
Sebelumnya aku mau minta maaf. Hari ini aku tidak bisa update 2 kali🙏 Kebiasaan lama🤣Aku terlalu banyak bergadang dan akhirnya tumbang🙏🙏 Terimakasih dukungannya 🥰
Happy reading ❤️
"Saya rasa itu akan memperburuk keadaan. Kesalahan Tuan sudah sangat fatal. Mana mungkin ada wanita yang memaafkan kesalahan tersebut tanpa menunjukkan bukti."
Eldar tidak setuju dengan keinginan Nathan untuk mengikat Bella dengan pernikahan paksaan. Tapi alasan yang di lontarkan bukan apa yang ada di dalam fikirannya, sebab Eldar ingin memberikan pelajaran berharga pada Nathan.
Jika paksaan pernikahan di terapkan. Bella akan menjadi pihak yang tersakiti lagi dan lagi. Sehingga Eldar ingin Nathan bisa menghargai sebuah hubungan. Agar pernikahan di gelar atas dasar cinta bukan berusaha mengikat dengan paksaan.
"Lantas bagaimana El. Aku tidak mungkin mengemis pada wanita itu lagi. Aku bahkan sudah berjanji tidak menemuinya." Eldar menyodorkan rambut dan kumis palsu." Apa ini?" Tanya Nathan bingung.
"Mendekati Nona Bella mengunakan sosok lain." Nathan terkekeh sejadi-jadinya. Dia tentu tidak ingin di repot kan dengan benda itu.
"Pasti ini gatal." Ujarnya melontarkan alasan.
"Sedikit Tuan. Kalau memang Tuan berniat. Em jika tidak, biarkan saja Nona Isabella pergi daripada Tuan hanya membuat hidupnya semakin buruk."
"Sebenarnya aku ingin pergi. Tapi kau tahu keadaan memaksa ku." Eldar mengangguk seraya tersenyum simpul.
"Perlakukan Nona sesuai apa yang ada di dalam hati. Cinta tidak membutuhkan keangkuhan."
"Jika aku menyamar, bagaimana dengan perusahaan? Apa aku harus berganti kostum setiap hari." Nathan masih saja tidak ingin mengakui. Padahal di dalam hatinya terbesit ingin memperbaiki keadaan meski dirinya belum menyadari akan rasa ketertarikannya pada Bella.
"Perusahaan akan menjadi urusan saya."
"Kalau Bisma tahu?"
"Jalani peran anda. Itu akan jadi urusan saya." Jawab Eldar tegas.
"Hm oke. Atur semuanya agar keanehan ku cepat berakhir." Seperti dugaan Eldar, sebab Nathan hanya ingin memanfaatkan Bella untuk menghilangkan keanehan.
"Ingat untuk melakukan semuanya sesuai apa yang ada di dalam hati anda. Saya berjanji akan merahasiakan semua ini, sampai masalahnya selesai."
"Iya iya. Lantas langkah selanjutnya seperti apa?"
"Ikut saya Tuan. Sembari menuju lokasi saya akan menjelaskan rencananya seperti apa."
Terpaksa Nathan menurut saja. Dia sendiri kebingungan memecahkan masalah. Keanehan pada tubuhnya terasa ganjil dan sulit di terima oleh nalar manusia.
🌹🌹🌹
Bella memutuskan memarkir motornya di sebuah taman. Dia duduk di sana untuk mengatur nafas dan melihat orang berlalu lalang.
Sebuah air mineral di keluarkan dari tas lengkap dengan roti. Bella seringkali beristirahat di tempat tersebut. Tempatnya sangat rindang, di sertai angin sepoi-sepoi. Suasana yang memudahkan Bella menghilangkan rasa lelah.
"Sepertinya aku tidak bisa pergi malam ini. Uangku tidak cukup menyewa tempat baru. Seharusnya kemarin aku tidak pindah dan malah menghambur-hamburkan uang terakhir ku."
Eluh Bella sambil mengunyah rotinya pelan. Hal ini menjadi salah satu alasan kenapa tubuh Bella terlihat kurus. Selain beban fikiran, beban hidup juga membuatnya susah membeli sebungkus nasi.
__ADS_1
Bella mencoba mengutamakan keperluan obat sang Ibu. Dirinya tahu jika itu lebih penting daripada rasa lapar yang harus di rasakan.
"Aggggh tidak!!! Copet." Tiba-tiba seorang lelaki berjaket hitam membawa kabur tas miliknya.
Bella berusaha mengejar sambil meneriakinya. Beberapa orang ikut mengejar si pelaku. Bella memutuskan untuk kembali ke tempatnya sebab motor miliknya terparkir di sana.
"Bagaimana Kak?" Tanya Bella panik.
"Orangnya menghilang Mbak."
"Iya. Dia masuk ke gang kecil." Bella menghela nafas panjang dengan mimik wajah cemas. Semua uang miliknya ada di tas tersebut.
"Bagaimana ya Pak. Ponsel saya juga ada di sana."
"Sebaiknya Mbak lapor polisi saja. Permisi." Bella merasa beruntung sebab kunci motornya masih di genggam berserta kunci kost-an. Dia menatap sekitar dan berharap si pencopet kembali menunjukkan diri. Tapi itu hal yang sangat mustahil.
"Uangku. Bagaimana aku bisa makan malam ini." Untuk menghemat uang. Bella hanya bisa memakan nasi satu kali sehari." Sebaiknya aku pulang saja. Melapor juga butuh uang." Ponsel yang tidak lagi ada di tangan tentu membuat Bella tidak bisa menerima pesanan.
Bella menaiki motornya setelah memasukkan sisa roti dan air ke dalam jog. Dia melaju menuju kost-an yang baru di sewa kemarin malam. Sialnya uang sewa belum di bayarkan sebab semalam sudah terlalu larut.
Baru saja motor Bella terparkir. Seorang tetangga kost-an nya menghampiri sambil tersenyum ramah.
"Tadi di cari Ibu kost Mbak."
"Oh begitu. Em ya sudah. Saya akan ke rumahnya. Terimakasih ya."
Dengan ragu-ragu Bella mengetuk pintu. Dia berniat menjelaskan musibah yang menimpanya hari ini dan berharap mendapatkan kompensasi.
"Kamu."
"Ya Bu saya."
"Mana uangnya. Untuk penyewaan awal harus bayar di muka." Bella merasa begitu bodoh mengambil keputusan. Seharusnya kemarin dia bertahan agar tidak perlu menghadapi masalah seperti ini. Tapi mau bagaimana lagi? Bella berniat menghindari Nathan setelah pertemuannya kemarin.
"Maaf Bu. Hari ini saya terkena musibah. Em saya kecopetan. Uang serta dompet saya hilang." Terdengar hembusan nafas berat. Mimik wajah si pemilik kost-an langsung berubah garang.
"Tidak ada uang, tidak ada tempat berteduh. Sebaiknya kamu berkemas sekarang."
"Jangan begitu Bu. Tolong beri waktu sampai besok." Aku akan menjual motor ini saja.
"Tidak bisa." Tentu saja si pemilik tidak percaya sebab Bella hanyalah orang baru.
"Saya tidak punya uang sepeser pun Bu. Di mana saya tidur malam ini." Jawab Bella merajuk dengan wajah bingung.
"Itu bukan urusan saya."
"Biar saya bayar Bu." Sontak Bella membalikkan tubuhnya menghadap ke sumber suara. Terlihat seorang lelaki berkumis tipis berambut lurus berdiri di belakang. Bella sempat melirik ke arah baju seragam mini market yang di gunakan.
"Oh Nak Nino."
__ADS_1
"Ini Bu." Menyodorkan uang lima ratus ribu.
"Kamu kenal sama dia." Menunjuk Bella.
"Tidak Bu."
"Kenapa kamu bayar?" Bella masih terdiam sambil memperhatikan sosok yang berdiri di sampingnya.
"Kasihan saja Bu."
"Jangan terlalu baik sama orang asing. Tapi ya sudah. Kalau uangmu tidak di kembalikan, itu bukan urusan saya ya."
"Iya Bu."
"Hm." Si pemilik kost-an masuk ke dalam dan menutup pintunya.
"Terimakasih ya Mas. Kalau ada uang nanti saya ganti." Nino yang merupakan Nathan tersenyum simpul. Eldar sudah mengatur semuanya dan menyewa satu tempat di sana. Awalnya Nathan keberatan mengingat tempat tersebut sangat kumuh.
Namun perasaan itu berbanding terbalik ketika dirinya berdiri saling berhadapan dengan Bella. Nathan merasa tidak keberatan tinggal di tempat tersebut asal dia bisa menebus kesalahannya dulu dan menunjukkan itikad baiknya.
"Tidak perlu di fikirkan."
"Tetap saya ganti Mas."
"Aku pernah berada di posisi mu. Saat itu ada yang membantu jadi aku sedang melakukan hal yang sama." Eldar menyarankan agar Nathan bisa menahan diri dan bersikap ramah.
"Oh." Bella tersenyum simpul. Mencoba mengubur kebingungannya.
"Kenapa?"
"Tidak apa-apa Mas. Saya hanya bingung dengan hidup selanjutnya. Ponsel saya hilang sementara saya berkerja sebagai ojek online." Semoga saja Mas ini bisa memberikan perkerjaan. Mini market bukan perusahaan kan? Jadi mungkin aman.
"Repot kalau seperti itu."
"Iya Mas. Em mungkin di tempat Mas ada lowongan? Sebagai office boy juga tidak apa."
"Janganlah kalau office boy. Aku usahakan ya. Nanti ku beri kabar malam ini. Em aku harus kembali berkerja. Tadi kebetulan ada yang ketinggalan."
"Ya Mas. Sekali lagi terimakasih."
"Hm sama-sama." Nathan tersenyum sejenak kemudian berjalan menuju motornya. Sengaja Nathan tidak langsung memberikan perkerjaan agar scenario berjalan lancar. Pencopet dan lelaki yang ada di taman adalah bagian dari penjebakan. Sudah bisa di pastikan jika kini tas milik Bella berada di tangan Nathan.
Uang segitu, bisa untuk apa?
Nathan semakin di liputi perasaan bersalah ketika dirinya melihat keadaan dompet Bella. Hanya ada beberapa lembar uang juga foto kedua orang tuanya. Bagi Bella uang tersebut bernominal besar tapi bagi Nathan, uang tersebut tidak layak berada di sana.
Itu kenapa wajahmu berubah buruk. Aku minta maaf atas semuanya.
🌹🌹🌹
__ADS_1