Pelayan Hebat Milik Ketua Mafia

Pelayan Hebat Milik Ketua Mafia
Bab 48. Kelemahan Agatha Terbongkar


__ADS_3

Teman-teman mohon bantuannya, ya. Baca sampai selesai, lalu kasih like dan komentar. Semoga hari kalian penuh kebahagiaan dan dilancarkan segala urusannya.


***


Bab 48


      Agatha menatap tajam ke arah Victor karena omongannya membuat orang-orang berpikir kalau dia benar kekasih sang ketua kelompok mafia Silver Dragon. Sementara dia sendiri, tidak ada minat untuk menjalin hubungan asmara dengan siapapun.


"Hei, jangan bilang kalau kamu dan Tuan Victor pacaran!"


"Ya," balas Victor dengan senyumnya yang lebar.


"Tidak!" bantah Agatha sambil melotot ke arah Victor.


"Diamlah. Atau kamu mau jadi incaran orang-orang ini," bisik Victor sehingga membuat Agatha terdiam.


       Untuk meyakinkan orang-orang di sana, Victor pun menarik pinggang Agatha dan memberikan ciuman di pipinya. Dalam hitungan detik itu juga banyak yang langsung patah hati. Mereka tahu diri, mana mungkin bisa menang jika bersaing dengan laki-laki karismatik itu.


      Agatha hanya diam terpaku saking shock dirinya. Dia dicium di depan banyak orang, meski itu hanya di pipi.


***


      Orang yang mendampingi ke mana pun Victor pergi adalah Agatha. Tugas sebelumnya diberikan kepada Anton dan di bantu oleh 2 orang asisten. Sementara Peter, memegang tanggung jawab urusan di wilayah bekas kekuasaan Gold Dragon. Dia dibantu oleh 3 orang asisten dalam mengurus area itu. Kalau Armando, dia sekarang terjun di bagian jual beli senjata yang menyaingi kelompok Black Dragon.


      Baron Julio akhirnya mengaku kalau orang yang menyuruhnya adalah Nick, kaki tangan Daniel, ketua kelompok Black Dragon. Orang yang paling berkuasa di negeri Dragon. Perusahaan miliknya pun tersebar di penjuru negeri. Apalagi kasino dan penjualan obat-obatan terlarang, senjata api, serta prostitusi.


      Tidak adanya bukti dan saksi, Victor tidak lantas percaya begitu saja. Dia tidak mau memancing musuh yang punya kekuatan jauh lebih besar darinya. Kecuali, jika memang benar kelompok itu dalang dibalik kematian orang tuanya. Maka, dia pun tidak akan tinggal diam.


***


       Meski Victor dan Agatha sering bersama, mereka tidak lebih hanya sekedar atasan dan asistennya. Agatha mengancam akan kabur jika Victor memaksanya menjadikan kekasih. Sehingga, laki-laki itu, kini hanya bisa menahan diri untuk tidak melakukan perbuatan yang tidak-tidak.


"Armando, bagaimana hasil penjualan senjata dan anggur di Kota Tiger dan Wolf?" tanya Victor.


"Sangat memuaskan Tuan," jawab Armando senang.


"Kalau begitu kita selanjutnya ke Kota Eagle dan Lion," ucap Victor menunjuk dua kota sebelah timur Kota Dragon.

__ADS_1


"Itu pusat penjualan senjata kelompok mafia Black Dragon?" Armando sangat senang karena dia bisa menemui pujaan hatinya yang sudah lama tidak dia lihat. Terakhir kali mereka bertemu adalah saat di markas milik Gold Dragon saat penyerangan itu.


"Iya, kamu benar dan carilah informasi yang banyak," lanjut Victor.


"Baik, Tuan!" balas Armando.


***


      Victor mengajak Agatha pergi ke Kota Cat untuk pembukaan butik yang dipegang dan dikembangkan oleh Fernando. Usaha di bidang fashion sudah maju dengan pesat. Brand milik Victor sudah menguasai Benua Wild. 


"Kamu cantik sekali!" seru Victor saat masuk ke kamar Agatha.


     Malam ini Agatha memakai gaun malam yang tertutup dengan lengan panjang dan gaun menjulur sampai ke kaki. Hanya saja, baju itu membalut tubuh Agatha dengan sangat pas sekali dan menonjolkan tiap lekuk tubuhnya.


      Victor tidak bisa mengalihkan pandangannya dari tubuh sang asisten. Dia benar-benar di buat mabuk kepayang akan kecantikan dan keindahan tubuhnya.


     Mendapat pujian dan gombalan dari Victor setiap hari membuat Agatha sedikit demi sedikit bisa membuka hati untuk tuannya itu. Sekarang dia tidak protes saat Victor merangkul pinggangnya atau bergandengan tangan saat mereka berjalan.


"Tuan juga terlihat sangat gagah dan tampan," balas Agatha dengan senyum manis.


"Tidak boleh. Karena itu akan merusak riasan aku," kata Agatha menolak keinginan tuannya.


     Bukan Victor namanya jika dia tidak bisa mendapatkan apa yang dia mau. Memiliki tubuh yang tinggi sangat banyak memberikan keuntungan bagi Victor. Dia pun menundukkan kepala dan mencium kening Agatha. Kedua tangannya memeluk erat tubuh perempuan itu sehingga menempel padanya.


      Jantung Agatha berdetak dengan kencang. Dia sangat menyukai ciuman di kening barusan.


      Acara pembukaan butik berjalan dengan lancar. Banyak artis, produser, dan para wanita kelas atas. Hal ini membuat Agatha minum anggur lumayan banyak. Dirinya yang tidak kuat minum anggur, maka dengan cepat dia mabuk.


"Tuan, Anda tampan sekali malam ini! Tapi jangan coba-coba menggoda aku," kata Agatha meracau tidak jelas karena mabuk.


"Tidak mau. Aku akan memberikan hadiah atas pujian kamu kepadaku," balas Victor sambil tersenyum geli.


Baru pertama kali ini Victor melihat Agatha yang mabuk. Sekarang dia tahu kenapa selalu menolak jika disuguhi anggur lebih dari satu gelas. Asistennya ini lemah terhadap alkohol.


"Hadiahnya apa, Tuan?" tanya Agatha dengan tubuh yang menempel pada Victor seakan sedang menggodanya.


'Kalau lagi mabuk dia jadi manja dan agresif, ya?' tanya Victor dalam hati.

__ADS_1


"Bagaimana kalau aku kasih hadiah ini," bisik Victor lalu memberikan sebuah ciuman mesra.


Agatha yang mabuk berubah menjadi agresif dan membalas ciuman laki-laki itu dengan lebih panas. Bahkan membuat Victor kepanasan dan tidak ingin berhenti mencumbunya. Mereka tidak peduli dengan banyak orang yang melihatnya saat ini.


"Agatha, lebih baik kita kembali ke kamar," ajak Victor karena banyak sekali mata yang mengarah kepadanya.


"Tidak mau! Belum mengantuk," kata Agatha menolak ajakan bosnya.


"Kita akan bersenang-senang hanya berdua saja. Tidak akan ada yang melihat," lanjut Victor memanfaatkan situasi.


"Oke, hanya kita berdua," bisik Agatha dengan wajah yang menggemaskan dan membuat Victor memberikan satu kecupan ringan di pipinya.


***


Victor dan Agatha duduk di balkon kamar untuk menghilangkan rasa mabuk perempuan itu. Agatha duduk di pangkuan Victor dan menyandarkan kepalanya di dada bidang sang ketua.


Victor menyanyikan sebuah lagu bertema cinta. Bakat terpendam miliknya yang jarang di ketahui oleh orang lain. Bahkan suara indahnya itu mampu menghipnotis Agatha dan membuainya sampai tertidur lelap.


"Ternyata alkohol itu kelemahan kamu, ya? Besok-besok, kamu ... aku larang untuk minum anggur lebih dari satu gelas," ucap Victor sambil mencolek hidung Agatha yang kecil tapi runcing.


***


"Halo, Darling!" Seorang wanita berpenampilan menarik dan seksi menghampiri Armando.


"Hai, Miranda Sayang. Senang sekali bisa berjumpa lagi denganmu," balas Armando.


"Aku juga sangat merindukan dirimu, Darling," ucapnya lalu memberikan ciuman mesra kepada Armando.


"Apa luka tembak di tubuh kamu semuanya sudah sembuh?" tanya Miranda.


"Dasar. Kamu itu kejam sekali memberondong tembakan saat kita berada di tangga!" pekik Armando.


"Saat ini aku adalah Miranda, Darling. Bukan Morena!" ucapnya Tegas.


***


Siapakah Miranda sebenarnya? Apakah Armando adalah mata-mata atau mengkhianati Victor? Tunggu kelanjutannya, ya!

__ADS_1


__ADS_2