Pasangan Beda Usia

Pasangan Beda Usia
Om Sam ( 33 )


__ADS_3

Malika sudah tidur di dalam kamarnya sendiri, dan Alfian juga bermalas malasan diatas tempat tidurnya.


Ah, kalau ada Dinda pasti tidak bingung begini, ngantuk tapi gak bisa tidur.


Alfian berguling kesana kemari tapi tidak bisa tidur, persis seperti anak kecil.


Alfian melirik Jam yang terletak diatas nakas menunjukkan pukul tiga sore.


Tangannya meraih gawai yang tergeletak begitu saja diatas ranjang, mulai membuat panggilan.


[ Assalamu'alaikum Mas, ada apa ]


pada deringan ketiga, Dinda sudah menjawab panggilan.


[ Pulang jam berapa ? kenapa lama sekali ? ]


[ Mungkin malam Mas ]


Alfian mendengkus, ini yang tidak disukai oleh Alfian, sedikit saja memberikan kelonggaran pada Dinda, langsung lupa waktu, sama seperti Dewi dulu.


[ Apa yang kalian kerjakan ? kenapa pulang malam ? ]


[ Mempercantik diri Mas ]


Dinda tertawa renyah di ujung sana


[ Din, kamu sudah cantik dan selalu cantik, mau bagaimana lagi ? cepat pulang, Malika rewel ]


[ Malika yang rewel atau kamu, Mas ? ]


[ Dinda ]


Intonasi suara Alfian terdengar menekan, Dinda biasanya tidak berani membantah


[ Iya Mas, sebentar lagi pulang, Assalamualaikum ]


Belum sempat Alfian menjawab, Dinda sudah menutup teleponnya dari seberang sana.


Alfian berdecak, lalu berjalan keluar kamar.


" Bang, aku kira Abang tidur "

__ADS_1


Suara Sam mengejutkan Alfian yang masih melangkahkan kakinya menuju sofa di ruang keluarga.


" Ada apa ? "


" Mereka dimana ? kenapa sampai jam segini belum pulang ? "


Sam terlihat gelisah, Saka tidak terlihat, mungkin setelah ketiganya pulang dari Mal, Saka istirahat di dalam kamarnya.


" Kau hubungi istrimu ! "


" Kami lagi perang dingin bang "


" Tunggu saja ! sebentar lagi juga pulang "


Alfian menjatuhkan dirinya begitu saja diatas sofa sembari menonton TV dengan malas.


Seperti yang dikatakan Dinda via telepon, tidak lama dia sudah kembali, tetapi tidak lamanya dua jam, membuat Alfian gemas, tapi ditahannya, dia tidak ingin Dinda merasa jadi tahanan rumah apalagi sudah ada Aisyah.


Alfian tidak melihat perubahan pada diri Dinda, hanya wajahnya jauh lebih sebar, dan jangan lupakan keharuman yang menguar dari tubuhnya ketika berjalan.


Alfian mengikutinya dari belakang, ketika Malika mendekati ibunya, Alfian mengusirnya secara halus.


Alfian langsung mendorong badan Dinda masuk ke dalam kamar.


" Mas, Dinda mau berbicara dulu dengan Malika "


Dinda berusaha bertahan.


" Nanti saja, sebelum kamu mandi sore, dari pada mubazir keharuman tubuhmu, bagus dimanfaatkan, kamu kesalon untuk menyenangkan suami mu kan ? "


Alfian langsung mengunci pintu kamar.


...*****...


Aisyah berjalan melewati Sam yang mengikuti dirinya dari belakang.


" Aish, maaf, bisakah kamu tidak marah lagi pada Abang ? "


Aisyah diam saja.


Mau mengikuti kata kata Dinda, Aisyah masih malu, apalagi ketika di perjalanan tadi Aisyah menonton film zaman prasejarah, huek, Aisyah rasa rasa geli, ya jijik, plus penasaran.

__ADS_1


Hanya nonton sebentar saja, jantung Aisyah sudah dangdutan, apa lagi praktek langsung pada suaminya.


Ampuunnnn, mau di taruh dimana mukanya, malu dong, masa marahan tapi memberikan servis yang memuaskan, ntar Om Sam ngulangin lagi lah.


" Aish, dia kan sudah Abang ceraikan, Abang menikahi kamu juga secara sah, semua orang disekitar kita juga tahu, Abang tidak akan mungkin melakukan hal yang sama padamu "


Aisyah masih tetap diam, diam Aisyah bukan karena segala macam alasan alasan yang Sam katakan , tapi bayangan akan adegan adegan yang di tontonnya tadi, terus menari nari di dalam kepalanya.


Sampai Aisyah masuk ke dalam kamar mandi, Sam juga ikut masuk ke dalam kamar mandi.


Aisyah membuka seluruh pakaiannya masih dengan melamun, melihat Aisyah yang sudah polos, masih terlihat samar-samar jejak cap kepemilikan yang Sam buat sebelum dirinya ke Kuala lumpur kemarin belum sepenuhnya hilang.


Sam menelan salivanya dengan susah payah.


Beberapa hari tidak menyentuh istri yang baru dinikahinya membuat Sam hampir gila menahannya setiap malam.


Buru buru Sam menanggalkan pakaiannya, lalu mendekati Aisyah.


" Bang, ngapain Abang ikut mandi, lalu ...." Aisyah terkejut


replek ia menutup mukanya dengan kedua telapak tangannya tetapi dia melupakan tubuhnya sendiri.


Sam tergelak.


" Kamu yang ngajak Abang mandi bareng tadi "


Tipu Sam.


" Masa' sih ? "


" He-eh "


Sam masih dengan kekehannya.


Kalau sudah sama sama polos, mau apa lagi.


Keadaan justru terbalik, bukan Aisyah yang akan menunjukkan kebolehannya tetapi justru Aisyah yang mendapatkan servis yang plus plus plus dan pastinya membuat Aisyah melupakan jika dia sedang marah pada Sam.


...*****...


...🌸🌸🌸🌸🌸...

__ADS_1


__ADS_2