Pelayan Hebat Milik Ketua Mafia

Pelayan Hebat Milik Ketua Mafia
Bab 64. Pesta Pertunangan


__ADS_3

Teman-teman baca sampai selesai, ya. Jangan lupa kasih like dan komentar. Semoga hari kalian bahagia dan sehat selalu.


***


Bab 64


    Victor menceritakan isi pembicaraan saat bersama Zoey, kepada Armando dan dia meminta pendapat sahabatnya itu. Armando pun memberikan ide untuk mengikuti keinginan Zoey, jika sudah tidak ada cara lagi. Namun, Victor harus mencari pelayan yang dulu merangkap sebagai pengasuhnya. Seandainya, bukti dan saksi sudah dia dapatkan sendiri, maka mereka tidak perlu dengan barang bukti yang di miliki oleh Zoey. Mereka dia pun tidak perlu bertunangan dengan Zoey.


      Saat waktu satu bulan sudah berakhir, Zoey kembali terus mendesaknya untuk melakukan pesta pertunangan itu. Sementara itu, Victor tidak bisa menemukan dan mendapatkan saksi dan barang bukti. Mereka sudah memerintahkan puluhan orang dalam menyelidiki masalah ini. 


"Ingat jangan sampai ada wartawan apalagi penyusup. Tidak boleh ada kamera satu pun di ruangan itu!" perintah Victor.


"Baik, Tuan!" balas anak buah Silver Dragon yang bagian keamanan di gedung itu.


"Aku tidak mau sampai berita kejadian malam ini tersebar ke luar," ucap Victor kembali dan disanggupi oleh mereka.


"Tuan semua sudah siap. Tamu undangan pun adalah orang-orang kita. Jadi, tidak akan tersebar ke luar pesta malam ini," kata Anton yang baru masuk ke ruang ganti Victor.


"Bagus. Kalian semua bersiaplah!" perintah Victor.


     Malam ini Victor terlihat gagah dengan balutan tuxedo berwarna putih tulang senada dengan gaun yang dipakai oleh Zoey. Persiapan pesta yang hanya satu hari itu menciptakan dekorasi yang sangat cantik jauh lebih indah dari bayangan Zoey. 


     Pesta pertunangan yang di mimpi-mimpikan oleh Zoey dapat terkabulkan. Dirinya menjadi seorang putri dalam satu malam dan menjadi pusat perhatian semua orang. Inilah yang dia impikan sejak dulu.


     Acara pesta pertunangan itu sangat meriah, apalagi Zoey bernyanyi beberapa lagu sebagai ungkapan rasa bahagianya. Lalu, dia juga berdansa dengan teman-temannya. Senyum lebar dan pancaran mata yang berbinar terpancar dari tatapan mata bulat itu.


"Selamat, ya Tuan. Aku kira Anda akan bertunangan dengan nona Agatha," ucap salah satu rekan bisnis Victor.


"Anda salah, Tuan. Agatha itu adalah seorang pelayan di kediaman Aldemo," bantah Zoey.


"Sekali lagi aku ucapkan selamat untuk kalian berdua," kata orang tadi sebelum pergi.

__ADS_1


"Kenapa, sih! Banyak orang yang mengira kalau yang bertunangan itu kamu dan si pelayan itu. Merusak mood aku saja," gerutu Zoey.


     Victor tidak menanggapi omelan Zoey. Pikiran dia kini dipenuhi oleh Agatha. Seharian ini dia tidak bisa menghubungi Agatha. Setiap kali dia menghubungi rumahnya, Agatha dibilang sedang berada di luar markas. Tentu saja hal ini membuat Victor gusar.


"Apa sudah ada kabar dari Agatha? Dia itu pergi ke mana, kenapa sulit sekali dihubungi," gerutu Victor.


"Belum ada Tuan. Ini sangat aneh. Katanya dia bilang mau mengecek pabrik anggur di Kota Tiger," lapor salah satu anak buah Silver Dragon.


"Dia pergi dengan siapa?" tanya Victor.


"Eh, itu katanya saat ke luar ruamh dia didampingi oleh seorang anggota Silver Dragon. Tapi, di perjalanan dia menyuruh orang itu untuk kembali ke markas karena ada barang yang tertinggal dan harus diambil. Namun, saat orang itu kembali … nona Agatha tidak ada di sana. Dia menyangkan kalau nona Agatha sedang berkeliling pabrik. Setelah hari sudah sore, nona Agatha tidak juga menunjukkan batang hidungnya. Sehingga semua orang mencarinya dan tidak ada seorang pun yang menemukan keberadaan nona Agatha," kata seorang anak buah Silver Dragon memberi tahu hilangnya Agatha.


Prang!


    Victor pun melemparkan botol anggur ke tumpukan botol-botol anggur yang lainnya. Dia meluapkan amarahnya.


"Aaaahk! Tidak berguna kalian semua!" teriak Victor membuat semua orang yang hadir di pesta itu ketakutan.


     Aura mencekam keluar dari tubuh Victor, sehingga tidak ada seorang pun yang berani menghadangnya saat laki-laki itu pergi dari acara pesta pertunangannya. Semua orang hanya terdiam karena tidak tahu apa yang sedang terjadi.


***


     Agatha pergi ke daerah perbatasan negeri Dragon. Wilayah hutan pinus dan sangat sedikit penduduknya. Dia ingin pergi ke tempat yang tidak ada seorang pun yang mengenali dirinya.


     Siang itu Agatha datang sendiri sebuah penginapan. Dia bertanya-tanya keadaan di wilayah sana. Untungnya, orang-orang di sana ramah-ramah dan menjawab semua pertanyaan dari Agatha. Bahkan, salah seorang penduduk ada yang menjual rumah peninggalan orang tuanya yang sudah tidak ditinggali selama 17 tahun. Meski rumah itu sangat suram dan butuh banyak perbaikan, si pemilik sebelumnya bersedia membantu mencarikan tukang. Agatha hanya perlu mengeluarkan uang saja.


"Akan kami selesaikan sekitar satu minggu paling lama dua minggu," ucap seorang tukang yang dipercaya bisa memperbaiki rumah itu.


"Baiklah, aku harap secepatnya bisa selesai," balas Agatha.


"Kalau mau, kamu ikut dengan aku saja. Di rumah kami ada kamar tamu. Selain itu, istriku, Janet, pasti suka punya teman bicara," ajak laki-laki yang berbadan tinggi besar seperti Armando.

__ADS_1


"Bolehkah, aku tinggal di rumah kamu, Janshon?" Agatha merasa sangat senang.


"Tentu saja boleh. Di rumah kami hanya ada aku, Janet, dan Rose, putri aku yang baru berusia enam bulan," balas laki-laki yang bernama Janshon.


     Maka, malam itu pun Agatha tinggal di rumah Janshon sampai rumah yang dibelinya itu selesai diperbaiki. Janet, seorang wanita yang baik dan pemalu sedangkan Rose, bayi cantik itu sangat aktif tidak suka diam.


"Agatha, anggap kami ini keluarga kamu," kata Janet sambil memeluk tubuh Agatha saat mengetahui kalau wanita cantik itu sedang hamil tanpa suami.


"Terima kasih, Janet … Janshon. Kalian adalah orang yang sangat baik. Betapa beruntungnya aku bisa bertemu dengan kalian," ucap Agatha.


"Kalau ada apa-apa, kamu jangan sungkan minta bantuan dan bicara kepada kami, ya!" kata Janshon.


"Ya, tentu. Semoga keluarga kalian selalu bahagia," lanjut Agatha sambil tersenyum.


***


     Hilangnya Agatha membuat kehebohan di semua markas milik Silver Dragon. Semua anggota mencari keberadaan Agatha. Mereka takut kalau wanita itu ditangkap atau di culik oleh saingan kelompok mereka.


     Setiap jalan, gang, lorong-lorong, dan tempat-tempat umum lainnya di periksa oleh mereka. Selama satu minggu ini mereka terus mencari keberadaan Agatha.


Prang!


"Aku tidak mau tahu. Cari Agatha sampai ketemu!" teriak Victor pada semua anak buahnya.


      Casandra sebenarnya ingin bertanya ada masalah apa antara Victor dan Agatha sampai perempuan itu memutuskan untuk pergi. Namun, saat Armando menceritakan masalah yang sedang dihadapi oleh Victor, Casandra pun memahami kenapa Agatha sampai pergi. Dia pun ikut kesal pada Victor sampai-sampai tidak mau lagi bicara padanya.


'Rasakan sendiri akibatnya. Aku juga kalau jadi nona Agatha, akan pergi meninggalkan tuan. Dan memilih hidup bersama bayi yang sedang dikandungnya,' batin Casandra.


***


Akankah Victor menemukan keberadaan Agatha? Atau malah pihak Black Dragon e menemukan Agatha terlebih dahulu? Tunggu kelanjutannya, ya!

__ADS_1


__ADS_2