
Teman-teman mohon bantuannya, ya. Baca sampai selesai, lalu kasih like dan komentar. Semoga hari kalian penuh kebahagiaan.
***
Bab 26
Agatha pun kembali masuk ke dalam kasino itu. Mau tidak mau dia harus bermain dengan nilai pertaruhan yang sangat besar agar bisa cepat menang.
"Nona, berapa nilai yang akan Anda pertaruhkan?" tanya si bandar.
Lalu, Agatha pun mendorong tumpukan chip. Dia tidak memasang terlalu besar dulu taruhan di permainan pertamanya. Permainan yang dipilih oleh Agatha adalah blackjack.
Agatha terus memperhatikan si bandar saat mengocok kartu. Ternyata si bandar yang satu ini bermain curang. Dia memiliki gerak tangan yang sangat cepat. Kecepatan tangannya menukar kartu miliknya.
Jiwa Eriko berontak ingin menghajar si bandar yang sudah curang itu. Dia melihat ada gagang bekas lollipop. Lalu, dengan kemampuan Eriko, dilemparkannya gagang lollipop itu ke arah kartu-kartu milik si bandar. Sehingga, semua kartu itu jatuh dari meja. Para penjudi pun menjadi penasaran dengan apa yang sudah terjadi.
"Ada apa ini?" tanya mereka gaduh.
"Sepertinya, Tuan bandar ini hendak bermain curang," ucap Agatha dengan wajah polos tanpa dosa.
"Apa?" Semua orang yang ikut main terkejut dan marah.
__ADS_1
"Tuan-tuan … Nyonya, harap tenang. Barusan itu terjadi hanya kecelakaan saja," bantah si bandar.
"Lebih baik, kita periksa tempatnya," ujar laki-laki berbadan besar kepada teman-temannya.
Setelah terjadi kegaduhan di sana, Agatha memilih pindah meja ke tempat lainnya. Untung kali ini si bandar tidak securang tadi. Kalau kali ini kecurangan si bandar adalah lewat pantulan bayangan cermin yang ada di langit-langit. Agatha bisa bermain seperti dulu, membuka sedikit kartunya.
Di meja kali ini Agatha bermain lima kali, empat kali menang, dan satu kali kalah. Dia masih kurang 2 juta lagi sedangkan waktu tinggal 30 menit lagi.
"Nona, berapa yang akan Anda pertaruhkan sekarang?" tanya si bandar.
"Aku sudah mengantuk Tuan. Mata ini sudah terasa berat. Bolehkah aku berhenti main?" balas Agatha sambil menatap si bandar dengan mata sayu dan suara yang manja.
"Satu kali lagi. Setelah itu Anda boleh berhenti," ucap si bandar.
Agatha pun mendorong tumpukan chip berwarna merah dan hitam. Tentu saja mata dia masih mengawasi si bandar.
Orang-orang di sana sudah banyak berkurang dibandingkan saat pertama kali Agatha dan Victor datang. Mungkin mereka sudah kehabisan uang atau sudah tidur karena kelelahan, otaknya diperas.
"Jangan lakukan kecurangan Tuan! Aku melihat, Anda menarik satu kartu di lengan tangan kiri," ucap Agatha.
Perkataan Agatha pun memicu kemarahan para pemain lain. Kembali terjadi kekacauan di sana. Gara-gara perbuatan Agatha yang tidak suka dicurangi.
__ADS_1
"Aduh tinggal dua puluh menit lagi," gumam Agatha mulai tidak tenang.
Agatha pun mencari permainan yang tingkat kecurangannya kecil. Dia pun memilih permainan roda putar. Namun, dia malah mengalami kegagalan di sana. Bukannya bertambah ini malah berkurang.
Ada permainan melempar anak panah ke drat. Maka, Agatha pun ikut permainan itu. Dia menghabiskan sisa waktu sepuluh menit di sana sampai kasino di tutup.
Setelah dia menukarkan chip miliknya. Ternyata uang yang dia dapatkan itu bertotal 15 juta 500 ribu dollar. Ada kelebihan 500 ribu dollar.
***
Agatha pun mendatangi orang-orang yang tadi menyiksa Anton Chalov. Dia membawa tiga koper uang dengan kedua tangannya.
"Hei, ini uang yang aku janjikan tadi! Sekarang lepaskan laki-laki itu!" teriak Agatha di depan sekelompok laki-laki.
"Hebat juga kamu Nona, tapi kami tidak hanya minta uang saja untuk membebaskan dia," kata salah seorang laki-laki yang diduga adalah ketua gangster.
"Kalian jangan coba-coba menipu aku!" teriak Agatha.
"Tapi ini sudah kesepakatan kami bersama," lanjut laki-laki itu lagi.
"Jangan salahkan aku, jika kalian tidak mendapatkan uangnya dan malah berakhir di rumah sakit," ujar Agatha dan hal itu malah membuat orang-orang itu tertawa keras.
__ADS_1
***
Akankah Agatha bisa menyelamatkan Anton Chalov? Tunggu kelanjutannya, ya!