Pelayan Hebat Milik Ketua Mafia

Pelayan Hebat Milik Ketua Mafia
Bab 55. Pertempuran Menggunakan Senjata Yang Diliarang


__ADS_3

Teman-teman baca sampai selesai, ya. Lalu, kasih like dan komentar. Semoga hari kalian menyenangkan dan sehat selalu.


***


Bab 55


     Agatha berdiri di atas bangunan markas pusat Silver Dragon. Dia menjadi sniper yang bersembunyi di dalam kegelapan. Sementara itu, Victor terjun langsung yang melawan musuh dengan menggunakan pistol AK-47. Dia menginginkan semua pertempuran berakhir malam ini juga. Dia tidak mau banyak orang-orangnya mengalami luka apalagi sampai mati.


      Anak buah kelompok Silver Dragon selalu kompak. Jika yang satu memberikan serangan, maka yang lainnya akan melindungi temannya dari tembakan musuh yang mengincarnya.


Drrrrrt! Drrrrrt! Drrrrrt!


Dor! Dor! Dor!


      Baku tembak terjadi di antara dua kelompok itu selama hampir 1 jam 13 menit sejak tembakan pertama meletus. Baik kelompok Red Dragon maupun Silver Dragon tidak ada yang mau mengalah. Terus tiada henti saling memberikan serangan.


Dor! Dor!


"Aaaahk!"


Dor! Dor!


"Aaahk!"


      Suara tembakan dan teriakan saling bersahutan. Terlihat mayat dari kelompok Red Dragon sudah banyak bergelimpangan di tanah. Sementara itu, kelompok Silver Dragon akan langsung menarik anggotanya jika sudah terkena tembakan untuk mendapatkan perawatan dari dokter dan perawat yang sudah di siapkan di setiap markas.


"Cepat bawa yang sudah terluka!" perintah Victor dan anak buahnya pun menuruti perintahnya.

__ADS_1


     Rata-rata anggota kelompok Silver Dragon terkena peluru di bagian badan atas dan kepala. Sementara itu, anggota kelompok Red Dragon hampir semua bagian tubuh yang terkena sasaran peluru. Itu dikarenakan posisi mereka berada di bawah dan tidak banyak tempat yang bisa di jadikan tempat bersembunyi dan berlindung dari terjangan hujan peluru.


"Tuan Simon, jumlah anggota kita semakin banyak yang mati. Kalau seperti ini terus kita yang akan kalah duluan," kata anak buah Red Dragon.


"Apa Zoey belum juga menyuruh sniper kita untuk menyerang musuh?" Simon terlihat geram dan mengambil senapannya, lalu menembak secara beruntun dan terus menerus ke arah orang-orang kelompok Silver Dragon.


***


     Sementara itu, Zoey yang sedang berada di tempat yang tinggi sedang memegang pistol laras panjang dan bersiap menembak ke arah peluru tadi datang yang berhasil membunuh sniper milik kelompok Red Dragon. Dia pun melihat ada seseorang berada di atas bangunan markas pusat milik Silver Dragon, lewat teropong.


"Ternyata mereka juga punya sniper handal," ucap Zoey bermonolog.


"Sangat menarik," gumamnya, lalu dia pun memberikan tembakan ke arah lawan.


     Tanpa dia duga ternyata lawannya pun memberikan tembakan kepadanya. Untung saja dia sempat menghindar dan peluru itu hampir mengenai kepalanya.


***


      Sementara itu, setiap markas milik Silver Dragon yang diserang oleh musuh, tidak bisa ditaklukan. Para musuh pun akhirnya menggunakan senjata yang memiliki daya hancur yang besar. Mereka menggunakan bom dan granat.


BOOM! BOOM! 


      Suara bom meledak di pintu masuk markas. Hal ini menyebabkan kerusakan parah pada pintu besi itu.


DUAR! DUAR!


      Beberapa granat yang di lemparkan ke arah posko dan bagian dalam halaman markas. Meledak dengan suara yang keras dan menyebabkan beberapa orang terluka.

__ADS_1


"Aaahk!" teriak orang yang terkena serpihan pecahan granat.


"Tuan Anton, mereka menggunakan bom dan granat. Apa kita juga gunakan saja alat seperti itu?" tanya salah satu anak buah yang di bawah perintah Anton.


"Serang mereka menggunakan bom dan granat sebagai serangan balasan!" perintah Anton kepada orang-orang yang ada di dekatnya.


"Baik, Tuan. Akan kami lakukan!" teriak beberapa orang.


BOOM! BOOM! BOOM!


      Akhirnya anak buah Silver Dragon pun menggunakan bom untuk menyerang musuh. Sebenarnya bom itu senjata yang dilarang di pakai di negeri Dragon karena itu memiliki daya hancur yang sangat tinggi dan akan membuat kerusakan di kota.


***


"Tuan Armando, kita juga juga bom seperti mereka. Kalau seperti ini terus kelompok kita yang akan mati oleh musuh," kata asisten Armando.


"Baiklah, kita gunakan juga bom untuk melawan mereka. Kita harus bisa mempertahankan markas ini," balas Armando yang memegang pistol laras panjang di tangannya.


      Tempat di depan markas yang jaga oleh Armando sudah luluh lantak karena serangan dari musuh yang mencoba menghancurkan pintu gerbang dan dinding benteng.


"Mereka ini tipe orang-orang yang licik, ya," gumam Armando sambil menembakan peluru ke arah sniper yang sejak tadi dia cari-cari di kegelapan malam ini.


"Tuan Armando ada laporan kalau markas yang dijaga oleh Alonso berhasil di masuki oleh musuh!" teriak salah seorang anak buah.


"Apa? Bagaimana bisa itu terjadi!" teriak Armando.


***

__ADS_1


Bagaimana kisah pertempuran di markas yang dijaga oleh Alonso sampai bisa dimasuki oleh musuh? Ikuti terus kelanjutannya, ya!


__ADS_2