Pasangan Beda Usia

Pasangan Beda Usia
Om Sam ( 42 )


__ADS_3

Sam memilih cuma minum kopi saja, lalu gegas mengikuti langkah kaki Aisyah yang sudah menuju ke luar.


" Abang yang mengantar kamu sampai kesekolah "


Sam sudah menarik tangan Aisyah dan mendorongnya pelan hingga masuk ke dalam mobil.


Malika sendiri sudah menunggu di bangku bagian belakang dan duduk dengan manis, karena melalui ekor matanya tadi Sam sudah memberikan isyarat pada Dinda agar biar Sam saja yang sekalian mengantarkan Malika.


" Abang sebenarnya tidak setuju kamu kembali ke sekolah Aish, kamu bisa marah pada Abang tapi jangan sampai merugikan dirimu sendiri, terlebih akan membahayakan...."


Sam tidak melanjutkan ucapannya, dia hanya menghembuskan napasnya kuat.


" Tetapi demi agar kamu baik baik saja, Abang terpaksa meridhoi kamu, ingat ! Abang terpaksa Aish "


Aisyah menatap Sam lekat lekat, perkataan Sam menyiratkan jika Sam tahu akan sesuatu.


Apakah Bang Sam mengecek tempat sampah ? Tidak mungkin, kurang kerjaan sekali.


" Bang, ucapan Abang tadi ada kata membahayakan, membahayakan siapa ? "


Sam tidak menjawab, hanya melirik Aisyah sekilas.


Sampai Sam mengantarkan keduanya hingga tepat di depan gerbang sekolah, Sam tidak menjawab pertanyaan yang Aisyah ajukan.


" Aish, apakah pernikahan seperti ini yang kamu inginkan ? Sampai kapan kamu terus marah pada Abang ? Abang kan sudah minta maaf ! "


Sam menahan tangan Aisyah ketika Aisyah hendak keluar dari dalam mobil.


Aisyah menoleh ke belakang, Malika dengan telinga yang sudah terpasang dan kedua mata yang terus melihat Sam dan Aisyah, bersiap menonton drama rumah tangga selanjutnya.


" Bang "


Aisyah menggoyangkan sedikit kepalanya, memberitahukan bahwa ada Malika yang ikut bersama mereka.


Sam terkekeh.

__ADS_1


" Oke, nanti Abang jemput, kita bicara lagi nanti ya ! "


...*****...


" Aish, Tika menemukan ini ketika dia mengambil sampah dari kamar mandi kalian "


Dinda meletakkan tespack yang sudah terpakai diatas meja.


Dinda datang lebih cepat dari jam waktu pulang Malika.


Aisyah lupa memberitahukan jika Dinda tidak perlu menjemput Malika karena Sam yang berjanji akan menjemput Aisyah sekalian dengan Malika tentunya.


Dinda sengaja datang cepat karena ingin berbicara pada Aisyah.


" Itu milikmu bukan ? "


Aisyah mengangguk.


" Kau belum memberitahukan pada Om Sam ? "


" Kenapa ? Karena kau masih marah pada Om Sam ? Aish, aku tahu bagaimana perasaanmu saat ini, tapi setidaknya itu kabar bahagia yang harus kamu beritahukan pada Om Sam, terlepas dari niatmu melayangkan protes pada Om Sam "


" Aku akan memberitahukan pada bang Sam, tapi tidak sekarang "


" Kapan ? Apa menunggu kau kehilangan baru akan kau beritahukan ? "


" Din, apa maksudmu ? "


" Aish, kau sedang hamil muda, dan kulihat kau kesana kemari, mengawasi anak anak, aku kuatir terjadi sesuatu pada kehamilanmu, kau tidak tahu bagaimana rasanya kehilangan "


Kedua bola mata Dinda memerah.


" Din, apakah kamu ? "


" Iya Aish, aku pernah kehilangan, semua karena aku tidak bisa menjaga diriku dengan baik, hanya menuruti ego sendiri, tanpa memikirkan ada nyawa yang masih sangat rentan yang harus dilindungi "

__ADS_1


" Maafkan aku Din, aku tidak bermaksud membuat kamu kembali bersedih "


" Tidak apa apa, aku cuma mengingatkan agar kamu tidak mengalami apa yang pernah aku alami "


" Apakah suamimu marah padamu, Din ? "


" Tidak, tetapi aku tahu dia lebih sedih daripada diriku.


Aish, terkadang kita terlalu sibuk memikirkan orang lain sehingga kita lupa pada diri sendiri.


Coba kamu pikir ! Gara gara kedatangan mantan istrinya Om Sam, rumah tangga yang baru kalian jalani terasa hambar bahkan memanas, sementara dirinya di sana ? Mungkin sedang tertawa tawa bahagia "


Aisyah tersentak, benar juga apa yang dikatakan oleh Dinda, jika kedatangan mantan istri suaminya hanya untuk membuat rumah tangganya bermasalah, dia berhasil.


Cincin sebagus itu dikembalikan, untuk apa ? Kalau memang sudah tidak menginginkan kenapa tidak dijual saja, selain popularitas memang apa yang dicarinya untuk terus menjadi model sehingga mengorbankan perkawinannya kalau bukan menginginkan materi juga.


Suaminya dulu bahkan rela meninggalkan Indonesia hanya demi materi juga.


" Iya Din kamu benar, terima kasih ya sudah mengingatkan aku "


" Jadi kapan kau beritahukan kepada Om Sam ? "


" Memberitahukan apa ? "


Sela Sam yang sudah berdiri di ambang pintu.


Aisyah cepat cepat menyembunyikan tespack yang terletak di atas meja dan menyimpannya di dalam laci.


Sam masih bisa melihat jika Aisyah berusaha menyembunyikan sebuah bukti.


Kerena waktu pulang anak anak sudah tiba, Aisyah segera menyiapkan kepulangan anak anak, jadi untuk sementara dia bisa menyembunyikan kehamilannya pada Sam.


...******...


...🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸...

__ADS_1


__ADS_2