
Di zaman serba canggih seperti ini, sangat mudah untuk mencari alamat seseorang, apalagi sekelas Alfian, pengusaha yang bergerak di bidang Agency periklanan dan bagian produksi.
Pagi sebelum bertolak ke Bali, Liliana menyempatkan dirinya untuk mendatangi kediaman rumah Alfian, dan Liliana sudah mendapatkan informasi dari orang yang sudah dibayarnya untuk mengetahui dimana Sam tinggal.
Jam masih menunjukkan pukul delapan ketika Tristan dan Liliana sudah berada di depan rumah kediaman Alfian.
" Ada yang mencari Pak Sam didepan "
Lapor Tika ketika semua anggota keluarga sedang sarapan pagi.
" Siapa ? "
Tanya Sam tanpa melihat.
" Katanya...."
Tika menatap Aisyah dengan tatapan serba salah, lalu beralih ke Dinda.
" Siapa Tik ? "
Dinda yang justru tidak sabar.
Tika berjalan mendekati Dinda lalu berbisik.
" Mantan istri Pak Sam katanya "
Kedua bola mata Dinda melotot.
Sam dan Saka saling berpandangan, tanpa menunggu Tika menyebutkan siapa yang datang, Sam sudah tahu.
Pelan Sam menggeser kursi, lalu berjalan ke depan diikuti oleh Saka.
Terlihat Liliana dan Tristan duduk menanti di beranda.
" Surprise...."
__ADS_1
Liliana mengembangkan kedua tangannya di udara merasa menang.
Sam diam saja, menunggu Liliana akan mengatakan apa.
Tristan menatap terkejut kepada Saka.
" Kau ? kenapa bisa berada disini ? bukankah kau anak dari pemilik perusahaan tempat Yasmin bekerja ? "
" Ya, dan aku keponakan dari Om Sam, yang istrinya kau selingkuhi, kini aku mengerti kenapa aku tidak bisa menyukai Yasmin lebih dari seorang teman, ternyata, dia memiliki sepupu yang...."
Saka menggeleng gelengkan kepalanya, Saka tidak akan mungkin mencampur adukkan antara kelakuan Tristan dengan Yasmin secara pribadi, Saka hanya ingin membuat Tristan sadar agar tidak ikut ikutan menemani Liliana untuk menghancurkan rumah tangga Om Sam yang baru di bina.
Tristan menarik tangan Saka agar menjauh dari Sam dan Liliana.
" Apa maksudmu ? Jangan libatkan Yasmin dalam hal ini, dia gadis yang baik "
" Kalau kau ingin melindungi sepupumu, maka bawa pergi Wanita itu segera dari rumah ini, atau aku akan memutuskan Yasmin, padahal baru beberapa jam kami jadian untuk menjadi kekasih "
" Benarkah ? Oke oke, aku akan membawa Liliana pergi, tapi rahasiakan masalah ini dari Yasmin, aku mohon, dia satu satunya sepupuku dan aku sudah menganggapnya seperti adik sendiri "
" Bawa dia pergi segera ! "
Sam diam saja, sesekali melirik ke belakang, kuatir Aisyah ikut keluar.
" Kenapa ? kau takut istri barumu tahu jika kau pernah menikah ? dan gara gara dirinya kau menceraikan aku ? "
Liliana berjalan mendekati Sam yang berdiri menghalangi pintu.
Liliana sudah membuka mulutnya untuk mengatakan apa yang ingin dikatakannya, tapi keburu Tristan mencekal pergelangan tangannya.
" Ayo kita pergi ! pesawat kita sebentar lagi berangkat "
Tristan menarik pergelangan tangan Liliana secara paksa.
" Sebentar, aku ingin berbicara padanya, kau tadi bersemangat ketika aku minta ditemani kesini, kenapa sekarang ....."
__ADS_1
Liliana lalu menatap kearah Saka, tadi dia hanya fokus menatap Sam sehingga tidak memperhatikan Saka.
" Dia, bukankah dia ...."
Liliana menunjuk dengan jari telunjuknya.
" Makanya ayo kita pergi ! tidak ada gunanya kita disini, itu akan mempermalukan dirimu sendiri "
" Tapi, aku mau bertemu dengan perempuan yang seperti apa yang bisa membuat aku tersingkir "
Liliana mengecilkan suaranya agar Sam tidak mendengar.
" Untuk apa ? kau sudah melihatnya di foto, masih belum puas ? jika aslinya dia lebih cantik dari dirimu, kau akan merasa semakin kalah, tapi jika dia ternyata tidak lebih cantik dari dirimu, kau pasti terhina, kenapa kelaki itu lebih memilih dirinya "
Liliana tertegun, apa yang dikatakan oleh Tristan benar.
Ia menatap ke arah Sam yang sama sekali tidak bergerak dari depan pintu, Liliana lalu mencopot cincin yang melingkari jari telunjuknya.
" Aku kembalikan ini padamu, aku tidak membutuhkannya "
Lalu melemparnya ke arah Sam, Sam sama sekali tidak melihat ke mana arah cincin menggelinding.
Sam sebenanya sangat kasihan terhadap Liliana, bagaimana pun Sam masih mencintai perempuan yang baru diceraikan itu, tetapi pengkhianatan dan sifat Liliana yang tidak mau diatur membuat Sam harus mengorbankan rasa cintanya.
Sam dan Saka terus melihat Liliana dan Tristan yang sudah meninggalkan rumah kediaman Alfian dengan taksi yang membawa keduanya dari hotel dalam diam.
Lalu Sam dan Saka berbalik hendak masuk ke dalam rumah untuk melanjutkan sarapan yang terputus tadi, tetapi keduanya terkejut, karena Aisyah berdiri tepat di belakang Sam, dia sedikit membungkuk untuk mengambil cincin yang tadi Liliana lemparkan.
" Aish "
" Cincinnya bagus, lebih bagus dari milikku "
Ucapnya sembari membandingkan cincin yang ada di jari manisnya, cincin pernikahan dirinya dengan Sam dengan cincin yang baru pungutnya dari lantai.
Sam menelan salivanya.
__ADS_1
...*****...
...🌸🌸🌸🌸🌸🌸...