Pebinor Dari Masa Lalu

Pebinor Dari Masa Lalu
Pertanda jodoh


__ADS_3

Sudah beberapa menit berlalu semenjak berkas di sodorkan. Nathan tidak juga memeriksa dan sibuk dengan kegelisahannya.


Eldar yang melihat itu, hanya terdiam sebab panggilan darinya tidak di respon. Entah apalagi yang menyelimuti hati Nathan pagi ini. Tidak biasanya dia malas pergi ke perusahaan di kala ada rapat penting. Tentu saja Eldar di tunjuk sebagai wakil ketidakhadirannya.


Apa aku harus jujur pada Eldar? Memalukan sekali.


"Ini belum berhenti." Eldar menunjukkan senyuman simpul meski dirinya belum tahu maksud dari perkataan Nathan.


"Apa yang belum berhenti Tuan?"


"Aku em sudah bertemu dengan Bella. Aku.. Meminta maaf tapi semalam." Terdengar hembusan nafas berat." Aku masih mual ketika berciuman. Aku muak melihat wanita-wanita itu bahkan jijik!" Imbuh Nathan ketus. Sangat frustasi memikirkan keanehan yang belum juga hilang.


"Tuan menemui Nona Isabella?" Tanya Eldar memastikan.


"Ya. Kau tahu kan kalau Bara membahasnya siang itu."


"Mungkin Tuan kurang tulus." Mata Nathan seketika melotot sambil menunjukkan tatapan tajam.


"Yang merasakan adalah aku! Aku sadar aku salah! Aku meminta maaf dengan segenap hati. Ku fikir semua sudah selesai sebab ketika Bella mencium, aku sudah tidak merasakan mual dan jijik."


Eldar malah tertawa kecil. Cukup lucu mendengar itu menurutnya. Kehidupan Nathan berubah drastis hanya karena tidak bisa melakukan kesenangan.


Emosi cepat tersulut, sulit di ajak negoisasi di tambah keangkuhan yang menyebalkan. Para staf terkadang mengeluh ketika Nathan berteriak bahkan membentak hanya karena berpapasan dengan seorang wanita.


"Apa menurutmu itu lucu! Kenapa kau malah menertawakan tanpa ada saran." Eldar tertunduk untuk mengendalikan fikiran konyolnya.


"Maaf Tuan. Ini kali pertama saya mendengar kejadian langka. Saya fikir kutukan itu tidak ada, tapi ternyata..."


"Tidak perlu banyak bicara Eldar!! Kau mau ku pecat!!" Tunjuk Nathan kasar.


"Em maaf. Kalau memang Tuan tidak merasa jijik pada Nona Isabella. Mungkin saja dia adalah sumber kesenangan anda." Sebab aku yakin Tuan tidak bisa berhenti bermain dengan banyak wanita, jika Tuhan tidak melakukan ini.


Sepertinya mataku perlu di periksa. Kenapa aku melihat Bella begitu cantik padahal Bara bilang jika dia berubah buruk. Memalukan sekali kalau aku harus memiliki hubungan dengannya.


"Tidak bisa Eldar. Sia-sia aku taruhan kemarin. Aku tidak mau menjadi bahan tertawaan."


"Dulu saya dan Istri saling membenci. Entah bagaimana caranya Tuhan melunakkan hati kami dan akhirnya menikah." Nathan kembali menatap tajam ke arah Eldar.


"Itu ceritamu bukan cerita ku!"


"Itu hanya sekedar saran dari saya Tuan. Saya pribadi baru menghadapi masalah seperti ini. Kalau Tuan belum yakin, sebaiknya di fikirkan baik-baik saran dari saya. Cinta tidak memiliki mata. Terkadang jodoh kita adalah orang yang tidak sesuai dengan keinginan atau seseorang yang mungkin sangat kita benci. Em tolong di tandatangani Tuan, ada beberapa pertemuan yang harus saya datangi."


Nathan mengambil bulpen dan membubuhkan tanda tangan di beberapa lembar berkas. Dia menatap kepergian Eldar sambil bersandar lemah di sofa.


Apa benar begitu? Tapi Bella memang terlihat cantik. Aku bahkan tidak mual melihatnya.


Nathan menggaruk kepalanya yang tidak gatal lalu mengacak-acak nya. Keangkuhan yang masih bertengger, tidak memudahkan dirinya untuk menerima kenyataan. Dia membayangkan jika seandainya menikah dengan Bella. Bagaimana pendapat teman-temannya di kantor. Mereka akan meledek bahkan menyebutnya sebagai penikmat wanita bekas.


Menjijikan. Dia bekas Leo. Mereka aku membully ku habis-habisan. Tapi..


"Aggggh!!!!" Teriak Nathan geram. Tangannya meraih ponsel untuk menghubungi kontak seseorang.


πŸ“žπŸ“žπŸ“ž


"Bagaimana?


"Dia pindah kost-an Tuan. Di daerah timur.

__ADS_1


"Oh begitu. Kost-an itu pasti lebih layak. Aku sudah memberi lima ratus juta padanya.


"Tidak Tuan. Em lebih buruk daripada tempat sebelumnya.


"Foto tempat itu lalu kirimkan padaku.


"Hm baik.


πŸ“žπŸ“žπŸ“ž


Dengan cemas Nathan menunggu. Setelah beberapa menit terdengar notifikasi pesan. Sebuah foto tempat kumuh di lampirkan. Nathan menatapnya frustasi. Terlihat memuakkan sebab semalam dia memberikan nominal besar sebagai ucapan terimakasih.


Sementara Bella sendiri tengah menunggu di lobby perusahaan. Terpaksa dia pergi ke sana dengan membawa koper. Bella menunggu kedatangan Eldar yang di ketahui kaki tangan Nathan.


Segera saja Bella berdiri ketika Eldar baru saja datang. Dia berjalan menghampirinya agar tidak membuang banyak waktu.


Sudah terlanjur tahu. Ini terakhir kali aku ke sini.


"Pak El." Sapa Bella seraya membuka masker. Si resepsionis melongok. Dia cukup mengenal Bella dan merasa kasihan melihat keadaannya sekarang.


Aku fikir bukan Bella. Astaga. Kenapa dia berubah sekali?


"Nona Isabella." Jawab Eldar ramah. Dia tidak ingin menunjukkan rasa terkejutnya untuk menjaga perasaan Bella.


"Maaf Pak menganggu sebentar."


"Oh jadi kamu yang ingin bertemu dengan saya?"


"Iya Pak maaf. Em saya ingin mengembalikan ini." Menyodorkan koper hitam pemberian Nathan.


"Apa ini?"


"Lakukan sendiri Nona Bella. Saya takut terkena marah." Eldar menyodorkan koper ke Bella setelah tahu isi di dalamnya.


"Saya tidak bisa Pak. Kalau memang Pak El tidak bisa membantu, berikan saja uang ini pada para karyawan. Em saya permisi." Eldar menghela nafas panjang kemudian berjalan mengikuti Bella.


"Ini bukan hak saya. Tuan sudah memberikannya dan itu berarti, uang ini milik Nona."


"Maaf Pak saya tidak bisa." Jawab Bella masih tidak mau menerima.


"Saya minta maaf atas nama Tuan Nathan." Bella mengangguk seraya tersenyum.


"Saya sudah memaafkannya."


"Syukurlah Nona. Terimakasih."


"Sama-sama Pak. Mungkin ini memang takdir saya."


"Tuan sebenarnya baik. Dia hanya ambisius dan tidak ingin di kalahkan. Saya yakin dia mulai tertarik pada anda Nona." Sontak Bella menghentikan langkahnya lalu memutar tubuhnya ke arah Eldar.


"Itu candaan yang mengerikan."


"Kenapa begitu? Tuan saya sangat tampan."


"Saya tidak mau membahas keburukan seseorang. Em menurut saya, Pak Nathan tidak layak di jadikan pasangan hidup." Eldar mengangguk-angguk seraya tersenyum.


"Itu hal yang mudah untuk Tuhan."

__ADS_1


"Sudahlah Pak El. Ini hari terakhir saya berada di sini. Nanti malam saya sudah akan pergi." Kenapa aku menjelaskan ini? Apa aku berharap Nathan mencegah kepergian ku.


Selera. Itulah yang tengah mengikat hati Bella sekarang. Semua yang ada pada diri Nathan sangat dia sukai meski dirinya berparas pas-pasan.


Bella membenarkan jika cinta itu buta. Sebab dirinya tidak perduli pada perbuatan buruk yang sudah Nathan torehkan pada hidupnya.


Asal dia mau berusaha. Ya Tuhan. Seharusnya aku tidak berharap seperti ini dan lebih berhati-hati.


"Pergi ke mana?" Pertanyaan Eldar sontak membuat lamunan Bella buyar.


"Meninggalkan keburukan yang ada di sini." Jawab Bella pelan. Senyum itu masih terlihat manis meski kulit wajah terlihat kusam.


"Jadi Nona mau pergi?"


"Hm Pak. Saya permisi." Setelah berpamitan, Bella bergegas berjalan ke arah motornya yang terparkir di bawah pohon. Sebelum pergi, Bella menerima orderan untuk menambah uang membeli karcis bus.


Setelah memastikan Bella benar-benar pergi. Eldar mengetik sebuah pesan untuk Nathan.


πŸ’ŒMalam ini Nona Isabella berniat pergi. Uang yang Tuan berikan di kembalikan pada saya.


Tidak menunggu lama setelah pesan terkirim. Ponsel Eldar berdering. Tentu saja Nathan kebakaran jenggot dan bergegas menelfon.


πŸ“žπŸ“žπŸ“ž


"Dia datang ke perusahaan?


"Ya Tuan. Baru saja pulang. Sebelum semuanya terlambat, lebih baik Tuan cegah kepergiannya.


"Aku sudah berjanji tidak menemuinya lagi.


"Saya hanya menyarankan.


"Memalukan sekali!!!


"Saya punya ide agar Nona tidak pergi.


"Apa itu?


"Katakan jika Tuan ingin Nona Isabella di sini.


"Untuk apa?


"Katakan saja Tuan.


"Ya aku ingin.


"Saya akan ke rumah untuk membicarakan ini.


"Jangan lupa untuk memantaunya agar tidak kabur.


"Ya Tuan.


πŸ“žπŸ“žπŸ“ž


Eldar tersenyum seraya menghubungi sebuah kontak. Setelah itu dia kembali masuk mobil untuk membicarakan idenya pada Nathan.


Aku harap Nona Bella mempersulit semuanya agar Tuan Nathan mendapatkan sedikit pelajaran.

__ADS_1


🌹🌹🌹


Maaf typo bertebaran πŸ™β€οΈ


__ADS_2