
" Mas, Om Sam memang keterlaluan, masa Aisyah disuruh menunggu dirinya hingga setelah malam malam, katanya ada yang mau dibicarakan, bener bener ya adikmu itu Mas "
Omel Dinda mengikuti langkah kaki Alfian menuju ke kamar sepulangnya dari kantor.
" Gadis itu sekarang ada dimana ? "
" Bersama Tika ada dikamar tamu "
" Tenang saja, berarti gurunya Malika mau dengan Sam, kalau enggak, mana mungkin dia betah disuruh menunggu berjam-jam "
" Tapi cara Om Sam itu salah Mas, apa tidak bisa mendekati seperti yang dilakukan orang orang pada umumnya ? "
" Dia sudah kebelet Din, kita lihat saja, bagaimana cara Sam mendapatkan gadis itu "
Alfian masuk ke dalam kamar mandi, meninggalkan Dinda yang sepertinya masih tidak puas dengan jawaban yang diberikan Alfian.
...*****...
Semua keluarga sudah berkumpul di meja makan.
Aisyah terlihat sudah berganti pakaian, tidak sama dengan pakaian yang dipakainya tadi, dia memilih duduk di sebelah Malika.
Saka sesekali melirik ke arah Om Sam dan juga Aisyah, dia merasa lucu, Om Sam benar benar gerak cepat.
" Om, langsung saja lamar, gak usah pakai pacaran, kelama'an, Om sudah terlalu tua jika pacaran dulu "
Bisik Saka sembari mengunyah makanannya.
Sam hanya diam tidak berkomentar, sesekali dia melirik ke arah Aisyah yang juga melirik dirinya.
Sam tersenyum kecil, Aisyah menunduk.
Hingga makan malam usai, semua sudah meninggalkan meja makan, memang sengaja meninggalkan Sam berdua dengan Aisyah.
Ekhem.
Sam berdehem pelan.
__ADS_1
" Kamu sudah punya calon suami ? "
Aisyah melongo, pertanyaan apa itu.
" Aisyah, jawab pertanyaan saya ! "
" Apakah harus ? dan apa pentingnya "
" Harus, karena saya akan segera melamarmu "
Mulut Aisyah terbuka lebar, bagaimana bisa dia dilamar dengan cara seperti itu, keduanya berkenalan secara resmi saja baru kemarin, itu juga Sam yang menyambar tangan Aisyah.
" Kenapa kamu suka sekali membuka mulutmu ? kamu tidak takut akan ada nyamuk yang masuk kedalamnya ? kapan saya bisa menemui orang tuamu "
" Tunggu tunggu Om, ini lamaran untuk menjadi istri Om kan ? "
Aisyah merasa sangat bodoh.
" Tentu saja buat saya, bukan untuk Saka "
Aisyah tidak tahu harus berkata apa, dia bangun dari kursinya, buru buru kembali kekamar tamu, mengambil tas dan baju yang dipakainya tadi.
Aisyah menghentikan langkah kakinya, manatap wajah Sam lekat lekat, terlihat jika Sam sedang tidak main main.
" Ini soal lamaran, dan setelahnya menikah, Om melamar saya seolah menawar sebuah barang dagangan, pernikahan adalah perjalanan yang sangat panjang menyangkut hubungan laki laki dan perempuan "
" Saya tahu " Sela Sam
" Bagaimana dengan perasaan ? kita sama sama belum mengenal, kalau saya katakan, saya sudah punya pacar " tantang Aisyah.
" Putuskan saja, kan baru pacar belum suami " sahut Sam santai
" Bagaimana dengan perasaan ? jangan katakan kalau Om jatuh cinta pada pandangan pertama, itu bohong, karena saya sudah sering melihat Om menjemput Malika, Om biasa saja "
Hem, pintar juga gadis ini
" Saya suka kamu, makanya saya ingin melamar kamu, setelah suka saya yakin akan tumbuh perasaan perasaan selanjutnya, makanya kita menikah, kalau tidak hidup bersama, bagaimana bisa timbul perasaan yang lainnya ?
__ADS_1
Kalau baru pacaran ada perasaan sayang, cinta dan entah apa lagi, itu bohong, kata kata itu hanya sebagai tameng untuk menutupi yang namanya nafsu "
" Tapi saya tidak suka pada Om "
ucap Aisyah tegas.
" Bukan tidak, tapi belum dan jika kamu menerima lamaran saya, saya bisa pastikan dalam waktu dekat kalau kamu akan lebih dari menyukai saya "
Sam penuh percaya diri.
" Percaya diri sekali Om, kalau ternyata perasaan itu tidak juga ada ? "
Ikan mulai mendekati umpan.
" Makanya kita menikah, biar kamu tahu ucapan saya benar atau tidak "
...******...
Deru suara mobil yang Sam kendarai baru meninggalkan pelataran rumah orang tua Aisyah.
Gadis itu masih berdiri mematung di depan rumahnya.
ia merasa semua yang terjadi hari ini hanyalah mimpi, esok pagi setelah terbangun, semuanya akan kembali seperti semula dan memang tidak terjadi apa apa.
" Hei, dari mana saja seharian ? aku sudah menunggumu dari tadi sore " Nonik menepuk pundak Aisyah dari belakang.
" Oh, biasa, yang namanya pengajar, ada saja yang membuat terlambat " Aisyah bingung mencari alasan apa, dia tidak mau memberitahukan perihal lamaran itu pada Nonik karena Nonik sangat berambisi untuk mendekati Saka, kalau Saka tidak mau, ia akan beralih pada Om Sam, gila.
" Kau cuma guru TK, masih juga honorer, jangan berlagak seperti PNS, siapa yang mengantarmu tadi ? Sepertinya aku tidak asing dengan mobil itu ? "
Dahi Nonik berkerut dalam, terlihat sedang berpikir.
Gawat.
" Sudah jangan dipikirkan, tadi itu taksi online, sekarang kan banyak mobil bagus menjadi taksi, cari tambahan untuk bayar kreditan " Ucap Aisyah asal menarik tangan Nonik untuk masuk kedalam rumahnya.
...*****...
__ADS_1
...🌸🌸🌸🌸🌸...