Pelayan Hebat Milik Ketua Mafia

Pelayan Hebat Milik Ketua Mafia
Bab 56. Akhir Pertempuran Silver Dragon Vs Red Dragon


__ADS_3

Teman-teman baca sampai selesai, ya. Jangan lupa untuk kasih like dan komentar. Semoga hari kalian menyenangkan dan sehat selalu.


***


Bab 56


     Markas di sebelah timur kota Dragon wilayah kekuasaan Victor yang dipimpin oleh Alonso. Suara teriakan dari musuh dan tembakan saling bertumpang tindih saling bersahutan.


"Gunakan taktik B agar cepat bisa menghabisi musuh!" teriak Alonso pada anak buahnya.


"Baik, Tuan!" balas asistennya dan dia pun berlari ke arah teman-teman yang sedang membalas tembakan musuh.


"Kita akan gunakan taktik B! Semua berpencar dan bersiap-siap di tempat masing-masing sesuai arahan tadi dari tuan Alonso," perintah sang asisten pada anak buahnya dan mereka pun berlarian ke tempat tersembunyi.


BOOM! BOOM!


     Kelompok Red Dragon membom pintu gerbang dan akhirnya terbuka lebar. Melihat itu musuh pun langsung masuk ke markas.


     Markas yang dijaga oleh Alonso adalah bangunan kastil kuno yang banyak ruang rahasia dengan benteng yang kokoh. Hanya saja, pintu besi itu sudah banyak berkarat karena kelompok Gold Dragon tidak merawat tempat mereka dengan baik, dahulu. Dengan memanfaatkan lapangan yang luas dan tanpa adanya patung-patung, membuat Alonso dan anggota Silver Dragon lainnya, memudahkan mereka menyerang musuh.


"Serbu!" teriak salah seorang dari kelompok Red Dragon.


       Anggota mereka pun masuk menyerbu markas


"Tembak!" teriak Alonso 


Dor! Dor! Dor!


Drrrrrt! Drrrrrt! Drrrrrt!


"Aaahk! Aaaaakh!" Banyak anak buah Red Dragon yang terkena tembakan pistol AK-47 yang dilancarkan oleh beberapa orang dari anak buah Silver Dragon. Hanya butuh waktu 5 menit semua musuh yang masuk ke dalam halaman markas itu dibabat habis oleh Alonso dan teman-temannya.

__ADS_1


"Taktik yang digunakan oleh Tuan Alonso memang hebat!"


"Tidak ada satu orang pun dari kita yang meninggal. Meski ada yang terluka kena peluru."


"Tuan Alonso itu dulunya adalah seorang tentara militer. Jadi, dia pastinya bisa membuat suatu taktik yang hebat!"


     Anak-anak buah kelompok Silver Dragon sangat memuji Alonso. Dia juga begitu cekatan dalam bertindak.


"Rampas senjata milik musuh semuanya. Lalu jajarkan semua mayat di luar gerbang. Biar nanti di urus oleh pihak pemerintah!" perintah Alonso.


"Baik, Tuan." Lalu beberapa anggota berbagi tugas. Ada yang menggotong mayat dan ada yang mengumpulkan senjata milik musuh.


***


      Victor pun kini berhadapan dengan Simon yang berdiri di depan pintu gerbang. Semua anak buahnya sudah habis dan kini hanya dirinya yang bersisa dengan tubuh penuh darah. 


"Aku rasa sudah salah pilih lawan," kata Simon sambil tertawa terkekeh.


"Aku tidak pernah mengusik dirimu atau kelompok kamu," ucap Victor.


"Tapi, sayangnya hal itu tidak akan terjadi, karena keserakahan kamu itu teman-teman kamu mati semua," kata Victor.


"Teman? Tidak ada teman yang membantu aku malam ini," tukas Simon.


"Lalu, mereka yang mati bergelimpangan itu, bukan teman kamu?" Victor menunjuk ke arah mayat-mayat yang berada tidak jauh dari mereka.


"Mereka itu hanya anak buahku, bukan teman-temanku," jawab Simon.


"Demi ambisi kamu banyak nyawa yang melayang," geram Victor.


    Tubuh Victor juga sudah terkena beberapa peluru di lengan dan kakinya. Dadanya pasti ada beberapa tulang rusuk yang patah karena serbuan peluru dari musuh tadi. Namun, dia tidak pernah menganggap sepele nyawa anak buahnya. Mau itu pelayan di rumah, tukang di perkebunan, atau pekerja di pabrik, dia memperlakukan hal yang sama. Mereka itu orang-orangnya yang harus dia jaga dan lindungi. Asal tidak melakukan pengkhianatan padanya.

__ADS_1


"Itu sudah nasibnya untuk mempertaruhkan nyawa mereka untuk aku," balas Simon dengan sombongnya.


"Orang yang pantas dimusnahkan di dunia ini adalah kamu!" bentak Victor. Kemudian, dia mengangkat pistol revolver pada Simon.


    Hal yang serupa pun dilakukan oleh Simon. Laki-laki itu pun menembakan peluru di pistol laras panjang yang dia pegang sejak tadi.


Dor! Dor!


Dor! Dor!


      Dalam waktu yang bersamaan keduanya pun menembakan pistolnya. Peluru itu pun mengarah ke kepala dan tubuh lawannya.


     Victor yang menggunakan rompi anti peluru pun mundur terhuyung ke belakang beberapa langkah. Sementara itu Simon, dia langsung jatuh ke tanah dengan dua lubang bekas peluru yang menembus kepalanya.


"Inilah akhirnya yang pantas untuk orang seperti kamu," ucap Victor dan akhirnya berjalan terhuyung. 


"Tuan!" Agatha yang baru saja sampai di depan gerbang pun langsung berlari ke arah Victor.


"Kita berhasil," lirih Victor dengan senyum yang menahan rasa sakit.


"Ya, kita menang. Tuan memang hebat!" puji Agatha sambil merangkul tubuh sang ketua.


***


     Semua markas melaporkan kalau mereka semua sudah berhasil mengalahkan musuh. Tentu saja ini menjadi berita yang membahagiakan bagi kelompok Silver Dragon. Mereka akan memiliki wilayah kekuasaan yang lebih luas.


     Orang-orang yang terluka dirawat di rumah sakit sedangkan yang meninggal dikuburkan di pemakaman umum khusus kelompok Silver Dragon. Dikarenakan banyak orang yang terluka baik sangat parah, parah, maupun ringan, anggota kelompok Silver Dragon di pencar ke beberapa rumah sakit.


      Kelompok yang paling sedikit korban ada di markas yang dipimpin oleh Alonso. Tidak ada seorang pun yang meninggal. Korban luka pun hanya parah dan ringan.


      Sementara itu, korban paling banyak berada di kelompok markas yang dipimpin oleh Victor dan Armando. Gempuran bertubi-tubi menggunakan senjata kuat yang menyebabkan anggota di markas kedua orang itu mengalami banyak yang luka dan meninggal. 

__ADS_1


***


Kelompok Silver Dragon berhasil mengalahkan kelompok Red Dragon. Apakah Victor bisa mengalahkan kelompok mafia lainnya? Tunggu kelanjutannya, ya!


__ADS_2