Pelayan Hebat Milik Ketua Mafia

Pelayan Hebat Milik Ketua Mafia
Bab 45. Baron Julio Berhasil dikalahkan


__ADS_3

Teman-teman baca sampai selesai, ya. Lalu, kasih like dan komentar. Semoga hari kalian menyenangkan dan bahagia.


***


Bab 45


Dor! Dor! Dor!


Dor! Dor! Dor!


"Lompat ke bawah!" perintah kepada teman-temannya.


     Armando mengeluarkan pistol lagi dari balik jaketnya. Kini kedua tangan dia memegang pistol dan dengan cepat dia menembak ke arah anak buah yang diduga dari kelompok Black Dragon yang datang memberikan bantuan untuk kelompok Gold Dragon.


     Pertempuran di atas anak tangga ini merugikan kelompok Silver Dragon. Mereka melompat ke bawah untuk menyelamatkan nyawanya. Armando menahan serangan lawan dengan memberikan tembakan beruntun. Lawan-lawannya pun memberondong tubuhnya. Untungnya tadi pagi Agatha memberikan rompi anti peluru untuknya.


     Armando terluka di pelipis, paha, dan lengannya. Dia pun melompat ke bawah dan berlari ke arah ruang lain agar para penjahat itu mengejar dirinya. Serta mengalihkan mereka dari teman-teman yang lainnya.


     Armando berlari ke sebuah ruang yang cukup luas dan di duga itu adalah ruang makan. Dia pun bersembunyi dulu di sana untuk membalut luka-lukanya.


"Peter, aku terluka cukup banyak. Hati-hati ada bantuan musuh datang. Mereka adalah Black Dragon," ucap Armando lewat alat komunikasi yang di buat oleh Agatha.


^^^"Ya, kami di sini juga sedang menghadapi mereka. Tapi, kami masih mampu memberikan perlawanan kepada mereka sampai dapat kami tekan dan kini mereka berlari," balas Peter.^^^


"Hati-hatilah ada orang yang kuat dan cerdik di antara mereka. Dia adalah tangan kanan kelompok Black Dragon," kata Armando.


^^^"Oke, aku akan ingat-ingat itu. Apa kamu butuh bantuan kami?" tanya Peter.^^^


"Tidak. Kalian harus bisa membantu Tuan Victor," jawab Armando.


***


"Jadi, musuh sudah mendapat bantuan dari kelompok lain. Pantas saja seakan orang-orang di sini tidak ada habisnya," ujar Agatha setelah mendengar pembicaraan Armando dengan Peter.


"Teman-teman hati-hati! Kita susun strategi baru," seru Agatha kepada teman-teman yang sedang berada di dekatnya.


     Agatha pun memberi tahu strategi menyerang lawan secara berpasangan. Tiap tim terdiri dari dua orang dengan dua pistol setiap orangnya. Lalu, mereka berpencar dan menyerang dari segala penjuru. Seakan kelompok mereka itu banyak anggota di lantai dua itu.


Dor! Dor!

__ADS_1


Dor! Dor!


     Baku tembak kembali terjadi di antara mereka. Ternyata strategi yang dirancang tadi sangat efektif karena musuh merasa gentar karena lawan sangat banyak jumlahnya dari tadi. Selain itu, Agatha juga menunjukan ke hebatnya dalam menembak jarak jauh. Dia banyak mengalahkan musuh.


***


      Sementara itu Victor dan Julio masih saling baku tembak. Victor kembali terkena tembakan di bahu dan telinganya terkena serempetan peluru.


"Siapa yang memerintahkan kamu untuk membunuh kedua orangku?" tanya Victor dari balik meja.


"Karena itu sudah sangat lama kejadiannya, jadi aku lupa," jawab Julio dusta.


"Sepertinya aku harus menembak kepala kamu agar bisa ingat kembali akan kejadian dua puluh tahun itu." Victor merasa sangat marah karena merasa sudah di remehkan.


"Boleh juga. Lakukanlah jika kamu bisa," ucap Julio menantang Victor.


"Kamu kira aku tidak akan mampu mengalahkan kamu," ucap Victor lalu melakukan tembakan ke arah Julio.


Dor!


Dor!


"Ahk, sial banget sampai terkena tiga peluru di tempat yang saling berdekatan. Tulang tangan aku hancur nggak, ya?" gumam Victor sambil meringis menahan rasa sakit.


"Aku harus secepatnya mengakhiri ini semua, pasti semuanya sudah kelelahan dan pasti banyak yang terluka," gumam Victor. Dia tidak tahu apa yang sudah terjadi dengan teman-temannya karena satu-satunya alat komunikasi yang dia punya jatuh entah di mana saat tadi dia berlari untuk menghindari serangan peluru Julio.


     Kesalahan Victor adalah dia memberikan rompi anti peluru kepada Alonso. Dia takut kalau musuh sampai menyerang markasnya dan hanya Alonso yang dia dapat andalkan. Sehingga, itu salah satu cara agar dia tidak mudah dikalahkan oleh musuh.


    Julio sudah merasa lemas badannya karena banyak darah yang keluar dari tubuhnya. Perutnya terkena 2 tembakan, di dadanya ada 1 tembakan, tangan 1 tembakan, kaki kanan ada 2 tembakan, dan kaki kiri ada paha dan tulang kering.


"Sepertinya hari ini adalah hari terakhir aku di dunia ini. Dan yang membuat aku menemui kematian itu adalah anaknya Luca. Sungguh ironi sekali," lirihnya sambil memejamkan mata karena merasakan sakit di sekujur tubuhnya.


    Victor pun keluar dari persembunyiannya. Dia sudah tidak akan sanggup berlama lagi. Apalagi suara desingan peluru sudah mulai berkurang dibandingkan dengan tadi.


     Begitu Victor tahu tempat persembunyian Julio, dia langsung menendang pistol yang ada di dalam genggamannya. Dia pun menyimpan pistol miliknya di balik punggung sendiri. Langsung saja Victor bertarung melawan Julio dengan tangan kosong.


"Katakan siapa dalang pembunuhan kedua orang tua aku?" Victor menonjok muka Julio, lalu menendang perutnya.


"Sudah aku bilang, kalau aku ini lupa," balas Julio sambil tersenyum mengejek kepada Victor.

__ADS_1


"Baiklah, mungkin saja pukulan-pukulan aku ini akan menyadarkan dirimu," ucap Victor sambil terus memberikan serangan kepada tubuh Julio yang sudah tidak berdaya.


"Apapun yang akan kamu lakukan kepada aku sekarang ini tidak ada artinya. Karena sampai kapan pun pasti aku tidak akan ingat lagi siapa yang sudah menyuruh dulu," kata Julio yang sudah terkapar tidak bisa berkutik lagi.


     Victor pun memukul tengkuk Julio sampai tidak sadarkan diri. Lalu, dia menatapnya tajam dan menarik tubuhnya agar bersandar di kursi.


     Benda kecil yang dia dapatkan tadi dari Agatha itu langsung dicari olehnya. Bagaimana pun juga dia butuh bantuan orang lain untuk menggotong butuh Julio.


***


     Peter dan teman-temannya pun bergerak ke arah belakang markas Gold Dragon untuk memberikan bantuan kepada Armando dan teman-teman yang ikut bersama dengannya. Dia merasa kalau musuh yang di lawan oleh Armando bukan musuh biasa.


Dor!


"Berlindung!" teriak Peter dan semua anak buah yang ikut dengannya pun cepat-cepat bersembunyi di tempat yang kira-kira bisa untuk dijadikan tempat berlindung dari serangan musuh.


Dor!


Dor!


     Baku tembak pun kembali terjadi di area gedung belakang markas. Peter yang sudah banyak belajar menembak dari Anton pun dengan mudahnya membidik tepat ke tubuh musuh.


Dor!


Dor!


     Kubu Peter dan kubu Black Dragon terlibat baku tembak di sana. Meski jumlah musuh sangat banyak, Peter mampu mengalahkan mereka satu persatu.


***


     Agatha yang sudah berhasil mengalahkan musuhnya, dia pun melanjutkan naik ke lantai atas. Dia melihat suatu ruangan yang pintunya terbuka lebar. Saat dia hendak masuk berpapasan dengan Victor.


"Kebetulan kamu sudah datang bantu bawa aku Baron Julio. Dia akan kita interogasi lebih lebih lanjut di markas saja," kata Victor dan dia pun jatuh tidak sadarkan diri. Untung Agatha berhasil menahan tubuhnya yang tinggi.


"Tuan Victor!" panggil Agatha.


***


Apakah Victor akan bertahan hidup? Ditengah-tengah masih ada musuh yang kuat. Tunggu kelanjutannya, ya!

__ADS_1


__ADS_2