
Saka memperhatikan pria yang tersenyum lebar sembari melangkah mendekat pada Yasmin, lalu beralih menatap wanita yang ada disebelahnya.
Saka menyipitkan kedua matanya, berusaha mengingat ingat, Astagfirullah....
" Kenapa kau terlalu jauh untuk mencari pekerjaan ? Di negara kita masih banyak peluang dan lowongan sesuai dengan skill-mu, apa yang kau kejar ? "
Kakak sepupu Yasmin menatap sinis ke arah Saka.
Saka pura-pura tidak tahu.
Yasmin hanya tersenyum.
" Kenapa tiba tiba datang kesini kak ? bukan Mamaku yang menyuruh kakak kan ? "
" Enggaklah, Liana sedang ada pemotretan di Bali, kau mau ikut ? pasti kau belum pernah diajaknya ke pulau wisata terkenal itu "
Tristan menyindir Saka.
" Kaaakk ? "
Yasmin merasa tidak enak hati jika kakak sepupunya menyindir Saka.
Tristan tidak perduli, dia juga tidak tahu jika Saka adalah keponakan dari Sam yang ternyata suami yang disembunyikan oleh Liliana selama lima tahun ini.
" Kau tuan rumah yang buruk "
Dengkusnya pada Saka.
Saka memejamkan matanya sesaat berusaha tidak terpancing, bagaimanapun Tristan saudara sepupu Yasmin.
Saka dan Yasmin mengantar Tristan dan Liliana sampai ke hotel, Yasmin berjanji akan menemui mereka kembali esok hari ke hotel, sebelum lusa keduanya akan bertolak ke Bali, kedua teman Liliana yang merangkap manager dan perias pribadinya sudah lebih dahulu sudah sampai di Bali, sekalian liburan
Tristan dan Liliana sengaja ke Jakarta terlebih dahulu, Tristan yang hendak bertemu dengan Yasmin, dan Liliana akan menjumpai Sam atau Aisyah mungkin.
Sebelum Saka dan Yasmin meninggalkan Liliana dan Tristan di lobi hotel, Tristan berbicara pelan pada Saka.
" Kalian berpacaran ? "
__ADS_1
" Tidak "
Tristan mengamati penampilan Saka dari ujung rambut hingga kaki.
" Kau tampan tapi bodoh "
" Bang, tolong ! dari tadi kau terus menyindir aku, aku diam karena masih menghargai Yasmin "
Lama lama Saka emosi juga dengan mulut pedas Tristan.
" Kau tidak terima aku katakan bodoh ? Karena memang itu kenyataannya, Yasmin mengejar dirimu sampai ke sini, kau masih menganggapnya sebagai teman ? kau buta ? aku yang cuma saudara sepupunya saja tahu jika dia menyukai dirimu, masa' kau.... " Tristan berdecak
" Percaya padaku ! Kau tidak akan mendapatkan gadis sebaik dirinya lagi dilain waktu, jangan sampai menyesal jika ada pria lain yang menyukai dirinya dan Yasmin berpaling dari dirimu karena jenuh kau tidak pernah membalas perasaannya "
Tristan segera berbalik setelah mengucapkan kata kata itu pada Saka.
...*****...
" Yas, kamu sepertinya terlihat akrab dengan teman sepupumu ? "
" Oh, Kak Liana ? tentu saja, aku sering bertemu dengan dirinya jika Kak Tristan sedang memotret kak Liana, kami juga berteman di media sosial, bahkan ketika pernikahan Om Sam dengan Aisyah kemarin, tidak sengaja aku memposting suasana pesta, dia banyak bertanya "
Hemm, jadi Yasmin yang mengatakan pada mantan istri Om Sam.
" Dia apa mau menikah dengan orang Indonesia ya ? "
" Entahlah, dia cuma tanya, aku berada di pesta siapa ? ya aku sebutkan saja kalau Om dari kamu Sa, apa lagi saat aku mengatakan perbedaan usia yang sangat banyak, kak Liana semakin penasaran gitu, banyak bertanya, lalu minta foto siapa pengantinnya, ya biasalah....Karena pengantinnya memiliki perbedaan usia yang sangat mencolok, Kak Liana sangat ingin tahu "
Saka hanya bisa tersenyum pahit, apa yang di sangkakan-nya ternyata terbukti, tapi bukan salah Yasmin, dia tidak tahu apa apa, mereka hanya berteman.
Saka mengantar Yasmin sampai di depan pintu pagar Mes.
" Terimakasih Sa, aku besok izin gak ke kantor ya "
" Mau bertemu dengan sepupumu ? "
Yasmin menganggukan kepalanya.
__ADS_1
" Mau menjadi kekasihku "
Tanya Saka tiba-tiba.
Entahlah, kenapa Saka melontarkan pertanyaan itu, omongan Tristan membuat hati Saka terasa panas, Tristan benar, Yasmin terlalu baik untuk disia siakan, Saka akan berusaha untuk jatuh cinta pada Yasmin.
Kepala Yasmin yang sudah mau mengangguk tidak jadi.
" Sa, kamu...."
" Ya, mungkin aku terlalu pe-de jika aku beranggapan kalau kamu menyukai aku, Yas, tapi benarkan jika kamu memang menyukaiku ? "
Saka menatap Yasmin yang mempermainkan jemari tangannya yang sudah berada di handle pintu mobil.
" Yas...."
Yasmin menatap Saka dengan senyuman seperti biasanya.
" Kak Tristan mengatakan apa ? "
" Gak ada "
" Bohong ! "
" Yas, aku hanya butuh jawaban, kamu mau jadi kekasih ku apa tidak ? "
Saka mencoba meraih jemari tangan Yasmin dan menggenggamnya.
" Aku akan berusaha menyukaimu, itu tidak akan sulit bukan, beberapa tahun kita berteman, mungkin kita akan menjadi pasangan kekasih yang cocok juga "
Yasmin menganggukan kepalanya cepat lalu buru buru keluar dari dalam mobil, dia tidak mau ketahuan menangis karena saking senangnya di depan Saka.
Pria yang disukainya dari pertama bertemu di kampus, hingga diikutinya sampai ke Indonesia, dan sekarang mengajukan diri untuk menjadi kekasihnya, Yasmin hampir tidak percaya, jika ini hanya mimpi, Yasmin ingin mimpi itu tidak pernah berakhir.
...*****...
...🌸🌸🌸🌸🌸...
__ADS_1