
Teman-teman baca sampai selesai, ya. Jangan lupa untuk selalu kasih like dan komentar. Semoga hari kalian menyenangkan dan sehat selalu.
***
Bab 58
Agatha bingung mau jujur atau tidak karena hanya Victor yang tidak diberi ramuan herbal olehnya. Itu karena ia takut terjadi sesuatu kepada tuannya. Selama Victor tinggal di rumah sakit, dia mengonsumsi obat yang diberikan oleh dokter. Hal ini yang membuat Agatha tidak bisa memberikan ramuannya.
"ltu ... karena buang sedang mengonsumsi obat yang diberikan oleh dokter," kata Agatha.
"Apa minuman obat herbal itu tidak bisa dicampurkan dengan obat dari dokter?" tanya Victor.
"Tidak bisa, itu sangat berbahaya karena obat yang diberikan oleh dokter itu perubahan kimiawi. Takutnya akan terjadi sesuatu di dalam tubuh Tuan jika dikonsumsi secara bersamaan," jawab Agatha.
"Apa kalian tidak meminum obat yang diberikan oleh dokter?" tanya Victor kepada tiga orang anak buahnya.
"Tidak. Kami hanya meminum ramuan herbal yang diberikan oleh Agatha gegitu keluar dari rumah sakit," jawab ketiganya hampir bersamaan.
"Apa? Jadi, cuma aku yang tidak diberikan minuman herbal itu olehmu." Victor melihat ke arah Agatha dengan tatapan mata yang kesal.
"Maafkan aku Tuan, nanti jika sudah kembali dari rumah sakit ini saya akan memberikan ramuan herbal itu untuk Anda," kata Agatha dengan nada meyakinkan agar tuan yang tidak marah.
"Baiklah, aku tunggu minuman herbal itu saat pulang ke rumah nanti," balas Victor dengan senyum mengembang di wajahnya.
***
Waktu pun cepat berlalu dan malam ini Victor dan Agatha akan bertemu dengan utusan penjual senjata dari benua lain itu. Keduanya berpenampilan rapi dan sopan karena akan makan malam bersama dengan klien, sekaligus membicarakan bisnis jual beli senjata.
__ADS_1
Lagi-lagi penampilan Agatha yang menarik, membuat Victor terpesona dan berharap mereka pergi berkencan saja. Dia pun memberikan pelukan dan kecupan sekilas saat mereka akan memasuki mobil.
"Kamu sangat cantik sekali malam ini," puji Victor sambil mengelus pipi Agatha yang mulus.
"Tuan juga sama. Malam ini terlihat tampan dan menawan," balas Agatha memuji Victor.
Malam itu pun mereka berhasil menandatangani pembelian senjata dalam jumlah yang sangat banyak dengan harga murah. Kini kekuasaan dan kekuatan kelompok mafia Silver Dragon sudah di akui oleh pemerintah. Hal ini membuat mereka mudah dalam menjalankan semua urusan bisnisnya dengan ada jaminan dari pemerintah dan tentunya harus membayar pajak yang tidak sedikit.
"Senang sekali bisa bekerja sama dengan Tuan Victor, semoga kedepannya akan semakin lancar lagi di setiap kita melakukan transaksi," ucap utusan dari benua seberang itu sambil bersalaman dengan Victor.
"Sama, saya juga merasa sangat senang bisa bekerja sama dengan Anda," bales Victor sambil tersenyum ramah.
"Seandainya kerjasama kita terus berlanjut, maka tuan Yukihito sendiri yang akan menemui Anda nanti," kata laki-laki bermata sipit dan berkulit putih itu.
"Akan aku sangat menantikan hari itu nanti," balas Victor dengan mata berbinar karena ingin bertemu dengan penguasa benua yang ada di seberang.
***
Victor terus tertawa saat mendengar ocehan Agatha yang sedang mabuk. Sebab, hal ini terlihat lucu dan menggemaskan di matanya.
"Tuan, kenapa Anda malam ini terlihat sangat tampan sekali? Rasanya aku ingin memeluk dan mencumbu Tuan," kata Agatha masih saja terus mengoceh.
"Kalau begitu lakukan saja! Kamu bebas mau melakukan hal apapun terhadap diriku," bisik Victor di dekat telinga Agatha.
Agatha pun langsung merangkulkan kedua tangannya di leher Victor dan mengjinjitkan kakinya agar bisa mencium bibir merah milik tuannya itu. Satu ciuman mesra di berikan oleh Agatha kepada Victor.
Mendapatkan ciuman seperti itu membuat gairah dalam tubuh Victor terpancing. Dia pun membalas ciuman Agatha dengan tidak kalah panasnya. Bahkan Victor juga menarik tubuh sang asisten itu agar bisa memeluknya dengan erat.
__ADS_1
"Aku mencintaimu Agatha," ucap Victor saat ciuman mereka terlepas.
"Aku juga mencintaimu Tuan," balas Agatha dengan malu-malu dan kerlingan mata yang menggoda.
"Apa kita sekarang pacaran?" tanya Victor dan Agatha pun mengangguk dengan senyum manis menghiasi wajah cantiknya.
"Apa kita telah jadi pasangan kekasih?" tanya Victor lagi.
"Iya, jika itu yang Anda inginkan," ujar Agatha.
"Tentu saja aku mau menjadi kekasihmu," balas Victor sambil memeluk erat kembali tubuh Agatha.
Ciuman lembut dan menuntut saling mereka berikan kepada pasangannya. Victor yang sudah di mabuk kepayang pun ingin melakukan hal yang lebih.
Kini kedua makhluk yang sedang di mabuk cinta dan mabuk karena alkohol, sedang berada di sebuah kamar hotel. Agatha dibuat tidak berdaya oleh sentuhan lembut dan kata-kata cinta yang diberikan oleh Victor.
Eriko tidak tahu kalau kalau Agatha masih menjaga kehormatan dirinya. Dia telah terlanjur memberikan itu pada laki-laki yang kini sedang menggagahinya.
Alunan melodi yang merdu keluar dari mulut Agatha dan membuat Victor merasa bahagia dan bangga. Mereka pun melakukan hal itu dalam waktu yang cukup lama. Entah berapa kali, Victor menanamkan benihnya di dalam perut Agatha.
"Terima kasih, Sayang. Semoga cinta kita abadi selamanya," bisik Victor sambil menatap wajah Agatha yang merona.
"Berjanjilah kalau kamu tidak akan mengkhianati cinta kita," pinta Agatha sambil membelai rahang Victor.
***
Apa hubungan keduanya akan baik-baik saja? Akankah benih yang ditanam oleh Victor dapat membuahkan hasil? Tunggu kelanjutannya, ya!
__ADS_1