Pasangan Beda Usia

Pasangan Beda Usia
Om Sam ( 13 )


__ADS_3

Pernikahan baru saja usai tiga jam yang lalu, saat ini Aisyah sudah berada di dalam kamar Om Sam.


Jangan lupakan Nonik yang ikut menginap di rumah tinggal Alfian untuk semalam atau dua malam, dengan alasan tradisi menemani pengantin perempuan.


Alasan yang mengada ada, Aisyah berada di rumah suaminya, kenapa harus ditemani ?


Dinda ingin protes, dia tidak suka melihat Nonik berada di bawah atap yang sama, tetapi demi menjaga perasaan Aisyah, Dinda hanya bisa menelan ketidak suka'annya.


Melihat Nonik seakan kejadian pengkhianatan Saka baru terjadi kemarin.


Bukan hanya Dinda yang tidak suka dengan kehadiran Nonik, semua keluarga juga tidak suka, Nonik seperti kuman yang harus dijauhi.


Sam baru keluar dari kamar mandi dan terlihat segar hanya dengan mengenakan jubah mandinya, bagian dadanya sedikit menyembul keluar.


Aisyah buru buru menundukkan kepalanya.


" Kenapa masih terus berdiri ? gak capek ? tadi kita sudah berdiri lama, sekarang mandilah "


Sam berjalan menuju lemari pakaiannya dengan mengambil celana pendek selutut dan kaus oblong.


" Om, kita sekamar ? "


Pertanyaan yang bodoh.


" Tentu saja, kita sudah sah menjadi suami istri, kamu tenang saja, saya tidak akan melakukannya sebelum kamu menyukai saya, kalau itu yang kamu takutkan "


Aisyah tetap berdiri diam di tempatnya tanpa bergerak sedikitpun.


" Saya mau pakai baju, kamu yakin ingin melihatnya ? jangan terkejut ya "


Sam menaik turunkan alisnya lucu mulai perlahan membuka tali jubahnya, Aisyah buru buru masuk ke dalam kamar mandi.


Sam terkekeh.

__ADS_1


Sok jual mahal, bilang aja suka, kalau enggak, masa mau menikah denganku.


Sam menjatuhkan badannya dengan bebas di atas ranjang, badannya lumayan pegal pegal, apalagi pipinya, senyum tidak pernah lekang dari wajahnya.


Namanya juga pengantin.


Untungnya baru sekali jadi pengantin, bagaimana kalau berkali kali, eh, maksudnya apa ?


Perlahan mata Sam mulai terpejam, ruhnya masih mau masuk ke alam mimpi tiba tiba terdengar suara mendayu yang membuat ruh Sam kembali ke jasad kembali.


" Om "


Suara apa itu ?


Sam membuka kedua matanya dengan perlahan.


" Om, aku lupa membawa handuk, gak mungkin aku memakai kebaya lagi untuk keluar repot "


" Om Saaamm "


Eh dia tahu namaku, jangan jangan selama ini aku sekamar dengan mbak Kunti, cantik enggak ya ?


" Om Sam, bangun ! "


Aisyah jengkel akhirnya menggedor pintu karena gak ada reaksi dari Sam yang berada di atas ranjang.


Sam terlonjak kaget, matanya melotot melihat wajah Aisyah yang menyembul di balik pintu kamar mandi.


" Astagfirullah, inilah akibat tidur menjelang senja "


Sam menggerutu pelan.


" Ada apa sayang, sebentar lagi magrib, kamu berubah pikiran ? "

__ADS_1


Sam tersenyum nakal, dia tahu kalau Aisyah lupa membawa handuk, tadi kan buru buru masuk ke dalam kamar mandi.


" Aku lupa membawa handuk, bisa minta tolong diambilkan di dalam koper pakaian ku ? "


Ujar Aisyah sembari memundurkan kepalanya masuk ke dalam kamar mandi.


Dia tidak memperdulikan ucapan Sam yang menggodanya tadi.


Sam mulai membuka koper yang di bawa Aisyah dari rumahnya, Sam terlalu lugu atau pura pura lugu, dia cuma mengambil handuk tanpa pakaian, tangannya dijulurkan ke arah pintu yang sedikit terbuka, secepatnya di sambar oleh tangan Aisyah.


" Om, kenapa cuma handuk saja "


" Kamu kan cuma minta handuk saja tadi, udah keluar aja, saya gak bakalan lihat, nih saya tutup muka saya dengan bantal "


Sam kembali berbaring telentang, dengan menutup mukanya dengan bantal seperti yang dibilangnya barusan.


" Jangan lihat lho, Om "


" Iya gak lihat, paling juga ngintip " Sam terkekeh di balik bantal.


" Om, jangan macem-macem ! "


Idih, Aisyah sudah berani mengancam Sam.


" Iya sayang, laki laki itu yang dipegang kan omongan-nya, tapi kalau khilaf lain masalah "


Aisyah buru buru mengambil pakaiannya dan secepatnya menghilang kembali ke dalam kamar mandi.


" Dasar bocah, besok juga aku bakalan lihat semuanya "


...*****...


...🌸🌸🌸🌸🌸🌸...

__ADS_1


__ADS_2