Pelayan Hebat Milik Ketua Mafia

Pelayan Hebat Milik Ketua Mafia
Bab 38. Serangan Ke Markas Gold Dragon Dimulai


__ADS_3

Teman-teman mohon bantuannya, ya. Baca sampai selesai, lalu kasih like dan komentar. Semoga hari kalian menyenangkan.


***


Bab 38


     Semua anak buah Silver Dragon sudah berada di tempat masing-masing. Mereka sedang mengawasi area musuh. Victor dan Moreno sedang saling menghubungi kalau penyerangan akan dilakukan saat Baron Julio sudah datang ke markas Gold Dragon.


     Saat jam menunjukan 22.30 sebuah mobil hitam memasuki markas besar Gold Dragon. Mereka melihat laki-laki yang memiliki postur tubuh tinggi tegap dengan warna kulit eksotis, turun dari  mobil dan diikuti oleh beberapa orang lainnya.


      Victor yang melihat Baron Julio sudah datang, langsung menghubungi Moreno. Penyerangan pun akan dilakukan 15 menit lagi atau tepatnya jam 22. 45 secara bersama-sama.


"Serbu!" teriak Victor kepada anak buahnya. Dia melancarkan peluru cahaya ke atas langit sebagai tanda penyerangan secara bersamaan-sama di mulai.


     Victor menyerbu di bagian depan markas musuh. Agatha menyerang di sisi kanan bangunan megah itu. Armando berada di bagian belakang markas dan Peter berada di sisi sebelah kiri bangunan. Sementara itu, Anton memimpin anak buah yang mengawasi dan akan memberikan bala bantuan jika keadaan terdesak.


***


DOR! DOR! DOR! DOR! DOR!


DOR! DOR!


     Victor melancarkan tembakan beruntun memakai senjata AK-47, ternyata pihak musuh juga mempunyai senyata yang sama. Dia pun meminta anak buahnya untuk menyerang sambil bertahan dan berlindung dari serangan peluru musuh.


"Ternyata mereka punya banyak sekali anak buah," gumam Victor.


DOR! DOR! DOR!


DOR! DOR!


"Aaaaa!"

__ADS_1


"Kalian berhati-hatilah! Jangan semua melakuakan serangan secara bersamaan. Bergiliran, saat teman kalian menyerang usahakan yang lainnya mengawasi keadaan musuh dan lindungi teman kalian," ujar Victor kepada anak buahnya dan mereka mengikuti perintahnya.


***


DOR! DOR! DOR!


DOR! DOR! DOR!


     Ditempat lainnya, Agatha melancarkan tembakan secara membabi buta saat masuk ke halaman sisi kanan. Dia menyerang dulu sendirian, yang lainnya berusaha melindungi Agatha dari musuh yang hendak menebaknya. Sehingga musuh hanya berpusat kepada Agatha seorang. 


"Tembak orang itu!" teriak anak buah Gold Dragon.


DOR! DOR!


     Gerakan Agatha yang gesit dan lincah berlari dan melompat kesana-kemari, membuat musuh kesulitan menembaknya. Selian itu, teman-teman Agatha juga mengetahui lokasi musuh bersembunyi. Hal ini memudahkan mereka untuk memberikan serangan balasan.


DOR! DOR!


DOR! DOR!


"Aaaaa!"


     Tidak butuh waktu lama semua musuh di sisi kanan halaman sudah habis di musnahkan. Agatha pun memeriksa satu persatu musuh yang bergelimpangan di sana. Jika, ada yang sekarat maka dia akan menembak mati. Bukannya kejam, itu lebih baik dari pada sekarat dan mengalami kesakitan terlalu lama.


"Teman-teman, kita masuk sekarang!" ajak Agatha.


"Oke, Nona Agatha!" seru mereka kompak.


     Agatha bersama 19 orang lainnya masuk ke dalam bangunan itu. Mereka bergerak 5 orang tiap kelompoknya jadi ada 4 kelompok yang masuk lewat sisi kanan markas.


***

__ADS_1


DOR! DOR! DOR!


DOR! DOR! DOR!


     Berbeda dengan Armando yang menyerang dan maju bersamaan. Mereka melancarkan serangan tembakan secara membabi buta. Hanya ada 5 orang yang bersembunyi dan menjadi penembak bayangan. Mereka akan ikut menembak musuh secara sembunyi-sembunyi saat musuh fokus kepada gerombolan Armando dan teman-temannya.


DOR! DOR!


"Aaaaakh!" 


     Banyak pihak musuh yang terkena tembakan. Mereka ada yang langsung meninggal ada yang sekarat. Jika, lawan sekarat maka mereka akan langsung mengeksekusi saat itu juga.


"Apa ada yang terkena tembakan?" tanya Armando.


"Ada. Sepertinya ada tiga orang yang terkena tembakan," jawab salah seorang anak buah Silver Dragon yang ikut Armando.


"Apa kalian masih sanggup ikut masuk? Jika tidak, bersembunyilah dan jangan sampai tertangkap musuh. Ingat kalian harus tetap tutup mulut mau sesakit apa siksaan yang kalian dapatkan jika hal itu sampai terjadi," ucap Armando.


"Kita masih bisa ikut menyerbu masuk ke dalam," jawab salah seorang yang terluka bahunya.


^^^"Halo, Armando. Jangan biarkan orang yang terluka masuk ke dalam. Suruh mereka mundur. Kembali ke tempat kita pertama kali sembunyi. Jangan sampai orang-orang yang terluka mati dan membuat repot teman yang lainnya," terdengar suara Agatha dari alat yang dipasang di telinga setiap ketua kelompok.^^^


"Eh, ini suara Nona Agatha begitu jelas. Berarti dia sangat dekat jaraknya dengan kita," sahut salah seorang ketua kelompok yang ikut Armando.


"Oke, kalau begitu. Orang yang terluka kalian kembali keluar dan bersembunyilah! Jangan sampai tertangkap oleh musuh," titah Armando.


"Baik, Tuan Armando," jawab ketiga orang itu.


***


Semua serangan berjalan lancar di tiga tempat. Lalu bagaimana dengan sisi kiri bangunan yang di bawah komando Peter? Tunggu kelanjutannya, ya!

__ADS_1


__ADS_2