
Sam sama sekali tidak melepaskan Aisyah, walaupun ia belum melakukan tindakan yang lebih jauh, tapi laki laki tetap-lah seorang laki laki, dia mempunyai banyak cara untuk bisa membelai atau mengecup, ibarat hidangan, sekedar icip icip tester, kalau rasanya oke tinggal bungkus.
Itulah yang dilakukan Sam, dia terus menggiring ke hal hal yang membuat darah Aisyah panas sendiri, akhirnya lama lama kan menyerah, benar benar Sam ngeliciki istrinya sendiri.
" Bang, sudah tengah hari lho, masa' kita dikamar saja "
Aisyah berusaha melepaskan tangan Sam yang membelit pinggangnya, tetapi Sam tidak mau mengendurkan sedikit pun, ia terus menyembunyikan wajahnya di belakang leher Aisyah.
Usaha terus Om Sam, ntar juga pasrah.
" Kita pengantin baru sayang, wajar saja kalau dikamar terus, sudah jangan banyak bergerak, nanti ada yang ngamuk lho "
Sahut Sam dari belakang leher Aisyah.
Siapa yang ngamuk ?
Hembusan napas hangat yang keluar dari mulut Sam, sementara bagian belakang tubuhnya terus menempel pada badan Sam, membuat Aisyah semakin gelisah.
Aisyah sendiri bukanlah perempuan yang tidak peka, sentuhan sentuhan dari Sam yang berusaha dihindarinya menerbitkan sensasi sensasi aneh yang belum pernah dirasakannya tetapi ia penasaran dan berharap jangan berhenti.
Otaknya dengan tubuhnya mulai berperang, sebelum tubuhnya kalah dan termakan ucapannya sendiri, Aisyah pura pura ingin buang air kecil.
" Bang, lepaskan ! aku mau kekamar mandi "
Sam terkekeh, apalagi melihat wajah Aisyah yang memerah.
Secepatnya Aisyah berlari dan menghilang di balik kamar mandi.
Jangan jangan benar apa yang dikatakannya, secepatnya aku bisa jatuh cinta pada dirinya
Aisyah menatap pantulan bayangan dirinya di depan cermin, membasahi seluruh permukaan wajahnya untuk menghilangkan gairah yang mulai terbit akibat sentuhan sentuhan Sam yang seakan tidak disengaja dan terus memeluknya.
Padahal perjanjiannya Sam belum boleh menyentuhnya sampai Aisyah mulai menyukainya tetapi Sam berdalih, yang namanya menyentuh itu Sam meminta haknya sebagai seorang suami, kalau hanya sekedar belaian dan pelukan itu bukan sentuhan.
Aneh kan ? suka suka kamulah Sam, ternyata kamu lebih mesum dari pada Alfian.
Merasa tubuhnya sudah normal kembali, Aisyah baru melangkah keluar dari kamar mandi.
" Bang, aku ke dapur sebentar ya, haus "
" Disini ada air, sayang "
Tunjuk Sam pada wadah air minum yang ada di atas meja depan sofa.
" Pengen yang seger "
Sam tertawa kecil, ia tahu Aisyah menghindarinya.
" Oke, jangan lama lama ! "
__ADS_1
Secepatnya Aisyah menghilang dari hadapan Sam.
...*****...
Nonik benar benar jengkel pada semua penghuni rumah ini.
Bagaimana tidak, Alfian dan Dinda setelah sarapan pergi keluar membawa Malika.
Saka dan Yasmin juga sama, ketika Nonik ingin ikut, Saka beralasan jika dia mau meninjau bagian produksi, sekalian bertemu dengan calon klien yang hendak meminta dibuatkan iklan untuk produk terbarunya.
Alasan, ini kan hari Minggu, memangnya calon kliennya tidak libur ? bilang saja kalau tidak mau diikuti.
Nonik menggerutu jengkel sembari melihat bayangan Saka dan Yasmin yang menghilang masuk ke dalam mobilnya.
Aisyah juga, setelah sarapan sudah menghilang saja, lebay, kegatelan, mentang mentang pengantin baru, apa tadi malam atau nanti malam gak bisa dilanjutkan ? seperti gak ada hari esok saja.
Nonik berjalan hilir mudik seperti ayam mau bertelur, menggerutu tidak henti hentinya sehingga membuat Tika dan mbak Sri jadi bergosip.
" Tik, itu sepupunya mbak Aisyah kapan pulang ? "
Mbak Sri berkata pelan sembari mengupas bawang.
" Entahlah buk, mulutnya tajam, sepintas aku kemarin mendengar dia menyindir mbak Dinda, sehingga mbak Dinda-nya masuk ke kamar ngambek "
" Masa' sih Tik ? Tamu yang tidak punya sopan santun "
Mbak Sri menampilkan wajah tidak suka.
" Tanya apa ? "
Semakin semangat saja mbak Sri kepo.
" Tanya tanya mbak Dinda itu diperlukan oleh suaminya seperti apa ? terus apa benar Yasmin pacarnya bang Saka "
" Terus kamu jawab apa ? "
" Dikira dia, mentang mentang aku dari desa, aku bodoh dan lugu, oh tidak Marimar "
Tika terkikik geli, mbak Sri bengong.
" Tik, namaku Sri bukan Marimar "
mbak Sri sampai menghentikan gerakan tangannya yang sedang mengupas bawang.
" Iya Bu Sri, itu hanya pengenak obrolan, aku bilang lah kalau Pak Al sangat mencintai dan menyayangi mbak Dinda, tapi aku gak ngasih tahu kalau Pak Al pecemburu, bisa dimanfaatkan oleh dia nanti, aku belajar dari sinetron sinetron yang kita tonton itu buk, terus kalau bang Saka dengan kak Yasmin, aku bilang juga kalau mereka sebentar lagi mau menikah "
" Memang benar bang Saka mau menikah ? "
" Mboh buk, ora wero aku "
__ADS_1
Tika tertawa cekikikan.
...*****...
" Akhirnya kau keluar juga "
Tegur judes Nonik melihat Aisyah muncul dari balik pintu ruangan pribadi milik Sam.
" Ada apa ? "
Aisyah pura pura merasa tidak bersalah, memang enggak kan ?
" Bagaimana, sudah kau tanyakan ? "
" Sudah "
" Lalu apa jawabannya ? aku sudah boleh kerja besok ? bagian apa ? "
Wajah Nonik yang tadi kesal mendadak cerah.
Aisyah jadi tidak tega untuk menyampaikan apa yang dikatakan oleh suaminya tetapi Aisyah tidak bisa menjanjikan angin surga juga.
" Kata bang Sam begini...."
" Percuma dong kau manjadi istrinya, adik ipar dari suami Dinda jika kau tidak dianggap sama sekali, kalau melalui jalur biasa sama saja dengan bohong, kau benar-benar tidak bisa diandalkan "
Nonik bersungut kesal setelah mendengarkan penjelasan dari Aisyah.
" Mencari pekerjaan sesuai jurusanmu, Nik ! Jangan karena kau ingin mengejar Saka, kau berambisi untuk bekerja di kantor yang sama dengannya sementara keahlianmu berbeda "
" Aku kan bisa jadi resepsionis atau jadi sekretaris, andai saja ketika kau dulu mau dilamar suamimu memberitahukan aku, kau kan bisa menolong ku, kau jadi saudara tapi tidak bisa diandalkan " Nonik mendengkus jengkel.
Aisyah ingin sekali menampar mulut Nonik yang judes itu, tapi ia masih memikirkan akan tidak enak dan merusak nama baiknya jika ribut di rumah keluarga suaminya.
Tidak mau membuat hatinya semakin emosi, Aisyah berjalan menuju ke dapur.
" Mau kemana lagi kau ? "
tanya Nonik menghentikan langkah kaki Aisyah.
" Mau membuat minuman, suamiku memintanya, kau mau sekalian dibuatkan ? "
" Iya, buatkan aku satu, enak kau ya jadi istri orang kaya "
Masih terdengar perkataan Nonik dari belakangnya yang cukup membuat Aisyah semakin jengkel.
Andai saja kau bukan saudaraku
...*****...
__ADS_1
...🌸🌸🌸🌸🌸🌸...