
Teman-teman baca sampai selesai, ya. Selanjutnya kasih like dan komentar. Semoga hari kalian menyenangkan.
***
Bab 40
Moreno memikirkan bagaimana caranya agar musuh yang ada di sana secepatnya mereka habisi. Masalahnya senjata musuh tidak ada habisnya sedangkan persenjataan mereka terbatas. Jadi satu-satunya cara yang terbaik adalah menghabisi orang-orangnya dan mengambil alih gudang senjata yang ada di pelabuhan Angel ini. Agar mereka memiliki lagi senjata untuk melawan musuh yang ada di gudang persenjataan nanti.
"Habisi semua musuh kalian dengan cepat! Agar kita bisa pergi ke gudang persenjataan dan membantu teman kita," titah Moreno kepada anak buahnya.
"Baik Tuan!" teriak serempak anak buah Moreno.
Dor! Dor! Dor!
Dor! Dor! Dor!
Baku tembak kembali terjadi di antara kelompok White Dragon dan Gold Dragon. Moreno pun tangannya terkena peluru dari pihak musuh.
"Aaaakh, si_al!" umpat Moreno sambil memegang tangannya yang berdarah.
"Tuan, Anda tidak apa-apa?" tanya salah seorang anak buah Moreno.
"Iya, hanya lengan aku saja yang terkena peluru dan ini tidak berpengaruh apapun terhadap diriku," ucap Morena sambil meringis menahan rasa sakit.
Dor! Dor! Dor!
Dor! Dor! Dor!
Anak buah Gold Dragon melancarkan tembakan secara membabi buta ke arah Moreno dan anak buahnya. Serangan kali ini banyak memakan kurban di pihak White Dragon.
"Aaaakh!" teriak beberapa orang di waktu bersamaan karena terkena tembakan peluru pada tubuh mereka.
"Berlindunglah kalian di tempat yang aman!" teriak Moreno kepada anak buahnya.
"Baik Tuan!" beberapa anak buah Morena pun mundur ke arah belakang dan berlindung di antara dinding dan mereka melancarkan serangan balik dari sana.
***
__ADS_1
Sementara itu, di gudang persenjataan milik Gold Dragon. Anak buah Moreno mengalami kesulitan karena banyaknya jumlah musuh dan persenjataan mereka. Keadaan mereka sangat terdesak sudah banyak dari mereka yang jatuh berkelimpahan tidak bernyawa.
"Kita sangat membutuhkan bantuan. Cepat hubungi tuan Moreno atau tuan Victor agar mereka mengirimkan bantuan ke sini!" titah asisten Moreno yang bernama Fabio.
"Tuan Moreno saat ini tidak bisa ke sini karena keadaan di sana juga sangat genting," jawab salah seorang dari mereka.
"Aku sudah berhasil menghubungi Tuan Victor dan akan mengirimkan bantuan ke sini," sahut salah seorang anak buah White Dragon yang berhasil menghubungi Victor barusan.
Keadaan di gudang senjata milik Gold Dragon sudah layaknya tempat pembantaian orang-orang, baik dari pihak White Dragon maupun Gold Dragon yang menjadi korbannya. Belum lagi bau mesiu yang sangat menyengat di sana membuat sakit kepala.
***
Victor yang baru menghabisi lawan-lawannya di halaman depan, kini mulai bergerak masuk ke dalam. Dia mendapat pesan darurat dari salah seorang anak buah White Dragon yang meminta bantuannya karena keadaan di gudang senjata sangat genting. Dia pun memerintahkan Anton dan anak buah yang ikut bersamanya untuk menuju gudang senjata milik Gold Dragon dan membantu anak buah White Dragon untuk menghabisi musuh mereka.
Begitu masuk ke dalam markas Gold Dragon, Victor disambut oleh beberapa orang yang memakai baju hitam dengan persenjataan api yang lengkap. Dia pun langsung memerintahkan kepada anak buahnya untuk berpencar secara berkelompok dan melawan musuh mereka.
"Selamat datang di markas kami Tuan Victor," ucap salah seorangnya dari mereka yang Victor terkenal sebagai asisten Baron Julio yang bernama Max.
"Terima kasih atas sambutannya," balas Victor.
"Aku hanya ingin bertemu dengan Baron Julio," jawab Victor sambil menatap tajam ke arah Max.
"Maaf tuan Baron Julio sedang beristirahat tidak bisa menemui tamu," balas Max sambil tersenyum miring ke arah sister dan keempat anak buahnya.
"Sepertinya aku harus masuk secara paksa dan bertemu dengannya secara langsung," ujar Victor.
"Silakan saja kalau kamu mampu melewati kami," kata Max meremehkan Victor.
Dor!
Dor!
Victor pun langsung mengarahkan pistol ke arah Max dan menembakkannya ke arah paha kanan. Namun, di waktu yang bersamaan salah satu teman Max mengarahkan pistol juga ke arah Victor.
Victor yang sudah terlatih untuk melihat situasi di sekitarnya, langsung menggulingkan tubuhnya ke arah kanan sehingga peluru itu hanya mengenai dinding. Sementara itu, paha Max terkena peluru dari peluru yang dilancarkan oleh Victor.
"Aaaakh!" teriak Max mengerang kesakitan.
__ADS_1
Orang-orang yang lainnya pun langsung melancarkan tembakan mereka masing-masing ke arah musuhnya. Mereka menyerang dan menghindar di waktu yang bersamaan ada yang terkena peluru ada pula yang selamat dari terjangan peluru lawan.
"Aaaakh, si_al. Kaki aku terkena," umpat salah seorang anak buah Victor.
"Aaaakh!" teriak salah seorang anak buah Max dan langsung jatuh terus lumpur ke lantai dan bersimbah darah. Orang itu mati seketika karena kepalanya terkena peluru.
Ternyata Max mampu memberikan perlawanan, meski kaki dia terluka. Kedua tangannya mampu menembak dengan baik dengan menggunakan dua pistol, di tangan kanan dan kiri secara bersamaan. Peluru itu mengenai kedua anak buah Silver Dragon yang ada di samping kanan dan kiri Victor.
Victor pun melakukan serangan balik dengan cepat. Dia menyerang Max dengan tembakan beruntun yang mengarah pada badan dan kepalanya. Keadaan ruangan yang luas dan lenggang tidak ada tempat untuk mereka bersembunyi. Sehingga ini membuat keuntungan dan kerugian yang secara bersamaan bagi kedua kelompok itu.
Max kena peluru di dada dan perutnya. Dia pun pergi ke balik pintu yang ada di dekatnya. Pintu yang terhubung dengan salah satu ruangan yang di sana dengan ruang itu.
"Si_al, dia kabur!" teriak Victor sambil berlari masuk ke ruangan yang dimasuki oleh Max tadi.
"Tuan anda jangan pergi sendiri!" teriak salah seorang anak buah Victor.
"Tidak. Kalian tetap di sana dan bersembunyilah! Jaga teman kalian yang terluka. Jangan sampai kalian mati," titah Victor kepada anak buahnya.
Anggota Silver Dragon yang terluka pun dibawa oleh mereka yang tidak terluka dan bersembunyi dari pihak musuh. Mereka pun kembali ke tempat semua dan menunggu perintah Victor selanjutnya.
***
Agatha dan teman-temannya yang menyerbu masuk di bagian kanan markas juga disambut oleh beberapa anak buah Gold Dragon. Agatha memerintahkan kepada teman-temannya agar berhati-hati kepada lawannya jumlahnya begitu banyak.
"Fokuslah pada lawan kalian lihat ke arah mana senjata itu diarahkan!" titah Agatha mengingatkan pada teman-temannya.
"Baik Nona Agatha, akan kami ingat baik-baik," balas mereka serempak.
Dor! Dor! Dor!
Dor! Dor! Dor!
Pihak Agatha dan anak buahnya langsung melancarkan tembakan ke arah anak buah Gold Dragon yang sudah terlebih dahulu menembaki mereka secara memberi buta.
***
Apakah mereka mampu mengalahkan kelompok Gold Dragon? Di saat keadaan mereka yang semakin terdesak karena persenjataan yang terbatas. Tunggu kelanjutannya, ya!
__ADS_1