Pasangan Beda Usia

Pasangan Beda Usia
Om Sam ( 32 )


__ADS_3

Ternyata bang Sam tidak bohong kalau Dinda tidak tahu apa apa.


Aisyah bergumam dalam hati.


" Siapa nama model itu ? "


Wah, Dinda sepertinya punya teman yang cocok setelah sekian lama tidak memiliki teman dekat.


Aisyah menggelengkan kepalanya.


" Aku terlalu sakit hati dan kecewa sehingga pikiranku blank dan tidak mencari tahu siapa wanita itu "


" Haish, harusnya kamu bertanya, jadi kita bisa tahu bagaimana selera Om Sam, kau harus bisa mengalahkan model itu biar Om Sam tidak pernah mengingatnya lagi, toh Om Sam sudah menceraikan dirinya, masalah bagaimana selanjutnya itu urusan Om Sam "


" Apakah seperti itu yang kamu lakukan pada suamimu ? Maaf, aku tidak bisa menahan ke-ingin tahu-an diriku, secara suamimu itu terlihat sedikit...."


Aisyah merasa tidak enak hati.


" Menyeramkan ? "


Dinda terkekeh.


" Kasus kita berbeda Aish, aku menikah dengan Mas Al, karena permintaan istrinya, sekarang jangan bahas masalah diriku, semua sudah berlalu, hari gini jangan mikirin sakit hati, merugikan diri sendiri "


Dinda belajar dari pengalaman dirinya sendiri.


" Gak mungkin aku bertanya pada bang Sam, aku kan sedang ngambek "


Aisyah cemberut.


Dinda tergelak.


" Aku akan menghubungi Saka "


Dinda mencari cari ponselnya di dalam tas.


[ Hallo ]

__ADS_1


[ Sa, ini aku, Dinda ]


[ Sudah tahu, gak perlu diperkenalkan lagi ]


Saka tergelak diseberang sana.


Saka senang hubungan dirinya dengan Dinda sudah seperti teman saja.


[ Nama model yang menjadi mantan istri Om Sam siapa ? ]


Dari seberang sana tidak ada jawaban, Saka sedang bersama Om Sam, mereka sedang berada di luar, tepatnya bersama Alfian dan Malika di dalam sebuah Mal, tiga pria menjaga satu gadis kecil.


Alfian membatalkan janjinya dengan Robert untuk bermain golf karena Alfian sedang tidak mood, dia tidak tenang karena Dinda hanya pergi bersama Aisyah, tahu begitu Tika disuruh mengikuti keduanya, kalau ada Tika kan Dinda dan Aisyah tidak bisa macam macam.


Saka berjalan sedikit menjauh dari Alfian dan Sam, kuatir Papanya cemburu mendengar Saka menerima telepon dari Dinda.


[ Sa ]


[ Untuk apa ingin tahu ? dia sudah menceritakan semuanya ? ]


[ Iya, makanya ingin tahu, siapa tahu ketemu dijalan, kan bisa minta tanda tangan dan foto bareng ]


Mendengar tawa Dinda yang terasa tanpa beban, Saka jadi merasa kembali ke enam tahun yang silam.


Saka tersenyum masam.


[ Liliana ]


Ujar Saka pelan lalu mematikan sambungan telepon.


Jika terlalu lama berbicara pada Dinda, dia takut rasa yang sudah Saka kubur jauh didalam hatinya akan muncul kepermukaan kembali.


Dinda dan Aisyah mulai searching mencari nama Liliana.


Mengamati foto foto pada akun sosial medianya.


" Dia lebih cantik dari diriku Din, bagaimana bisa aku menyingkirkan sosoknya dari hati bang Sam, mereka pasti sudah memiliki banyak kenangan manis "

__ADS_1


Aisyah menyerahkan ponsel Dinda ke tangan pemiliknya, dia terlihat pesimis.


Dinda mengetuk ngetuk ponselnya di atas lututnya pelan.


" Ayo kita ke salon ! kita perawatan, buat dirimu lebih kinclong dari wanita masa lalunya Om Sam, nanti malam servis semaksimal mungkin Om Sam, biar dia terus memikirkan dirimu "


Dinda sudah menarik tangan Aisyah untuk berdiri.


" Tapi aku kan masih kesel dan ngambek Din, masa aku ...."


" Kamu diam diam saja sok jual mahal, ntar kalau sudah diterkam, nah mulai deh, tunjukkan kehebatan dirimu "


Dinda cekikikan.


Dinda lupa kalau Aisyah belum berpengalaman untuk urusan yang satu itu.


Aisyah disentuh Sam saja waktu Sam sebelum berangkat ke Kuala lumpur, setelah itu perang dingin.


" Din, kehebatan apa ? aku kan baru menikah "


Aisyah berkata pelan setelah keduanya sudah berada di dalam mobil menuju ke salon kecantikan.


Dinda memukul dahinya.


" Kau bisa belajar lewat YouTube "


" Memangnya kamu belajar dari situ "


Dinda menggeleng.


Dinda tidak perlu belajar karena Alfian sudah cukup mesum, justru lebih parah, lagi pula, Dinda kan sudah ikut pengajian dan hijrah dalam berpakaian, mana mungkin Dinda nonton yang begituan.


" Yang penting kamu, aku gak perlu "


Dinda ngeles.


Eh, kalau nyarankan, ikut dosa gak ya ? tapi ini kan demi kebaikan, hihihi.

__ADS_1


...******...


...🌸🌸🌸🌸🌸🌸...


__ADS_2