Pasangan Beda Usia

Pasangan Beda Usia
Om Sam ( 46 )


__ADS_3

Malam dilalui tanpa Sam melakukan apa apa, seperti biasa, keduanya tidur saling memunggungi, Sam juga tidak memaksa atau merayu seperti sebelum Maghrib datang, selepas makan malam Sam lebih memilih mengobrol dengan Saka tentang permasalahan pekerjaan hingga menjelang datang rasa kantuk, baru Sam kembali ke kamarnya.


Bangun pagi tetap seperti biasanya, Sam terlihat santai dan tidak terpengaruh oleh Aisyah yang masih dalam mode ngambek, sama juga seperti pagi ini, Sam biasa saja dan tanpa mengganggu atau merayu Aisyah agar mau memaafkan dirinya.


" Sam, tidak sarapan "


Tegur Alfian yang melihat Sam hanya diam dan cuma mengesap kopinya seteguk.


" Enggak bang, perutku sedikit mual, kepalaku juga pusing "


" Masuk angin ? Begadang karena gak bisa tidur ? "


Alfian melirik sekilas pada Aisyah yang duduk diam sembari sarapan di sebelahnya.


" Gak tahu bang, dari bangun tidur tadi sudah mual "


" Tik, buatkan saya air jeruk dong ! "


Pinta Sam pada Tika yang sedang menyiapkan bekal untuk Malika.


" Siap Pak "


Sahut Tika sembari berjalan ke dapur.


Dinda mengamati Aisyah yang seakan tidak perduli dengan kondisi Om Sam, misalnya sekedar bertanya.


Dinda kecewa, kenapa Aisyah bisa sekeras itu, Om Sam kan sudah memilihnya.


" Mas, mungkin Om Sam mengalami gejala mengidam "


Dinda berbisik pelan pada Alfian.


Alfian melirik ke arah Sam yang justru bermain ponsel sambil menunggu air jeruk yang dimintanya pada Tika.


" Jangan beritahu Om Sam, biar sampai Aish sendiri yang akan memberitahukan suaminya "


" Oke "


Alfian hanya menjawab pendek.


" Mas..."


" Enggak, Malika saja sudah cukup "


" Dinda belum ngomong "

__ADS_1


" Mas sudah tahu apa yang ingin kamu bicarakan, ikut Mas kekantor yuk ! "


" Ada acara apa ? "


" Gak ada, Mas cuma ingin kamu temani, kamu bisa bernostalgia dengan Sandra disana "


" Baiklah, setelah sarapan, Dinda siap siap "


Saka, Sam dan Aisyah, hanya diam mendengarkan bisik bisik antara Dinda dan Alfian.


" Bang, aku berangkat sendiri ke sekolah ya ! "


Aisyah ingin langsung kerumah sakit untuk memeriksakan kondisi kehamilannya.


Sam hanya mengangguk, menghabiskan air jeruk yang baru di letakkan di atas meja oleh Tika, lalu melangkah ke luar menuju ke mobilnya.


Ada rasa kecewa ketika Sam tidak menahannya, padahal Aisyah sudah mempersiapkan beberapa alasan jika Sam keukeh hendak mengantar ke sekolah.


Saka yang melihat Om Sam sedikit acuh dengan Aisyah, mengerutkan dahinya dalam.


Aisyah buru buru keluar untuk memanggil taksi.


" Mas "


" Biarkan saja ! Itu urusan rumah tangga mereka, sudah siap ? Ayo berangkat ! "


...******...


" Kenapa kau biarkan istrimu pergi sendiri ? "


Alfian berdiri di pintu ruangan Sam, dia membiarkan pintunya tetap terbuka.


" Biarkan saja Bang, lakukanlah apa yang dia mau, aku sedang malas membujuknya "


" Kau menyerah ? Baru segitu ? "


Alfian menutup pintu, melangkah perlahan dan mendudukkan dirinya disofa, Sam berbaring di sofa sembari memejamkan kedua matanya.


" Enggak, aku cuma sedang malas saja, aku tengah berpikir, apa aku salah makan sehingga perutku mual dan kepalaku berdenyut, makanya aku putuskan membiarkan apa pun yang diinginkannya.


Dia keras kepala, bang "


" Kalau keadaanmu kurang sehat, istirahat di rumah, kenapa kau ke kantor ? Apakah aku terlihat seperti bos yang kejam "


Sam terkekeh.

__ADS_1


" Kau Abang dan bos terbaik bagiku "


Sam mengangkat dua jempol tangannya ke arah Alfian.


" Kau bisa saja "


" Sam, jangan jangan kau mengidam "


Hayo Mas Al, kan sudah dibilang jangan beritahukan Om Sam.


" Hah ? "


Sam langsung terduduk.


" Benarkah istriku hamil ? Apa Dinda memberitahukan pada Abang ? "


Alfian menggaruk belakang kepalanya yang tidak gatal.


" Aku cuma menebak Sam, kau berharap sekali, kalau memang istrimu hamil dan belum memberitahukan kepadamu, biarkan saja-lah ! Nanti juga akan ketahuan, sebentar lagi juga akan muntah muntah, mengidam dengan segala macam permintaan, lalu perutnya juga besar, saat itu kau pasti akan mengetahuinya "


" Bang, aku kan juga ingin mengikuti prosesnya dari awal, masa' harus menunggu seperti yang Abang ucapkan tadi "


" Terus bagaimana ? Dia tidak memberi tahukan padamu kan ? Masa' kamu mau memaksa ? Biarkan saja, kalau kau acuhkan dia juga nanti akan nangis sendiri, sekalian kau bisa mengetes seberapa arti dirimu buat istrimu "


Alfian bangkit dari duduknya, permasalahan rumah tangga Sam yang belum juga membaik, membuat Alfian akhirnya terseret seret dengan mau tidak mau ikut memikirkan juga.


Boleh juga ide bang Al, akan kita lihat seberapa kamu bisa bertahan jika abang mengacuhkan kamu, Aish.


Sam Kembali membaringkan tubuhnya di atas sofa, kepalanya masih terasa berdenyut.


Tangan Sam mengambil ponsel yang ada di dalam saku celananya.


" Lol, pesankan saya air jeruk ! "


Tidak menunggu jawaban dari Lola sekretarisnya, Sam sudah mengakhiri panggilan.


...*****...


Aisyah memutuskan untuk tidak pergi ke sekolah, terserahlah kali di pecat, hatinya lagi galau, karena Sam mengacuhkan dirinya tadi pagi.


Dari bangun tidur sampai Sam berangkat ke kantor lebih dahulu, Sam sama sekali tidak menegurnya.


Setelah selesai melakukan pemeriksaan dan memang dia positif hamil, Aisyah memutuskan pulang ke rumah ibunya hanya sekedar melepaskan rasa rindu akan rumah.


...*****...

__ADS_1


...🌸🌸🌸🌸🌸🌸...


__ADS_2