Pasangan Beda Usia

Pasangan Beda Usia
Om Sam ( 45 )


__ADS_3

Aisyah cemberut, walaupun Sam menahannya untuk tetap duduk, tapi Aisyah beralasan hendak buang air, agar Sam melepaskan dirinya.


Sekarang yang jadi masalah ketika waktu sholat Maghrib, dia mau Sholat dimana ?


Jika di dalam kamar seperti biasa, akan ketahuan jika sedang berbohong.


" Mau kemana ? "


" Mau kedapur membantu Mbak Sri dan Tika, masa' aku seperti nyonya besar yang terus di dalam kamar "


" Tidak perlu, mereka juga sedang berada di kamarnya bersiap sial untuk sholat Maghrib dulu "


Aisyah mendesah, maksud hati ingin menumpang sholat di dalam kamar Tika, gadis itu bisa diajak untuk bekerja sama.


" Hemm, aku mau minta di belikan pembalut "


Alasan yang tepat.


Sam tetap menahan senyumnya pura pura tidak tahu kebohongan demi kebohongan yang dilakukan Istrinya.


" Memang datang bulannya kapan ? Kok baru sekarang minta dibelikan pembalut ? Atau nanti setelah lepas magrib Abang saja yang membelikan, biar seperti cerita cerita di novel gitu lho, suaminya yang membeli pembalut, dan karena tidak tahu merek dan tipe seperti apa yang mau dibeli atau yang biasa dipakai Istrinya, sang suami memborong semua pembalut yang terpajang di rak, saking banyaknya, bisa dibuat menjadi kasur "


Sam memiringkan kepalanya, kali ini senyum menggodanya sudah tercetak jelas di atas bibirnya.


Aisyah semakin jengkel.


" Darimana Abang tahu cerita seperti itu ? Memang Abang tidak memiliki pekerjaan sehingga mempunyai banyak waktu untuk membaca novel "


" Mak othor yang kasih tahu "


Bang Sam bisa aja, hihihi.


Aisyah mendengkus, lalu berjalan ke kamar mandi.


Setelah Aisyah menghilang di balik pintu.


Sam tergelak pelan.


Kamu masih terlalu amatir Aish.


" Katanya datang bulan, kok sholat ? Gak boleh lho, dosa "


Sam Kembali menjahili Aisyah yang sudah memasang mukenanya dan sudah membentangkan sajadah.


" Gak jadi, datangnya nanti saja kalau sudah sholat isya "

__ADS_1


Aisyah menjawab dengan ketus.


Sam terkekeh.


...*****...


Selepas makan malam, Aisyah buru buru naik ke atas ranjang, dia pura pura tidur agar Sam tidak mengganggunya dengan berbagai macam pertanyaan yang membuat Aisyah pusing karena terus berbohong.


Sam lebih cerdik lagi, dia ikut ikutan naik ke atas ranjang, memeluk Aisyah yang sedang memunggungi dirinya.


" Dosa lho, suami dikasih punggung "


Aisyah ,menghembuskan napasnya kuat.


Dosa lagi dosa lagi.


" Posisi seperti ini nyaman bang, tolong bertoleransi ! "


" Jadi kamu senang kalau Abang peluk dari belakang ? "


Hah ?


Aisyah buru buru membalikkan badannya, justru jarak keduanya semakin dekat.


Wajah keduanya hampir bersentuhan, Sam mengambil kesempatan, ia mengecup sekilas bibir Aisyah.


" Apakah mencium-mu, Abang juga harus membayar ? "


" Iya, setengah dari harga yang pernah aku ajukan "


Sam tergelak.


" Kenapa ? Gak sanggup ? "


Aisyah mencibir.


" Bukan, untuk katagori menyentuhmu dengan tanda kutip, Abang kan harus mulai dari hal hal yang kecil dulu, ibarat makan, memakan mulai dari yang tepi kan ? Jadi mencium dan memelukmu, itu masuk ke dalam bagian yang Abah maksudkan tadi "


Aisyah mendesah, Sam selalu mempunyai jawaban.


" Tapi aku sedang tidak ingin bang "


Aisyah mencoba memberikan alasan, dia belum ke dokter, bisa bahaya jika membiarkan Sam melakukannya malam ini, dan jika tidak berhati hati, akan membahayakan kehamilannya yang masih rentan.


Apa lagi Sam tidak tahu, beberapa hari tidak menyentuh Aisyah, bisa saja Sam lepas kendali.

__ADS_1


" Dosa lho menolak keinginan suami, kalau kamu melayani keinginan suamimu, bukan saja dapat pahala, tetapi dapat pulus juga, apa gak enak tuh "


Terus Om Sam, keluarkan jurus jurus yang Om Sam punya.


" Toleransi lah bang, Abang membohongi aku saja, aku bertoleransi "


Aisyah tidak mau kalah, walaupun ia sedang dalam mode balas dendam, tetapi dia juga tidak mau menambah dosa yang sudah menggunung.


" Kamu banyak meminta toleransi dari Abang, dari kembali ke sokolah, memunggungi Abang, nah sekarang ? Abang minta hak Abang, pakai bayar lagi, tapi kamunya enggak toleransi ke Abang "


Nah loh.


Aisyah diam.


" Tapi, aku...."


" Kenapa ? "


Sam semakin yakin, jika Aisyah pasti sudah hamil, makanya sedikit kuatir dan mencari berbagai alasan untuk menolak.


" Kamu tahu kan jika kita sudah beberapa hari tidak...."


" Besok saja, aku janji besok tidak akan menolak "


Aisyah cepat memotong ucapan Sam.


Ya, besok dia akan pergi ke dokter kandungan untuk meminta obat penguat, dan bagaimana caranya memberitahukan kondisi dirinya pada kepala sekolah, apakah dia harus melanjutkan menjadi pendidik di kelas Malika seperti sebelumnya atau kembali berhenti setelah sehari aktif kembali.


" Tapi Abang inginnya sekarang Aish, masa' kamu enggak kasihan sama Abang, abang bayar lima kali lipat, bagaimana ? "


Tawaran Sam semakin menggiurkan, Aish bisa cepat mengumpulkan pundi-pundi rupiah, jadi kalau Sam kembali berulah, Aisyah sudah mempunyai modal.


Ya ampun, Aish.


" Bang, aku...."


Sam menunggu apa yang akan diucapkan Aisyah.


" Aku haus "


Buru buru Aisyah bangun.


Sam mengikuti pergerakan tubuh Aisyah yang keluar dari kamar.


Sampai kapan kamu mau menyembunyikannya ?

__ADS_1


...*****...


...🌸🌸🌸🌸🌸...


__ADS_2