Pasangan Beda Usia

Pasangan Beda Usia
Om Sam ( 15 )


__ADS_3

Wajah Dinda cemberut, dia menghempaskan bokongnya di atas Sofa yang ada di dalam kamarnya.


Alfian datang mengikutinya dengan membawa piring nasi yang belum Dinda habiskan tadi di meja makan.


" Makananmu belum dihabiskan "


Alfian meletakkan piring nasi diatas meja di hadapan Dinda.


" Kamu tidak perlu diet, badan mu sudah cukup ideal, Mas suka dengan badanmu yang seperti ini " Dinda cuma melirik nasinya dengan tatapan malas, bibirnya tetap cemberut.


" Kamu masih cemburu dengan kejadian yang sudah lama "


Alfian mengambil telapak tangan Dinda, lalu meletakkannya di antara kedua telapak tangannya sembari ditepuk tepuk pelan.


Dinda menggeleng.


" Enggak Mas, semua sudah berlalu dan sangat lama, Dinda hanya tidak suka Nonik mengungkap hal itu lagi, disana ada Yasmin dan Malika, bisa jadi Aisyah tidak tahu juga.


Apa yang mereka pikirkan sekarang ?


Tidak kah dia bisa menimbang perasaan Saka ? Dan bagaimana dengan Yasmin jika dia tahu ?


Apa yang dipikirkan Yasmin tentang Dinda, Mas ? "


Akhirnya Dinda menangis sebagai luapan kekesalannya. Alfian membawa Dinda ke dalam pelukannya, menepuk nepuk pelan punggungnya.


" Tidak bisakah dia melupakan semuanya ? Kalau dia ingin mengejar Saka, kejarlah dengan cara yang elegan tanpa melibatkan Dinda.


Dia tamu yang sangat tidak memiliki etika "


Alfian hanya diam sembari membiarkan Dinda mengomel.


" Mas "


Dinda mendongak wajahnya.


" Hah ? "


" Kenapa diam saja ? "

__ADS_1


" Mas harus komentar apa, yang kamu katakan benar, makanya Mas diam, atau kita suruh dia pulang ? "


Alfian bertanya lucu.


" Gak enak dengan Om Sam dan Aisyah, itu sama saja jika kita jauh lebih buruk dari pada dirinya "


Dinda memukul dada Alfian pelan.


" Ya sudah, selama dia ada disini, kita makannya dikamar saja jadi tidak perlu melihat wajahnya, bagaimana ? "


" Gak sopan itu namanya, Mas yang membuat peraturan agar setiap makan malam harus berkumpul, masa' kita sendiri yang berulah, lagian yang jadi nyonya rumah kan Dinda "


Ujar Dinda sedikit sombong.


Alfian terkekeh.


" Iya nyonya, lakukan seperti yang nyonya mau "


Alfian mencubit kecil hidung Dinda.


" Sekarang habiskan makannya nyonya ! "


...*****...


Aisyah sudah berganti dengan piyama tidurnya, jangan membayangkan dia akan memakai lingerie untuk menggoda suaminya sebelum memulai ritual malam pengantin pada umumnya.


Om Sam sendiri juga memakai pakaian tidur seperti biasanya, celana tidur bergaris garis vertikal dan kaus oblong.


" Om tidur di sini juga ? "


Aisyah menatap sisi kasur di sebelahnya yang masih kosong.


" Iya sayang, jadi suamimu ini mau tidur dimana ? Di sofa ? jangan lakukan kekejaman di malam pertama kita menjadi suami istri "


Om Sam lebay.


" Tapi kita sudah membuat perjanjian jika Om tidak akan melakukannya sampai aku menyukai Om, aku ingin agar kelak anak kita ada, dia terlahir dari bentuk rasa cinta kedua orang tuanya, bukan hanya karena ***** "


" Ckckck, ibu guru satu ini, iya, saya, haish pada istri sendiri ber-saya saya, kamu mau memanggil suamimu ini apa ? Jangan Om ! Gak enak didengar "

__ADS_1


Sam sudah menjatuhkan badannya diatas kasur di sebelah Aisyah yang masih duduk bersila.


Aisyah terlihat berpikir.


" Abang saja, enak dengarnya, sama seperti ketika Malika memanggil abangnya, Bang Sa, kedepannya mesra gitu, ops "


Aisyah menutup mulutnya karena keceplosan.


Sam terkekeh.


" Duh, yang sudah kepengen dimesrai ? "


Sam menowel dagu Aisyah.


" Jangan nowel nowel ! "


" Nowel istri sendiri masa' enggak boleh "


Om Sam ternyata genit ya ?


" Eh, sampai mana pembahasan kita, tentang menyentuh ya ? Oke Abang janji tidak akan melakukannya sampai kamu menyukai Abang, tapi kalau kamu sudah menginginkannya, katakan jangan malu malu, suamimu ini akan senang hati memenuhinya "


Bibir Sam membentuk senyuman manis.


" Ih, mana mungkin "


" Kita lihat saja nanti, sudah sekarang tidur, kalau berubah pikiran, beritahu ya "


Ujar Sam terkekeh sembari memeluk bantal guling, lalu mulai memejamkan matanya.


Badannya benar benar letih, tidak membutuhkan waktu lama, Sam sudah terlihat tertidur nyenyak, terdengar suara dekuran halus yang keluar dari hidungnya.


Lampu kamar masih belum di matikan.


Aisyah perlahan mematikan semua lampu karena dia sudah terbiasa tidur dalam keadaan gelap.


...******...


...🌸🌸🌸🌸🌸🌸...

__ADS_1


__ADS_2