Pasangan Beda Usia

Pasangan Beda Usia
Om Sam ( 10 )


__ADS_3


Babang Al, bawa-annya cemberut, belum sempat Dinda menceritakan kebenarannya, Alfian sudah mendapatkan telepon dari Robert, jika harus segera menemuinya di lobi hotel, ada klien yang mendadak ingin bertemu keduanya malam itu juga.


Setelah pertemuan, pulang kembali ke rumah sudah tengah malam, tentu saja Dinda sudah tertidur, tidak mungkin Alfian membangunkannya hanya ingin mendengar jawaban ada hubungan apa antara dirinya dan Saka, yang benar saja.


Alfian mau bertanya pada Saka ? mana mungkin, Saka bukan anak anak lagi.


Alfian masih harus bersabar menunggu keterangan dari Dinda, pagi setelah subuh Alfian sudah membuat janji dengan Robert dan klien yang tadi malam ditemuinya, untuk bermain golf.


...*****...


" Jangan pegang pegang Om ! "


Aisyah menyembunyikan tangannya kesisi yang lain ketika Sam hendak menggenggam tangan Aisyah.


Keduanya sudah berada di Mal, untuk membeli keperluan pernikahan mereka.


" Nanti kamu hilang sayang "


Sam terkekeh.


" Memangnya aku Malika "


Aisyah mencebikkan bibirnya.


" Malika tidak mungkin hilang karena akan saya gendong, atau kamu mau saya gendong juga ? "

__ADS_1


Dih Om Sam, dulu aja sok cool, kaya' gak butuh perempuan, ketemu dengan Aish, labay-nya melebihi Alfian, Eh.


" Gak mau, memangnya aku anak kecil "


Aisyah mulai memilih milih apa yang pernah diimpikannya saat melihat sepatu dan sandal yang pernah dilihatnya pada akun Medsos teman temannya yang menjual berbagai macam kebutuhan perempuan secara online.


Untuk ukuran dirinya yang hanya sekelas seorang guru TK, tidaklah besar gaji yang diterimanya, keluarganya juga terbilang sederhana, tidak berbeda dengan Dinda mau pun Nonik, tetapi Nonik memiliki ambisi yang besar.


Matanya melihat label harga, lalu melirik pada Om Sam yang terus memperhatikannya.


" Kenapa ? Calon suamimu ini tampan ya ? "


Ujar Om Sam dengan tetap tidak melepaskan kaca mata hitamnya.


Iya, kalau enggak tampan dan kaya, mana mau aku, Om kan sudah tua.


Sam tidak perlu melihat harganya, karena sudah bisa menebak berapa harga yang tertera karena toko yang dimasukinya bukanlah toko yang menjual barang barang branded.


" Apa yang tidak untukmu, sayang " Ucap Sam berbisik disamping telinganya dengan sedikit membungkukkan badannya agar sejajar dengan Aisyah.


Aisyah kembali mendelikan kedua matanya, dia sedikit malu dengan keintiman yang diperlihatkan Om Sam tadi karena SPG toko yang dimasukinya, berdiri tepat disebelahnya.


" Jangan menyebut begitu ? " Aisyah juga ikut berbisik.


" Kenapa ? Kamu mau Panggilan yang lebih mesra lagi ? Sabar, akan tiba masanya "


Sam membuka kaca matanya sebentar hanya untuk mengedipkan sebelah matanya genit.

__ADS_1


Aisyah hanya bisa tersenyum terpaksa, karena bagaimanapun dia harus menjaga harga diri Om Sam ditempat umum, Om Sam kan calon suaminya.


Cie cie yang sudah ngakui.


Kembali menyusuri toko demi toko sampai semua kebutuhan sudah terbeli, kaki Aisyah serasa mau patah.


" Tahu letihnya seperti ini, gak perlu pakai acara pesta segala, ijab Kabul saja, beres "


Gerutu Aisyah sembari memijat kakinya yang pegal.


Gerutuan-nya tentu saja didengar oleh Sam.


" Kamu sok jual mahal, padahal kamu lebih tidak sabar dari saya "


Sam ikut duduk di sebelah Aisyah yang mendudukkan bokongnya begitu saja di kursi yang ada di depan pintu keluar masuk Mal lewat samping gedung.


Tanpa meminta persetujuan dari Aisyah, Sam mengangkat kedua Kaki Aisyah untuk diletakkan diatas pahanya, dan memberikan pijatan di kedua betis Aisyah yang tertutup dengan celana bahan.


Seperti biasa, mulut Aisyah terbuka, dia tidak mampu berkata kata.


" Kenapa ? tindakan saya keren ya ? masih banyak kekerenan lainnya, tapi nanti setelah kita menikah "


Om Sam, kenapa pede sekali ? itu jurus rayuan yang keberapa Om ?


...******...


...🌸🌸🌸🌸🌸🌸...

__ADS_1


__ADS_2