Pasangan Beda Usia

Pasangan Beda Usia
Om Sam ( 31 )


__ADS_3

Sejak sore tiga hari yang lalu ketika Sam mengatakan semuanya, Aisyah menutup mulutnya rapat-rapat, dia tetap melakukan semua tugasnya sebagai istri tapi tidak pernah menatap wajah Sam atau mengajak Sam berbicara, jika Sam bertanya, Aisyah akan menjawab, jika tidak, Aisyah tetap diam.


Bagi Sam, kediaman Aisyah terhadap dirinya itu hal yang wajar karena pasti Aisyah sangat kecewa padanya.


Sam juga tidak berusaha membujuk Aisyah, ia memberikan waktu pada Aisyah untuk menata hatinya dari rasa kecewa.


Atmosfer perang dingin antara Sam dan Aisyah, juga dirasakan oleh seluruh penghuni rumah, Saka dan Alfian yang tahu apa penyebabnya, jadi mereka tidak mau ikut campur, hanya Dinda yang sedikit bingung.


Sebelum Om Sam ke Kuala lumpur, kelihatannya mereka berdua baik baik saja, kenapa setelah kembali keadaan jadi bertolak belakang.


" Din, bawa Aisyah pergi keluar, biar Malika sama Mas dirumah "


Alfian berbisik pelan setelah selesai menghabiskan sarapannya.


" Biasanya menjelang akhir pekan ini, kamu dan Om Robert akan main golf Mas "


" Iya sih, nanti Mas ajak sekalian, kan ada Tika yang akan menjaga Malika "


" Kamu gak malu dengan teman temanmu ? Main golf sembari mengasuh anak "


Dinda mengikuti Alfian yang mulai menggeser kursinya dan berjalan menuju ke kamar.


" Mas justru bangga, diusia Mas yang sudah tidak muda lagi, bisa menikahi perempuan seperti kamu "


Alfian mengedipkan matanya genit.


Dinda hanya tersenyum tipis.


" Oke, Dinda akan menyuruh Tika mempersiapkan Malika, jangan salahkan Dinda kalau kami pulang malam "


Dinda sudah berbalik badan hendak ke belakang memberitahukan Tika, cepat Alfian menarik tangan Dinda, sebelah tangannya memeluk pinggang Dinda.


" Kamu boleh bersenang senang Din, tapi ingat, jangan pernah memandang pria lain selain suamimu, Dinda "


Ujung jari telunjuk Alfian menyelusuri rahang Dinda.


Tubuh Dinda menjadi kaku, satu hal yang membuat Dinda masih tertekan terhadap Alfian, Alfian pencemburu sekaligus suka menekan Dinda agar jangan pernah tebar pesona pada pria lain, memangnya Dinda segenit itu.

__ADS_1


" Dinda pergi kan dengan Aisyah, Mas "


Cicit Dinda dengan suara yang nyaris tenggelam masuk kedalam tenggorokan.


" Tetapi kali ini kamu tidak dengan Malika dan Tika yang menandakan kamu sudah bersuami dan memiliki anak "


" Mas "


" Pergilah ! "


Alfian tidak mau mendengar alasan lagi dari mulut Dinda dengan memberikan kecupan sekilas di bibirnya.


Kalau sudah Alfian menutup pembicaraan dengan ritual seperti itu, berarti tidak ada bantahan lagi.


...*****...


Dinda lebih memilih danau buatan untuk mengajak Aisyah berjalan jalan dari pada ke Mal.


Keduanya sama sama mengenakan pakaian yang lebih santai, Dinda sendiri lebih memilih memakai bawahan rok dengan cutting tidak terlalu lebar dan atasan katun polos warna putih, begitu juga dengan Aisyah.


Dinda yang sudah hampir enam tahun menjadi istri Alfian, tentu saja tampilan dan kulitnya lebih glowing dibandingkan dengan sebelum menikah.


" Aish, mungkin orang lain akan beranggapan jika menikahi pria matang seperti suami kita itu pasti menyenangkan ya, uangnya banyak, wajah tampan, kedudukan juga ada, andai mereka tahu "


Dinda berkata sembari melemparkan satu kerikil kecil kedalam danau.


Aisyah dan Dinda memilih duduk disalah satu bangku yang ada ditepi danau.


Dinda tidak mau bertanya pada Aisyah, dia sedang memiliki masalah apa dengan Om Sam.


Biarlah Aisyah yang akan bercerita dengan sendirinya.


Aisyah membuang napasnya pelan.


" Apakah Nonik tidak menceritakan tentang diriku ? "


Dinda menatap ke wajah Aisyah yang juga tengah menatapnya.

__ADS_1


Dinda menyebut dirinya aku, agar menyamakan gaya bicara Aisyah.


Aisyah tersenyum tipis


" Sedikit, dia hanya mengatakan kalau kamu adalah istri muda yang merebut posisi ibunya Saka, maaf ! "


Gantian Dinda yang tersenyum masam.


" Mungkin kedengarannya seperti itu, walaupun tidak semuanya benar, tapi biarlah cerita yang lama akan tetap terkubur agar aib antara kami semua tidak lagi muncul kepermukaan.


Apapun prosesnya, hubungan diriku dengan ibunya Saka baik baik saja "


" Din, apakah kamu tahu jika Bang Sam pernah menikah sebelumnya ? "


Akhirnya Aisyah sudah tidak bisa memendamnya sendirian lebih lama lagi, walaupun Sam mengatakan jika hanya mereka bertiga yang tahu, tapi Aisyah kurang yakin.


" Om Sam pria dewasa yang normal dan mapan, satu lagi, dia tampan bukan ? kalau tidak, tampan masa' kamu mau dengan dirinya "


Dinda tertawa kecil.


" Diusia seperti Om Sam jika belum juga menikah, justru harus kita curigai, kalau tidak dia suka jajan diluaran, tidak normal atau memiliki penyakit "


" Jadi ? berarti kamu tahu kalau bang Sam sudah menikah dan kepergiannya kemarin ke Kuala lumpur untuk menceraikan istrinya yang seorang model itu ? "


" Apa ? Istrinya seorang model "


Dinda bertanya tidak percaya.


" Jadi kamu benar benar tidak tahu apa pun tentang cerita masa lalu bang Sam ? "


Dinda menggelengkan kepalanya.


Aisyah menepuk jidatnya.


...******...


...🌸🌸🌸🌸🌸...

__ADS_1


__ADS_2