Pasangan Beda Usia

Pasangan Beda Usia
Om Sam ( 49 )


__ADS_3

" Om Robert itu player Aish, dia teman waktu kuliah sekaligus rekanan Mas Al, mereka tidak akan mungkin dijauhkan, jalan satu satunya, kau harus memikat hati Om Sam, ingat ! Pondasi kalian waktu menikah tanpa cinta "


Ucap Dinda mengakhiri sedikit keterangan siapa Robert sebenanya.


" Sekali lagi, kau jangan sangkut pautkan bagaimana diriku dulu ketika menikah dengan Mas Al, kita beda kasus "


Dinda menaikkan kedua alisnya.


Aisyah menghembuskan napas pelan.


Ekhem


Dinda berdehem pelan.


" Maaf Aish, apa lagi urusan dibawah perut, harus lancar jaya, kalau tidak....."


Dinda senyum senyum, bagaimana Dinda tidak tahu, sebab akibat Dinda dinikahi oleh Alfian kan karena urusan bawah perut Alfian yang tidak tersalurkan dengan alami selama tiga tahun.


" Kalau tidak ? Apakah mereka akan mencari pelampiasan di luar ? Begitu maksud mu ? Tidakkah mereka takut dosa dan penyakit ? "


Dinda tertawa.


" Aish, tidak semua orang dosa dan penyakit menular jika suka jajan, yang mereka pikirkan hanya kepuasan, salah satu tanda tanda pria sudah kenyang di luaran, dia sudah tidak berminat pada yang dirumah, diluaran sana mereka di bayar, jadi melakukan cara apapun demi kepuasan pelanggan agar mereka dipakai lagi, lagi dan lagi, lama lama jadi simpanan, takut dosa ? Tinggal nikah siri.


Seorang suami tidak perlu izin istrinya untuk menikahi wanita diluaran sana.


Aish, bagaimana kalau kau ikut aku pada perkumpulan pengajian, disana bukan hanya membahas surga dan neraka, tetapi kita bisa sharing tentang permasalahan rumah tangga, bukan membuka aib ranjang, tepatnya berbagi tips, karena kau tau ? Mencuri itu jauh lebih nikmat dari pada makan makanan yang memang sudah menjadi milik kita "


Beuh, Dinda sudah dewasa sekarang.


" Din, lihat ini ! "


Aisyah menyodorkan ponselnya, memperlihatkan pesan yang dikirimkan Nonik tadi.


" Apa menurutmu bang Sam mengikuti Om Robert yang suka memelihara sugar baby seperti ceritamu tadi ? "


Dinda mengembalikan ponsel pada Aisyah.


" Kata Mas Al, Om Robert sedang dalam proses rujuk dengan mantan istrinya, mungkin itu kedua anak kembarnya, karena kedua anaknya hampir seumuran dengan kita, sayangnya Nonik tidak bisa memfoto mereka ya, karena Dinda tahu anak anak Om Robert itu bagaimana, kami sudah berkenalan "


" Jadi apa yang harus aku lakukan ? Apakah kehamilanku tidak bisa dijadikan alat untuk memikat hati bang Sam ? Dia kan sangat menginginkan anak "


" Kamu bahkan belum memberitahukan Om Sam, bagaimana tahu itu bisa memikat hati Om Sam, apakah dia pernah bertanya padamu ? "


Aisyah menggelengkan kepalanya.


Sekarang Dinda yang mendesah, sama seperti dirinya dulu yang menyembunyikan kehamilannya, akhirnya, Dinda harus kehilangan anak pertamanya.

__ADS_1


...*****...


Hari ini Sam tidak pulang malam, sore sudah sampai di rumah, bahkan lebih dahulu daripada Alfian dan Saka.


Aisyah seperti biasa, kembali membantu Sam melepaskan kemejanya, berdiri lebih dekat sehingga membuat Sam menautkan kedua alisnya bingung, Sam tidak tahu saja jika Aisyah sedang belajar menjadi kucing yang mencoba mencari cari aroma asing yang melekat pada kemeja suaminya.


Sam memiringkan kepalanya sedikit.


" Apa Abang bau keringat ? "


Sam ikut mengendus endus aroma tubuhnya sendiri, sepertinya enggak, Sam bukan tipe pria yang jorok dan pemalas menjaga penampilan.


" Tidak, siapa tahu saja ada aroma drakula betina yang mencoba mencicipi darah pria buaya seperti Abang "


Ucap Aisyah judes.


Sam terkekeh, tidak menjawab, justru nyelonong begitu saja masuk ke dalam kamar mandi.


Aisyah meneliti kemeja yang Sam kenakan tadi, mencari jejak jejak apakah Sam ada meninggalkan bukti kenakalannya di luar.


Tapi tidak ada.


Apakah buaya itu bermain sangat rapi ?


Dibawah kucuran air shower, Sam masih melanjutkan kekehannya.


Mengambilkan makanan yang Sam suka, Aisyah tidak tahu saja jika Sam dan Alfian bertukar senyuman.


Begitu juga dengan Dinda, dia bertukar senyum tapi bukan dengan Alfian atau Sam, tentu saja dengan Aisyah.


Selesai makan malam, Aisyah kembali ke dalam kamar, Sam masih mengobrol dengan Saka dan Alfian.


Jam sembilan malam, Sam kembali ke dalam kamar, lalu berbaring di tempat biasa lalu memejamkan kedua matanya, membiarkan Aisyah yang masih duduk bersandar di kepala ranjang.


Sepertinya tidak ada niat atau keinginan Sam untuk menyentuh Aisyah, padahal sejak kedatangan Liliana, sudah lebih dari seminggu mereka berdua tidak ada melakukan hal hal yang berbau intim.


Apakah dia memiliki simpanan diluar ?


" Bang "


" Hemm "


Sam membuka matanya sedikit.


" Abang sudah ngantuk ? "


" Kenapa ? "

__ADS_1


Sam hanya menatap datar wajah Aisyah.


Aisyah sedikit grogi, beberapa hari perang dingin, membuat Aisyah sedikit kurang luwes untuk bercerita.


" Mau mengatakan sesuatu ? "


" Aku ingin ikut pengajian bareng Dinda dan aku mau merubah penampilanku "


Sam bangun dari berbaringnya duduk bersila di depan Aisyah.


" Berhijab seperti Dinda ? "


Aisyah mengangguk anggukkan kepalanya.


" Kamu yakin ? "


Aisyah kembali mengangguk.


" Setahu Abang, Dinda kalau pengajian pagi, bukankah kamu harus kesekolah ? "


Aisyah diam, dia lupa memikirkan itu, terlalu banyak yang dipikirkannya sehingga banyak juga yang dilupakannya


" Aish, banyak tujuan yang ingin kamu capai, ke sekolah, ikut pengajian yang otomatis bukan hanya akan merubah penampilan kamu, tapi cara berpikirmu, dan ...."


Sam tidak meneruskan ucapannya, Sam menatap Aisyah dengan kasihan, ya...Sam kasihan pada Aisyah, kehangatan rumah tangganya baru mereka lalui sebulan setelah itu.... Kedatangan Liliana yang membuat keduanya semakin menjauh padahal kedekatan baru saja terjalin.


Telapak tangan Sam terulur menyentuh pipi Aisyah.


" Jangan menyimpan kemarahan atas kesalahan-kesalahan yang pernah suamimu lakukan, memberi maaf itu lebih baik "


Sam mengedipkan sebelah matanya, lalu terkekeh.


Aisyah sebal.


" Mau kemana lagi bang ? "


Tegur Aisyah melihat Sam yang bangun dari atas kasur lalu melangkah keluar Keluar kamar.


" Mengambil asinan mangga, kemarin lupa, padahal sudah pesan sama Tika "


Ujarnya berlalu.


Buaya tua itu benar benar menyebalkan, dia tahu aku mulai tidak merajuk, dia yang gantian jual mahal.


Aisyah mendengkus sebal, membayangkan asinan mangga, air liur Aisyah ikut menetes.


...******...

__ADS_1


...🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸...


__ADS_2