
Sam masih tidak percaya dengan alasan Robert yang mau rujuk dengan Istrinya hanya karena kedua anaknya yang sudah menginjak dewasa.
Pria yang selalu memiliki lebih dari satu sugar baby itu mustahil Kembali ke mantan istri dengan alasan anak-anak.
" Enggak, bagaimanapun nakalnya aku, aku masih mencintai dirinya, dia perempuan terbaik dan tersabar yang pernah aku kenal, apalagi setelah bercerai, dia justru semakin kelihatan muda dan cantik "
Alfian dan Robert terkekeh.
" Mantan istri mu mau rujuk denganmu ? "
Sam dalam mode kepo.
" Maulah, dia juga masih cinta padaku, memang ada pria yang tampan dan berkantong tebal yang tidak disukai oleh perempuan termasuk mantan istriku ? "
Robert sombong.
Alfian hanya menggelengkan kepalanya.
...*****...
Sam mengecup sekilas dahi Aisyah ketika pulang dari kantor.
Aisyah yang sedang rebahan di atas sofa sembari menonton TV, sedikit terkejut dengan perubahan dari Sam.
Gak ada angin dan gak ada hujan nyium jidat, Aisyah diam saja.
Setelahnya Sam ngeloyor ke dalam kamar mandi.
Mimpi apa dia tingkahnya manis sekali, eh, dia memang selalu berlaku manis sih, sehingga aku jadi tertipu.
" Nanti ikut Abang ya ! "
Sam ikut duduk di sofa, kaki Aisyah yang sedang selonjoran, Sam letakkan di atas pahanya.
Aisyah ingin menarik kakinya, tapi ditahan oleh Sam.
" Kemana ? "
" Ke dokter kandungan "
Kedua mata Aisyah melotot, Sam pura pura tidak tahu.
Tenang Aish, tenang ! Ini cuma jebakan.
Aisyah menenangkan dirinya sendiri.
" Ngapain ? "
__ADS_1
" Mau cek kesuburan, kita menikah sudah lebih dari sebulan, jadi mungkin kita akan melakukan program biar cepat dapat momongan "
Sam menatap lekat lekat setiap perubahan pada diri Aisyah, terutama perubahan wajahnya.
" G-gak perlu bang ! "
" Kenapa ? "
" Kan baru sebulan lebih, orang lain bisa lebih setahun atau dua tahun menunggu "
" Itu kan orang lain, bukan Abang "
" Aku sedang datang bulan bang, lain kali saja "
Buru buru Aisyah bangun dari duduknya.
Sam tersenyum simpul.
" Oh, padahal malam ini Abang sedang ingin, dan Abang berniat membayar tiga kali lipat dari yang kamu minta lho "
Sam mengedipkan matanya genit.
Aisyah pura pura tidak mendengar, dia tahu Sam hanya menggodanya.
Gegas Aisyah menjauhi Sam, tetapi secepat kilat Sam meraih pergelangan tangannya.
" Mau kemana ? "
" Mau membuat kopi untuk Abang "
" Tidak perlu, duduk saja disini "
Mau tidak mau Aisyah kembali duduk, tangan Sam merayap ke belakang masuk kedalam pakaian yang saat ini Aisyah mengenakan stelan blouse dan rok, telapak tangan Sam mengusap pelan pinggangnya.
" Bang "
Tubuh Aisyah menegang, ia takut ketahuan kalau sedang berbohong, Sam terlalu piawai menguasai tubuh Aisyah.
" Pinggang kamu pasti pegal kan ? Abang cuma mengurutnya "
Sam menyembunyikan senyumnya.
Aisyah sesaat memejamkan kedua matanya menikmati kenyamanan usapan tangan Sam.
Hem, anak itu senang sekali mendapatkan usapan dari ayahnya, belum juga apa apa sudah berkomplot saja dia.
" Enak ? "
Bisik Sam pelan.
Aisyah tersentak, Sam terkekeh.
Benar juga apa yang dikatakan bang Al.
...******...
...🌸🌸🌸🌸🌸...
__ADS_1