Pelayan Hebat Milik Ketua Mafia

Pelayan Hebat Milik Ketua Mafia
Bab 21. Transaksi Dengan Kelompok White Dragon


__ADS_3

Teman-teman mohon bantuannya, ya. Baca sampai selesai, lalu kasih like dan komentar. Semoga urusan kalian juga dimudahkan.


***


BAB 21


"Kita harus bawa dia ke rumah sakit," ucap Agatha saat merasakan denyut nadi milik Armando mulai lemah.


"Ayo, Peter bantu aku gotong tubuh Armando dan bawa ke rumah sakit!" perintah Victor


     Peter membawa Armando menggunakan mobil yang dipakainya tadi bersama Agatha. Sementara itu, Agatha dan Victor naik dengan mobil miliknya yang sudah banyak bolong terkena peluru. Mereka harus menghilangkan jejak keberadaannya di sana.


"Kenapa kita harus naik mobil yang sudah rusak ini?" tanya Victor pada Agatha.


"Tentu saja agar musuh tidak bisa mendeteksi kita yang sudah membunuh teman mereka semua," jawab Agatha.


     Victor pun menganggukkan kepala. Dia selama ini tidak pernah terpikirkan akan hal ini. Bahkan tadi Agatha memastikan tidak meninggalkan jejak ban mobil di sana. Menutupi genangan darah dengan tanah terlebih dahulu.


'Kalau sekarang dipikir-pikir lagi. Menutupi darah oleh tanah itu juga agar tidak menempel pada ban mobil. Dari mana dia punya pemikiran seperti ini, ya?' Victor bertanya dalam hatinya.


     Agatha melajukan mobilnya dengan sangat kencang. Bahkan bisa menyusul mobil yang dikendarai oleh Peter.


    Saat di dekat jurang Agatha mengajak Victor untuk keluar dari mobil dan mengeluarkan semua isinya. Kemudian mereka mendorong mobil itu ke dalam jurang. Setelah itu mereka ikut menumpang pada mobil Peter yang baru saja sampai ke tempat mereka.


"Kenapa kita harus melakukan hal ini?" tanya Victor tidak mengerti.


"Bukannya tadi sudah aku bilang, kalau kita harus menghilangkan jejak keberadaan kita, agar musuh tidak bisa menemukan kita," jawab Agatha dengan lirikan tajam.


"Oh, iya. Maaf aku lupa," ucap Victor.


     Agatha dan Victor mengantarkan Armando ke rumah sakit untuk menjalani pengobatan. Begitu juga dengan luka yang didapat oleh tuannya itu.


***

__ADS_1


"Bagaimana ini? Armando masih harus mendapatkan perawatan setelah operasi. Sementara rekan bisnis kita tidak punya lagi waktu kecuali hari ini," ucap Victor cemas.


"Apa tidak ada cara lainnya lagi, Tuan?" tanya Peter.


     Keduanya saling pandang dan terdiam. Kemudian mereka melirik ke arah Agatha yang sedang asik makan pizza dengan lahap.


"Ada apa?" tanya Agatha ketika melihat kedua laki-laki itu memperhatikan dirinya.


"Kamu harus ikut aku untuk menggantikan posisi Armando. Kita akan melakukan transaksi jual beli senjata," jawab Victor dan memberi tugas baru untuk orang kepercayaannya itu.


'Ini Ketua Mafia nggak punya hati, apa? Aku selama beberapa minggu kemarin banting tulang kesana-kemari hanya untuk menjalankan tugas yang di bebankan kepadaku. Baru saja selesai aku harus bantu dia juga! Kamu pikir tubuh aku ini terbuat dari apaan?' Agatha hanya bisa berteriak dalam hati.


"Saya belum pernah melakukan pekerjaan itu, Tuan," balas Agatha dengan nada pelan karena dia malas berurusan dengan para mafia lainnya untuk saat ini.


"Tenang saja, kamu hanya duduk dan menjadi saksi dalam transaksi ini," ucap Victor meyakinkan Agatha.


'Awas kalau melibatkan lebih jauh lagi! Akan aku tuntut dengan kenaikan gaji tiga kali lipat,' gerutu Agatha dalam hatinya.


***


     Agatha dan Victor mendatangi sebuah bar besar. Mereka akan melakukan transaksi awal di sana.


"Senang berjumpa denganmu, Victor Aldemo," ucap seorang laki-laki berbadan pendek, buncit dan sudah tua.


"Aku juga merasa senang berjumpa dengan pemimpin Ketua Mafia White Dragon," balas Victor dengan senyum lebarnya.


'Semoga saja kejadian di tebing pegunungan itu belum diketahui olehnya,' kata Victor dalam hati.


"Baiklah kita mulai transaksi ki ... apakah wanita ini akan kamu hadiahkan kepadaku?" Ketua Mafia White Dragon melihat ke arah Agatha dengan tatapan mata lapar karena tergoda oleh kemolekan tubuh sang asisten Victor.


"Bukan. Dia adalah asisten yang baru aku rekrut karena memiliki banyak hutang dan dia menyerahkan hidupnya kepadaku, di sisa hidupnya yang hanya hitungan hari," kata Victor berdusta.


"Memangnya dia kenapa?" tanya pria seperti ikan buntal itu.

__ADS_1


"Punya penyakit menular yang mematikan," jawab Victor sekenanya.


     Mendengar fakta itu sang Ketua Mafia White Dragon itu langsung merinding. Dia niatnya ingin bersenang-senang dengan wanita cantik yang dibawa oleh rekan bisnisnya.


"Oh, kasihan sekali nasibnya," lanjutnya lagi.


     Agatha yang tadinya diam saja langsung merasa sangat terkejut. Ketika tuannya bilang kalau dia punya penyakit menular ditambah mematikan. Dia pun terus memaki sang Ketua Mafia Silver Dragon, dalam hatinya.


"Jadi, berapa banyak senjata yang mau kamu beli? Apa saja jenisnya?" tanya Ketua White Dragon.


    Lalu, Victor pun menyerahkan satu lembar kertas. Sudah ada sederetan nama senjata yang dia butuhkan.


"Apa kamu tidak salah menulis jumlahnya? Ini akan memakan banyak biaya," jelasnya sambil menunjuk deretan angka di kertas itu.


    Maka, Victor pun membuka satu koper yang dia bawa ke pertemuan itu. Mata lelaki tua bangka itu langsung berbinar melihat uang yang di dalam koper itu.


"Baiklah, kita setuju untuk kerja sama transaksi ini. Anak buah aku yang ada di pelabuhan akan memberikan barangnya." Ketua Mafia White Dragon itu menyerahkan satu lembar yang sudah dia tanda tangani. 


    Dalam kertas itu sudah tercantum nama barang yang akan dibeli oleh Victor. Banyaknya barang yang akan dibeli. Serta jumlah uang yang harus dibayar oleh pihak Kelompok Silver Dragon.


***


     Agatha berjalan di belakang Victor dengan langkah gontai. Dia ingin beristirahat dan memanjakan diri ke suana. Namun, di sana sepertinya tidak ada sauna seperti di kehidupannya di planet bumi.


"Ahk, aku ingin pergi ke sauna!" gerutu Agatha.


"Ada itu sauna?" tanya Victor sambil memandang penasaran pada Agatha.


"I-tu …." Agatha merutuki kebodohannya dalam hati.


***


Akankah transaksi jual beli senjata itu lancar? Apakah Victor akan terus mencurigai Agatha? Tunggu kelanjutannya, ya!

__ADS_1


__ADS_2