
Menjelang tengah hari, Sam sudah sampai di Bandara Kuala lumpur.
Sam sengaja tidak memberitahukan pada Liliana jika ia yang datang untuk menemuinya di negaranya sendiri bukan di Indonesia.
Karena percuma juga jika Sam mengajak bertemu di hotel seperti biasa yang mereka lakukan lima tahun terakhir, pasti Liliana sudah bersiap siap hendak ke bandara.
Sam lebih memilih duduk di deretan kursi ke berangkatan, sekalian bermaksud memberikan kejutan pada Liliana, tadi ketika Sam menghubungi, Liliana sudah berada di jalan.
Setelah menunggu selama satu jam lebih, dari jauh Sam bisa melihat istri yang sudah hampir sepuluh bulan tidak pernah dilihatnya, jangankan melihat, menghubunginya pun tidak pernah setelah pertengkaran keduanya.
Bola mata Sam hampir keluar ketika melihat Liliana bergandengan tangan tepatnya jari jemari mereka saling bertautan, dengan Tristan, fotografer yang sering memotret Liliana ketika Liliana menjalankan
pemotretan di berbagai lokasi.
Jika tidak ada sesuatu diantara keduanya, kenapa mereka saling bergandengan layaknya sepasang kekasih.
Sam tersenyum getir, pengkhianatan yang dilakukan Sam, dibalas dengan pengkhianatan yang sama oleh Liliana.
Liliana tidak menyadari jika Sam melihat semuanya, apalagi ketika Tristan celingukan seperti pencuri sebelum dia mencuri ciuman di bibir Liliana sekilas.
Sam hanya diam, dia tidak bisa marah, karena Sam juga berkhianat dengan menikah lagi tanpa sepengetahuan Liliana.
Sebelum Tristan melakukan hal yang lebih jauh lagi atau Tristan kembali mencium Liliana, Sam berjalan mendekati dua sejoli yang sepertinya tengah dimabuk cinta itu.
" Ba-baby "
Liliana tergagap, buru buru melepaskan telapak tangannya yang masih berada dalam genggaman Tristan.
" Aku sudah melihatnya, tidak ada gunanya kamu mau menjelaskan apa, dan kamu tidak perlu lagi datang ke Indonesia, aku sudah berada di sini, aku memang sudah lama mencurigai jika dirimu dan fotografer ini punya hubungan yang lain selain rekan kerja "
Sam menatap sinis pada Tristan.
__ADS_1
" Baby, dengarkan aku ! "
Liliana hendak meraih tangan Sam, tetapi Sam segera menepisnya.
" Stop "
Tristan menyela.
" Ini tempat umum, aku tidak tahu kalian mempunyai hubungan yang bagaimana, terutama kamu, Ili, jika kalian bertengkar disini, besok akan ada berita yang pasti kurang menyenangkan, dan pastinya berimbas kepadamu, kamu akan kena denda Ili "
Tristan menatap pada wajah Liliana yang sedang mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan.
Beberapa orang terlihat menunjuk Liliana dengan berbisik bisik, tentu saja banyak yang mengenal dirinya, selain menjadi model salah satu produk kecantikan, Liliana juga kerap membintangi beberapa iklan komersial yang iklannya berseliweran di Layar kaca.
" Kalian berbicaralah ditempat yang lain "
Tristan membalikkan badannya, dan berjalan mendahului.
...*****...
Aisyah keluar dari dalam kamarnya saat matahari sudah tinggi, masa izin kerjanya masih ada tiga hari lagi.
Rumah dalam keadaan sepi, selain Alfian, Saka dan Yasmin yang pastinya sedang berada di kantor.
Dinda pasti lagi menjemput Malika di sekolah.
Aisyah berjalan menuju ke dapur, perutnya sangat keroncongan, waktu sudah menunjukkan pukul sebelas siang, untuk sarapan sudah terlalu siang, tetapi untuk makan siang juga masih terlalu awal.
Aisyah lebih memilih memakan buah untuk mengganjal perutnya.
Melihat Aisyah yang baru keluar dari kamar dengan berjalan sedikit aneh, mbak Sri hanya bisa tersenyum dalam hati, memaklumi pengantin baru.
__ADS_1
Begitu juga dengan Tika.
Aisyah memakan buah sambil melamun, kenapa Sam tidak mengabarinya jika pesawat yang ditumpanginya sudah mendarat atau belum.
Berkali kali Aisyah mengecek ponselnya, apakah ada pesan atau panggilan yang dilewatkannya, tetapi semua nihil.
" Belum ada berita dari Om Sam ? " Sapa Dinda yang baru pulang dari menjemput Malika.
Aisyah menggeleng.
" Mungkin sedang pertemuan dengan pembelinya atau bertemu dengan teman sekantornya dulu, kalau sudah gak sibuk, pasti Om Sam akan menghubungi.
Sudah kangen ? "
Goda Dinda.
Aisyah tersenyum malu, benar apa yang dikatakan oleh Sam, setelah mereka melakukannya malam tadi, Aisyah sedikit banyak pikirannya terus tertuju pada Sam.
Apakah itu bentuk dari Aisyah yang sudah mulai jatuh cinta pada Sam atau karena semuanya sudah Sam ambil dari diri Aisyah ? Aisyah juga tidak tahu.
Dia kembali ke kamar, kembali menatap pesan dari Sam yang tertulis diatas kertas yang diletakkan oleh Sam diatas meja.
...Abang pergi, sayang, jangan kemana-mana sampai Abang pulang....
^^^Sam^^^
Apakah tidak bisa memberi kabar walaupun hanya sebuah pesan ?
Aisyah tidak bisa menghubungi atau berkirim pesan . karena nomor Sam sama sekali tidak aktif.
...*****...
__ADS_1
...🌸🌸🌸🌸🌸🌸...