Pelayan Hebat Milik Ketua Mafia

Pelayan Hebat Milik Ketua Mafia
Bab 53. Informasi Besar


__ADS_3

Teman-teman baca sampai selesai, ya. Lalu, kasih like dan komentar. Semoga hari kalian menyenangkan dan bahagia selalu.


***


Bab 53


      Agatha pergi sendiri ke daerah bekas wilayah White Dragon yang berada di perbatasan Kota Dragon dan Kota Bear. Dia menyamar sebagai turis dan menggunakan bahasa yang tidak dimengerti oleh orang-orang di sana.


"Nona, apa kamu tidak bisa bahasa yang kami gunakan?" tanya seorang laki-laki yang rambutnya sudah memutih.


"Saya tidak tahu apa yang Anda ucapkan?" balas Agatha (anggap saja bahasa Alien atau asing). Dia menggelengkan kepala tanda tidak mengerti.


"Sudah biarkan saja dia! Untuk apa kita pusing-pusing mengajak dia bicara. Suruh saja dia menunjuk makanan mana yang ingin dia makan atau minuman apa yang ingin dia minum," ucap laki-laki paruh baya yang ada di sana.


"Benar, juga. Untuk apa aku pusing-pusing mikirkannya," ucap laki-laki berambut uban itu. Lalu, laki-laki itu menunjukan makanan mana yang ingin Agatha makan.


      Meja pojok yang tidak banyak orang ke meja itu, dipilih oleh Aulia untuk makan dan diam-diam dia mendengarkan pembicaraan mereka. Bagi Eriko tempat yang dianggap berbahaya justru di sanalah tempat paling aman dari serbuan musuh.


     Agatha makan sambil mendengarkan pembicaraan orang-orang di dari kelompok Red Dragon. Semua orang mengira kalau Agatha itu tidak akan mengerti ucapan mereka.


"Hei, dengar ini adalah berita penting untuk semua anggota kita," bisik seorang laki-laki di belakang Agatha. Untungnya pendengaran Agatha itu tajam, meski pembicaraan mereka itu dengan cara bisik-bisik, dia masih mampu mendengarnya.


"Berita apa itu?" balas temannya. Laki-laki itu juga berbisik sangat pelan sekali.

__ADS_1


"Kelompok Red Dragon akan melakukan serangan ke kelompok Silver Dragon dini hari nanti," jawab temannya tadi.


"Apa kita akan melakukan trik yang sama. Masuk ke kelompok itu. Lalu, memberikan racun di makanan dan minumannya?" tanya temannya lagi.


"Tidak. Kelompok Silver Dragon sulit untuk melakukan penyusupan ke sana."


"Lalu, nanti kita melakukan serangan akan seperti apa?" 


"Serangan besar-besaran di satu titik yang di anggap terlemah penjagaannya. Dari sana kita kuasai tempat itu. Lalu, kita maju ke markas pusat mereka. Jika markas pusat sudah kita kuasai, maka tempat-tempat lainnya juga akan mudah jatuh ke tangan kita," bisik si laki-laki tadi.


"Hebat. Ketua tidak salah merekrut orang baru itu. Dia benar-benar jenius dan berkarismatik," puji temannya.


'Kelompk Red Dragon punya orang baru? Siapa dia?' batin Agatha.


***


     Agatha pun bergegas kembali ke markas pusat. Dia mengemudikan mobil dengan kecepatan tinggi. Tidak akan ada waktu lagi untuk mempersiapkan strategi.


     Lalu, dia memberi tahu pada Victor apa yang sudah dia dengar di bar tadi. Dia hanya bicara berdua saja dengan Victor. Saat ini tidak ada yang bisa percayai selain dia.


"Jadi, maksud kamu?" Victor membelalakkan matanya.


"Kita tidak boleh mempercayai siapapun saat ini. Sebelum kita tahu musuh kita sebenarnya," ucap Agatha.

__ADS_1


'Ahk, aku tidak tahu akhir cerita Mafia no.1 itu. Siapa musuh sebenarnya Victor. Kalau orang yang sudah membunuh orang tuanya jelas-jelas adalah Baron Julio atas suruhan Nick yang diberi tugas oleh Daniel orang kepercayaan Diego, pemimpin mafia kelompok Black Dragon. Dia menginginkan kekuasaan di negeri Dragon ini. Satu-satunya cara adalah dengan membuat keributan di tiga kelompok besar mafia saat itu. Sehingga Diego bisa naik ke permukaan, ketika kelompok saingannya melemah bahkan hancur,' batin Agatha.


     Victor menatap curiga kepada Agatha. Lalu, dia pun mengukung tubuh asistennya itu.


"Ada apa, Tuan?" tanya Agatha dengan jantung berdetak kencang karena wajah mereka begitu sangat dekat.


"Berarti kamu juga tidak boleh aku percayai?" bisik Victor.


"Apa?" Agatha sangat terkejut.


"Bukannya tadi kamu bilang tidak boleh percaya pada siapa pun," ucap Victor dengan alis terangkat.


"Ya, Anda benar. Termasuk aku. Anda jangan percaya kepada siapapun," kata Agatha.


"Berarti aku tidak akan percaya dengan apa yang sudah kamu katakan tadi," ujar Victor sambil tersenyum miring.


"Ma-maksud, Tuan? Aku sudah berbohong kepada Anda," tukas Agatha tidak percaya kalau ketua itu tidak mempercayai laporannya tadi.


"Tidak. Aku tahu kamu tidak berbohong. Tapi, aku tidak percaya dengan apa yang sudah diucapkan oleh orang-orang di bar tadi," balas Victor masih menatap mata Agatha.


***


Apakah benar yang dikatakan oleh orang-orang di bar itu? Strategi apa yang akan dibuat oleh Victor? Tunggu kelanjutannya, ya!

__ADS_1


__ADS_2